| Janur Ireng | |
|---|---|
| Berkas:Janur Ireng.jpg Poster rilis teatrikal | |
| Sutradara | Kimo Stamboel |
| Produser | Manoj Punjabi |
| Ditulis oleh |
|
Berdasarkan | Sewu Dino oleh SimpleMan |
| Pemeran | |
| Penataโmusik | Ricky Lionardi |
| Sinematografer | Patrick Tashadian |
| Penyunting | Fachrun Daud |
Perusahaan produksi | |
| Distributor |
|
Tanggal rilis |
|
| Durasi | 94 menit |
| Negara | Indonesia |
| Bahasa | |
Janur Ireng adalah sebuah film horor Indonesia tahun 2025 yang disutradarai oleh Kimo Stamboel. Film tersebut merupakan prekuel dari film Sewu Dino yang juga diadaptasi dari utas viral karya SimpleMan. Film tersebut dibintangi oleh Marthino Lio, Ratu Rafa, Tora Sudiro, Masayu Anastasia, Rio Dewanto, Epy Kusnandar, Karina Suwandi, Faradina Mufti, Pritt Timothy, Givina Lukita Dewi, dan Gisellma Firmansyah. Film tersebut dirilis pada 24 Desember 2025.[1]
Pemeran
sunting- Marthino Lio sebagai Sabdo Kuncoro
- Ratu Rafa sebagai Intan Kuncoro
- Tora Sudiro sebagai Arjo Kuncoro
- Masayu Anastasia sebagai Lasmini Kuncoro
- Rio Dewanto sebagai Sugik
- Epy Kusnandar sebagai Anggodo Prayogo
- Karina Suwandi sebagai Karsa Atmodjo
- Faradina Mufti sebagai Pastika Gayatri
- Aqi Singgih sebagai Lingga Codro
- Givina Lukita Dewi sebagai Erna
- Yadi Timo sebagai Kandoto Kuncoro
- Gisellma Firmansyah sebagai Della Atmodjo
- Pritt Timothy sebagai Mbah Tamin
- Vincent Sanjaya sebagai Bokolono
- Dayinta Melira sebagai Sengarturih
- Putri Permata sebagai Lina
- R. Swetajalu sebagai Menur Arya
- Agra Piliang sebagai Bayu Suseno
Ringkasan Cerita
suntingSebuah tragedi kebakaran di salah satu desa di Jawa Timur menimpa dua bersaudara yatim piatu, Sabdo (Marthino Lio) dan Intan (Ratu Rafa). Setelah kehilangan tempat tinggal, mereka menerima tawaran dari Arjo Kuncoro, seorang pria yang mengaku sebagai paman mereka. Arjo (Tora Sudiro) berasal dari keluarga terpandang yang memiliki kekayaan besar. Ia kemudian membawa Sabdo dan Intan untuk tinggal di kediaman keluarga Kuncoro.
Pada awalnya, kehidupan mereka tampak berubah menjadi lebih baik. Sabdo dan Intan mendapatkan tempat tinggal yang layak, fasilitas mewah, serta harapan baru setelah mengalami musibah. Namun, ketenangan itu tidak berlangsung lama. Awalnya Sabdo menganggap semuanya baik-baik saja, meskipun Intan sudah mengatakan bahwa tempat itu terasa tidak nyaman. Namun, sikap Sabdo mulai berubah ketika ia sendiri perlahan merasakan teror yang sama. Gangguan demi gangguan yang muncul membuatnya mulai curiga bahwa keluarga Kuncoro menyimpan rahasia besar yang berbahaya.
Seiring berjalannya waktu, kecurigaan itu semakin menguat, hingga akhirnya Sabdo menyadari bahwa dirinya dan Intan sedang berada dalam bahaya. Ia harus segera mencari tahu kebenaran di balik keluarga Kuncoro sekaligus menyelamatkan adiknya sebelum semuanya terlambat. Teror yang mereka alami ternyata berkaitan dengan masa lalu kelam, ilmu hitam bernama Janur Ireng, serta konflik antarkeluarga yang jauh lebih besar daripada yang pernah Sabdo bayangkan.
Janur Ireng menjadi titik awal yang menjelaskan peran Sabdo sebagai sosok penting dalam rangkaian cerita menuju Sewu Dino. Kisah ini juga menghadirkan Sugik (Rio Dewanto) sebagai penghubung antara konflik keluarga Kuncoro dan peristiwa besar yang terjadi setelahnya. Selain itu, cerita ini memberi penjelasan lebih jelas mengenai hubungan Sabdo dan Erna yang sebelumnya muncul dalam Sewu Dino.