Prosodi adalah ilmu yang mempelajari irama, penekanan, dan intonasi dalam bicara. Menurut Arnfield (1994) cakupan prosodi lebih luas meliputi aksen, Irama, tempo, tesitura, kelangsingan, tekanan, timbre, jungtur, kelantangan suara, dan intonasi.[1] Jhon R. Firth dikenal sebagai tokoh yang memperkenalkan istilah teori fonologi prosodi atau sering disebut aliran Firth.[2] Gagasan Firth sendiri dituangkan dalam bukunya Papers in Linguistics dan The Tongues of Men and Speech.

Macam-macam Prosodi

sunting

Firth membagi 3 macam teori prosodi pokok:[2]

  1. Prosodi yang berkaitan dengan gabungan dari fonem, struktur kata, struktur suku kata, gabungan konsonan, dan gabungan vokal.
  2. Prosodi yang berbentuk sendi atau jeda.
  3. Prosodi yang realisasi fonetisnya melebihi satuan yang lebih besar dari fonem, fonem-fonem suprasegmental.

Referensi

sunting
  1. ^ Indirawati Haji Zahid. (2006). Fonetik dan fonologi. Mardian Shah Omar. Kuala Lumpur: PTS Professional Publishing. ISBNย 983-3585-63-9. OCLCย 246529515.
  2. ^ a b Pesona bahasaย : langkah awal memahami linguistik. Gunawan, Fitri, 1948-, Yuwono, Untung,, Lauder, Multamia R. M. T.,. Jakarta. ISBNย 979-22-1681-2. OCLCย 156874430. Pemeliharaan CS1: Lain-lain (link) Pemeliharaan CS1: Tanda baca tambahan (link)

๐Ÿ“š Artikel Terkait di Wikipedia

Alfabet Fonetik Internasional

ganda digunakan untuk jeda prosodi. Walaupun begitu, Buku Panduan IPA memberikan spesifikasi dengan menulis simbol prosodi sebagai garis vertika "tebal"

Bahasa Lampung

dalam kalimat atau frasa panjang. Fenomena ini dapat dikaitkan dengan prosodi keseluruhan bahasa Lampung, yang lebih menekankan harmoni intonasi daripada

Ritme

tentang irama, penekanan, dan laras/nada dalam berbicara disebut sebagai prosodi; bagian dari topik bahasan dalam linguistik. Pola irama yang 2/4 memberikan

Bahasa Sunda Bogor

bidang fonologi, morfologi, leksis, sintaksis, semantik, dan beberapa ciri prosodi seperti pitch, stress, dinamik, tempo, jeda, intonasi, dan kontur. Keseluruhannya

Sastra Sangam

kaki metrik pyrrhic dan iambic), dengan padanan yang mirip dalam tradisi prosodi Sanskerta. Acai disusun menjadi satuan yang disebut cir (kaki metrik),

Sirajuddin as-Sakkaki

beberapa bidang, termasuk tata bahasa, retorika, morfologi, semantik, prosodi, dan puisi . Sirajuddin secara luas dianggap sebagai ahli retorika terkemuka

Parodi

sastra Yunani kuno, parodi adalah puisi naratif yang bergaya imitatif dan prosodi epos "Memperlakukannya sebagai subjek ringan, satir, atau imitasi (peniruan)

Pengujian status mental

dan mengomentari dari ciri paralinguistik seperti kenyaringan, ritme, prosodi, intonasi, nada, fonasi, artikulasi, kuantitas, kecepatan, spontanitas