Lia Eden
LahirSjamsuriati Gustaman
(1947-08-21)21 Agustus 1947
Makassar, Indonesia
Meninggal9 April 2021(2021-04-09) (umurย 73)
Jakarta, Indonesia
KebangsaanIndonesia
Dikenal atasPendiri Salamullah

Lia Aminuddin atau yang terlahir dengan nama Sjamsuriati Gustaman dan kemudian dikenal sebagai Lia Eden (21 Agustus 1947ย โ€“ย 9 April 2021) adalah wanita yang mengaku telah mendapat wahyu dari malaikat Jibril untuk mendakwahkan sebuah aliran kepercayaan baru melanjutkan ajaran 3 Agama Abrahamik: Yudaisme, Kekristenan, dan Islam, dan menyatukan dengan agama-agama besar lainnya termasuk Buddhisme, Jainisme, dan Hindu di Indonesia.

Lia Eden mendirikan sebuah jemaat yang disebut Salamullah untuk menyebarluaskan ajarannya. Dia secara kontroversial mengaku sebagai titisan Bunda Maria dan ditugaskan Jibril untuk mengabarkan kedatangan Yesus Kristus ke muka bumi. Dia juga menubuatkan beberapa ramalan yang sensasional. Hal ini mengundang reaksi selama momentum trending, terutama dari Majelis Ulama Indonesia (MUI). MUI memfatwakan Lia Eden menyebarkan aliran sesat dan melarang perkumpulan Salamullah pada bulan Desember 1997. Dia melontarkan kritikannya tentang kesewenangan ulama MUI yang diasosiasikan dalam sebuah sabda Jibril yang disebut "Undang-undang Jibril" (Gabriel's edict). Akibatnya dia ditahan atas tuduhan penistaan agama.[1]

Pengakuan bertemu dengan Jibril

sunting

Menurut Eden, peristiwa ajaibnya yang pertama adalah sewaktu dia melihat sebuah bola bercahaya kuning berputar di udara dan lenyap sewaktu baru saja ada di atas kepalanya. Hal ini terjadi sewaktu dia sedang bersama dengan kakak mertuanya di serambi rumahnya di kawasan Senen, Jakarta Pusat pada 1974.

Menurutnya lagi, peristiwa ajaib kedua yang telah mengubah prinsip hidupnya berlaku pada malam 27 Oktober 1995 kala dia sedang bersantai. Pada masa itu, dia telah merasakan kehadiran pemimpin rohaninya, Habib al-Huda yang kemudian mengaku dirinya sebagai Jibril pada waktu itu.[2] Setelah itu Lia Eden mengaku dia menerima bimbingan Malaikat Jibril secara terus menerus sejak 1997 hingga kini.

Selama dalam proses bimbingan itu, ia mengatakan bahwa Malaikat Jibril menyucikan dan mendidik Lia Eden melalui ujian-ujian sehari-hari yang sangat berat, termasuk pengakuan-pengakuan kontroversial yang harus dinyatakannya kepada masyarakat atas perintah Jibril. Proses penyucian itu menurut ia sangat berat dan tak pernah berhenti hingga kemudian Tuhan memberinya nama Lia Eden sebagai pengganti namanya yang lama.

Di dalam penyuciannya, ia mengatakan bahwa Tuhan menyatakan Lia Eden sebagai pasangan Jibril sebagaimana ditulis di dalam kitab-kitab suci. Dan ia mengatakan bahwa dialah yang dinyatakan Tuhan sebagai sosok surgawi-Nya di dunia.

Pencetus keyakinan baru

sunting

Selain menganggap dirinya sebagai menyebarkan wahyu Tuhan dengan perantaraan Jibril, dia juga menganggap dirinya memiliki kemampuan untuk meramalkan kiamat. Dia juga telah mengarang lagu, drama dan buku sebanyak 232 halaman berjudul "Perkenankan Aku Menjelaskan Sebuah Takdir" yang ditulis dalam waktu 29 jam.

Pada 1998, Lia menyebut dirinya Mesias yang muncul di dunia sebelum hari kiamat untuk membawa keamanan dan keadilan di dunia. Selain itu, dia juga menyebut dirinya sebagai reinkarnasi Bunda Maria, ibu dari Yesus Kristus.[2] Lia juga mengatakan bahwa anaknya, Ahmad Mukti, adalah reinkarnasi Isa.

Pemahaman yang dibawa oleh Lia ini berhasil mendapat kurang lebih 100 penganut pada awal diajarkannya. Penganut agama ini terdiri dari para pakar budaya, golongan cendekiawan, artis musik, drama dan juga pelajar. Mereka disebut sebagai pengikut Salamullah.

