📑 Table of Contents
Janur Ireng
Berkas:Janur Ireng.jpg
Poster rilis teatrikal
SutradaraKimo Stamboel
ProduserManoj Punjabi
Ditulis oleh
  • Khalid Kashogi
  • Kimo Stamboel
Berdasarkan
Sewu Dino
oleh SimpleMan
Pemeran
Penataโ€‰musikRicky Lionardi
SinematograferPatrick Tashadian
PenyuntingFachrun Daud
Perusahaan
produksi
Distributor
  • Antenna Entertainment (Malaysia, Brunei, Singapura)
  • EST N8 (Internasional)
Tanggal rilis
  • 24 Desember 2025ย (2025-12-24) (Indonesia)
Durasi94 menit
NegaraIndonesia
Bahasa

Janur Ireng adalah sebuah film horor Indonesia tahun 2025 yang disutradarai oleh Kimo Stamboel. Film tersebut merupakan prekuel dari film Sewu Dino yang juga diadaptasi dari utas viral karya SimpleMan. Film tersebut dibintangi oleh Marthino Lio, Ratu Rafa, Tora Sudiro, Masayu Anastasia, Rio Dewanto, Epy Kusnandar, Karina Suwandi, Faradina Mufti, Pritt Timothy, Givina Lukita Dewi, dan Gisellma Firmansyah. Film tersebut dirilis pada 24 Desember 2025.[1]

Pemeran

sunting

Ringkasan Cerita

sunting

Sebuah tragedi kebakaran di salah satu desa di Jawa Timur menimpa dua bersaudara yatim piatu, Sabdo (Marthino Lio) dan Intan (Ratu Rafa). Setelah kehilangan tempat tinggal, mereka menerima tawaran dari Arjo Kuncoro, seorang pria yang mengaku sebagai paman mereka. Arjo (Tora Sudiro) berasal dari keluarga terpandang yang memiliki kekayaan besar. Ia kemudian membawa Sabdo dan Intan untuk tinggal di kediaman keluarga Kuncoro.

Pada awalnya, kehidupan mereka tampak berubah menjadi lebih baik. Sabdo dan Intan mendapatkan tempat tinggal yang layak, fasilitas mewah, serta harapan baru setelah mengalami musibah. Namun, ketenangan itu tidak berlangsung lama. Awalnya Sabdo menganggap semuanya baik-baik saja, meskipun Intan sudah mengatakan bahwa tempat itu terasa tidak nyaman. Namun, sikap Sabdo mulai berubah ketika ia sendiri perlahan merasakan teror yang sama. Gangguan demi gangguan yang muncul membuatnya mulai curiga bahwa keluarga Kuncoro menyimpan rahasia besar yang berbahaya.

Seiring berjalannya waktu, kecurigaan itu semakin menguat, hingga akhirnya Sabdo menyadari bahwa dirinya dan Intan sedang berada dalam bahaya. Ia harus segera mencari tahu kebenaran di balik keluarga Kuncoro sekaligus menyelamatkan adiknya sebelum semuanya terlambat. Teror yang mereka alami ternyata berkaitan dengan masa lalu kelam, ilmu hitam bernama Janur Ireng, serta konflik antarkeluarga yang jauh lebih besar daripada yang pernah Sabdo bayangkan.

Janur Ireng menjadi titik awal yang menjelaskan peran Sabdo sebagai sosok penting dalam rangkaian cerita menuju Sewu Dino. Kisah ini juga menghadirkan Sugik (Rio Dewanto) sebagai penghubung antara konflik keluarga Kuncoro dan peristiwa besar yang terjadi setelahnya. Selain itu, cerita ini memberi penjelasan lebih jelas mengenai hubungan Sabdo dan Erna yang sebelumnya muncul dalam Sewu Dino.

Referensi

sunting
  1. ^ "Janur Ireng Jadi Debut Tora Sudiro di Genre Horor". Kompas.com.

๐Ÿ“š Artikel Terkait di Wikipedia

Pritt Timothy

Pritt Timothy Prodjosoemantri (lahir 24 Januari 1957) adalah pemeran dan pengisi suara berkebangsaan Indonesia. Pritt mulai mengenal dunia seni sejak

Sewu Dino

Firmansyah, Rio Dewanto, Marthino Lio, Givina Lukita Dewi, Agla Artalidia, Pritt Timothy, dan Karina Suwandi. Demi pengobatan bapaknya yang sakit-sakitan, Sri

Laut Tengah (film)

Anna Jobling, Aliando Syarief, Gabriel Prince, Azkya Mahira, Cut Mini, Pritt Timothy, Nungki Kusumastuti, Djenar Maesa Ayu, dan Alex Rio. Film tersebut diadaptasi

Vina: Sebelum 7 Hari

Arsita Lydia Kandou sebagai nenek Vina Gisellma Firmansyah sebagai Linda Pritt Timothy sebagai kakek Vina Delia Husein sebagai Marliana Fahad Haydra sebagai

Qodrat 2

Alfarazi sebagai kepala satpam Whani Darmawan sebagai kepala sipir Pritt Timothy sebagai pria tua di sel Jason Doulez sebagai Alif Al-Fatanah Badra Wijaya

Danur: The Last Chapter

sebagai Canting Gilang Devialdy sebagai Farid Fajar Nugra sebagai Dadang Pritt Timothy sebagai Burhan Dini Vitri sebagai Eti McDanny sebagai Asep Yovi Saddan

Agus Salim

(2018), Agus Salim diperankan oleh Pritt Timothy. Dalam film Buya Hamka (2023), Agus Salim diperankan oleh Pritt Timothy. Agus Salim (pojok kanan) pada tahun

Pembantaian Dukun Santet

Siti Azizah Chairunnisa sebagai Wulan Sasya Anastasya sebagai Ningsih Pritt Timothy sebagai Kyai Ahmad Sapta Taliwang sebagai Ustadz Rohim Fairuz Adzofir