📑 Table of Contents

Project 25 (P25 atau APCO-25) adalah seperangkat standar untuk sistem Land Mobile Radio (LMR) yang interoperabel dan dirancang terutama untuk kebutuhan keselamatan publik. Standar ini mendukung sistem analog konvensional, digital konvensional, digital trunking, maupun mode campuran. P25 awalnya dikembangkan untuk layanan keselamatan publik di Amerika Serikat, tetapi juga digunakan dalam sektor keamanan, layanan publik, dan beberapa aplikasi komersial di berbagai negara. Radio P25 menggantikan radio analog UHF, yang umumnya menggunakan FM, dengan menambahkan kemampuan pengiriman data serta suara sehingga memungkinkan penerapan fitur enkripsi dan pesan teks. Radio P25 banyak digunakan oleh organisasi dispatch seperti kepolisian, pemadam kebakaran, ambulans, dan layanan penyelamatan darurat. Sistem ini biasanya menggunakan radio kendaraan yang terhubung dengan repeater, serta perangkat genggam.[1]

Mulai sekitar tahun 2012, produk yang mendukung protokol modulasi Phase II mulai tersedia. Protokol sebelumnya dikenal sebagai P25 Phase I. P25 Phase II menggunakan vocoder AMBE2+ yang lebih efisien, mampu mengalirkan audio melalui bitstream yang lebih terkompresi, dan menyediakan dua kanal suara TDMA dalam lebar pita RF yang sama, yaitu 12,5 kHz. Phase I hanya menyediakan satu kanal suara. Infrastruktur Phase II dapat menyediakan fungsi โ€œdynamic transcoderโ€ yang memungkinkan komunikasi antara Phase I dan Phase II. Selain itu, perangkat Phase II kompatibel dengan modulasi Phase I dan FM analog. Perangkat Phase I tidak dapat beroperasi pada sistem trunking Phase II, tetapi perangkat Phase II dapat berfungsi pada sistem Phase I atau sistem konvensional. Uni Eropa mengembangkan standar Terrestrial Trunked Radio (TETRA) dan Digital Mobile Radio (DMR) yang memiliki fungsi serupa dengan Project 25.

Ringkasan standar

sunting

Sejarah

sunting

Radio keselamatan publik mulai beralih dari FM analog ke digital sejak 1990-an karena meningkatnya kebutuhan penggunaan data dalam sistem radio, seperti lokasi GPS, trunking, pengiriman pesan teks, metering, dan enkripsi dengan berbagai tingkat keamanan.[2]

Keberagaman protokol pengguna dan perbedaan spektrum radio membuat interoperabilitas antar lembaga keselamatan publik sulit dicapai. Pengalaman dari berbagai bencana di Amerika Serikat mendorong lembaga terkait untuk mengevaluasi kebutuhan komunikasi ketika infrastruktur dasar tidak berfungsi. Untuk memenuhi kebutuhan sistem radio digital keselamatan publik, Federal Communications Commission (FCC) atas arahan Kongres Amerika Serikat memulai pengkajian pada tahun 1988 untuk meminta masukan dari pengguna dan produsen mengenai peningkatan sistem komunikasi.[3]

Berdasarkan masukan tersebut, APCO Project 25 dibentuk pada Oktober 1989 melalui kerja sama antara:[4]

โ€ข Association of Public-Safety Communications Officials-International (APCO)

โ€ข National Association of State Telecommunications Directors (NASTD)

โ€ข National Telecommunications and Information Administration (NTIA)

โ€ข National Communications System (NCS)

โ€ข National Security Agency (NSA)

โ€ข Department of Defense (DoD)

Komite pengarah yang terdiri atas perwakilan lembaga-lembaga tersebut bersama FPIC (Federal Partnership for Interoperable Communication), Coast Guard, dan National Institute of Standards and Technology (NIST), Office of Law Enforcement Standards dibentuk untuk menentukan prioritas serta ruang lingkup pengembangan teknis P25.[5]

Referensi

sunting
  1. ^ Design, Web Boy. "What is P25 Technology?". www.project25.org (dalam bahasa Inggris (Britania)). Diakses tanggal 2025-11-14.
  2. ^ Project 25 Technology Interest Group. "Project 25 Technology Interest Group - Content - General - What is Project 25?". www.project25.org (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2025-11-14. Pemeliharaan CS1: Nama numerik: authors list (link)
  3. ^ design, web boy. "What is P25?". project25.org (dalam bahasa American English). Diakses tanggal 2025-11-14.
  4. ^ "Home - National Association of State Technology Directors". www.nastd.org (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2025-11-14.
  5. ^ "AFC - Public Safety Radio Spectrum Project 25 (P25)". www.apcointl.org. Diakses tanggal 2025-11-14.

๐Ÿ“š Artikel Terkait di Wikipedia

Project Hail Mary (film)

Project Hail Mary adalah film fiksi ilmiah Amerika tahun 2026 yang diproduseri dan disutradarai oleh Phil Lord dan Christopher Miller dan ditulis oleh

Ferry Irwandi

konten politik, keuangan, filsafat, dan sosial. Ia merupakan pendiri Malaka Project. Ferry lahir di Jambi pada 16 Desember 1991 dari pasangan perantau Minangkabau

Super Space Sheriff Gavan Infinity

(dalam bahasa Jepang). Chizai Watch. Diakses tanggal 25 November 2025. "็‰นๆ’ฎใ‚ทใƒชใƒผใ‚บใฎๆ–ฐใƒ–ใƒฉใƒณใƒ‰ใŒ่ช•็”Ÿใ€€ใ€PROJECT R.E.D.ใ€‘ๅง‹ๅ‹•!! ่จ˜ๅฟตใ™ในใ็ฌฌ๏ผ‘ๅผพไฝœๅ“ใฏ ใ€Ž่ถ…ๅฎ‡ๅฎ™ๅˆ‘ไบ‹ใ‚ฎใƒฃใƒใƒณ ใ‚คใƒณใƒ•ใ‚ฃใƒ‹ใƒ†ใ‚ฃใ€" (dalam bahasa

Project S: The Series

awalnya disiarkan mingguan mulai 20 Mei 2017 hingga 20 Januari 2018 di GMM 25. Project S adalah seri televisi besar pertama Nadao Bangkok yang mengikuti kesuksesan

Hillsong Global Project

Hillsong Global Project adalah sebuah proyek dari Hillsong Music bekerja sama dengan berbagai Hillsong Church campuses yang ada di seluruh dunia, bersamaan

KRI Irian (201)

RI Irian adalah sebuah kapal penjelajah kelas Sverdlov (Project 68-BIS) milik TNI AL pada tahun 1960-an. Kapal jenis ini adalah kapal penjelajah konvensional

Hong Kong

tanggal 24 Oktober 2013. Diakses tanggal 20 Juni 2012. "Tamar Development Project". Hong Kong Government. 23 April 2010. Diarsipkan dari asli tanggal 28

Project Alpha

Bam Pitipat yang ditayangkan melalui saluran GMM 25 pada 4 Desember 2022 hingga 5 Maret 2023. Project Alpha menampilkan format hierarki Alpha dan Beta