Pada bulan Desember 1997, Majelis Ulama Indonesia (MUI) telah melarang perkumpulan Salamullah karena ajarannya dianggap telah menyelewengkan kebenaran mengenai ajaran Islam. Kelompok ini lalu membalas balik dengan mengeluarkan "Undang-undang Jibril" (Gabriel's edict) yang mengutuk MUI karena menganggap MUI berlaku tidak adil dan telah menghakimi mereka dengan sewenang-wenang.

Kelompok ini juga terkenal karena serangannya terhadap kepercayaan masyarakat Jawa, mengenai mitos Nyi Roro Kidul yang didewakan sebagai Ratu Laut Selatan.[3] Pada tahun 2000, Salamullah diresmikan oleh pengikut-pengikutnya sebagai nama kelompok. Kelompok ini mengakui bahwa Nabi Muhammad SAW adalah nabi yang terakhir tetapi juga memercayai bahwa pembawa kepercayaan yang lain seperti Buddha Gautama, Yesus Kristus, dan Kwan Im, dewi pembawa rahmat yang dipercaya orang Kong Hu Cu, akan muncul kembali di dunia.

Sejak 2003, kelompok Salamullah memegang kepercayaan bahwa setiap agama adalah benar. Kelompok yang diketuai Lia Eden ini yang kemudian berubah nama yang kini dikenal sebagai Kaum Eden.

Meninggal

sunting

Lia meninggal pada 9 April 2021.[4] Kabar ini disampaikan oleh Kabar Sejuk (Serikat Jurnalis untuk Keberagaman) pada 11 April 2021 dan dikonfirmasi oleh Komunitas Eden melalui surat yang dirilis lewat laman resminya dua hari kemudian.[4][5]

Lihat pula

sunting

Referensi

sunting
  1. ^ Makin, Al (2016). Challenging Islamic orthodoxyย : accounts of Lia Eden and other prophets in Indonesia. [Cham] Switzerland. ISBNย 978-3-319-38978-3. OCLCย 959278042. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2023-08-17. Diakses tanggal 2021-04-13. Pemeliharaan CS1: Lokasi tanpa penerbit (link)
  2. ^ a b "Eden Community / Kingdom of Eden / Salamullah / Lia Eden / Lia Aminuddin / Kaum Eden". Apologetics Index (dalam bahasa Inggris). Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2006-01-17. Diakses tanggal 11 April 2021.
  3. ^ Persada, Syailendra. "Lia Eden dan Perjalanan Hidupnya". Tempo.co. Diakses tanggal 11 April 2021. Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  4. ^ a b "Lia Eden Meninggal, Begini Lika-liku Hidupnya hingga Pernah Dipenjara 2 Kali". Liputan6. 11 April 2021. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2021-05-16. Diakses tanggal 21 Mei 2025.
  5. ^ Eden, Komunitas (2021-04-13). "Press Release: Kewafatan Paduka Bunda Lia Eden". Komunitas Eden (dalam bahasa Inggris). Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2023-03-27. Diakses tanggal 2021-04-13.

Bacaan lanjutan

sunting

๐Ÿ“š Artikel Terkait di Wikipedia

Bartolomeus

Bartholomew's mission in India Qur'an 3:49โ€“53 Historical Dictionary of Prophets In Islam And Judaism, Brandon M. Wheeler, Disciples of Christ: "Muslim

Surah Yusuf

Pemeliharaan CS1: Banyak nama: authors list (link) Wheeler, Brannon. (2002). Prophets in the Quranย : an Introduction to the Quran and Muslim Exegesis. Bloomsbury

Idris

medis. (Lihat Al Mawsuโ€™ah Al Arabiyah Al Alamiyah 1/379). Lives of the Prophets, Leila Azzam "Salinan arsip". Diarsipkan dari asli tanggal 2015-11-24.

Adrie Subono

tingkat dunia seperti Avenged Sevenfold, Simple Plan, New Found Glory, Lost Prophets hingga The Used berhasil diboyong Subono untuk menyapa masyarakat Indonesia

Ezra

Esdras as an example of prophetic inspiration..." Ashraf, Shahid (2005). "Prophets 'Uzair, Zakariya and Yahya". Encyclopaedia of Holy Prophet and Companions

Pertempuran Hunain

html http://www.alislam.org/library/books/muhammad_seal_of_the_prophets/chapter_13.html Tabhari, Imam (2012). Terjemah Tarikh ath-Thabari. Jakarta:

Silsilah keluarga Muhammad

claim Abraham as their ascendant, and the lineage of Mohammed, the Seal of Prophets (khatim al-anbiya'), can therefore be traced back to Abraham. Contemporary

Azrael

Alaihissalam hingga Nabi Isa Alaihissalam [Stories of the Prophets Complete History of the Life of the Prophets since Prophet Adam Alaihissalam to Prophet Isa Alaihissalam]