Matrix-assisted laser desorption/ionization (MALDI), alat yang digunakan untuk mempelajari protein.

Proteomika merupakan kajian secara molekular terhadap keseluruhan protein yang dihasilkan dari ekspresi gen di dalam sel, terutama mengenai struktur dan fungsinya.[1][2] Keseluruhan protein di dalam sel diistilahkan sebagai proteom.[3] Istilah proteomik pertama kali dikenal pada tahun 1997, yang juga dibuat berdasarkan analogi genetika untuk ilmu yang mempelajari mengenai gen.[4] Untuk istilah proteom sendiri berasal dari gabungan istilah protein dan genom yang dikemukakan oleh Marc Wilkins pada tahun 1994 pada saat mengambil gelar PhD.[3][5] Salah satu alat yang umumnya digunakan untuk ilmu ini adalah matrix-assisted laser desorption/ionization (MALDI).[6]

Beberapa jenis metode telah dikembangkan untuk mempelajari protein.[7] Di mulai pada 1 abad lalu, proteomika menggunakan analisis 2D berupa gel elektroforesis poliakrilamida.[7] Dengan menggunakan teknik ini, protein dalam suatu sampel dapat dipisahkan, diindentifikasi, dan diukur berdasarkan berat molekulnya.[7] Dengan menggunakan analisis ini, berbagai jenis protein yang dihasilkan oleh beragam bakeri, seperti Escherichia coli, telah berhasil dipisahkan dan dipurifikasi.[7] Teknologi lain yang dikembangkan adalah spektrometri massa yang bersifat sangat sensitif.[7] Di samping itu, Kromatografi cair berperforma tinggi (HPLC) juga dapat digunakan di mana sampel yang digunakan diinjeksikan ke dalam kolom bertekanan tinggi dan protein yang terkandung di dalamnya akan berikatan dengan matriks yang ada.[7]

Referensi

sunting
  1. ^ Anderson NL, Anderson NG (1998). "Proteome and proteomics: new technologies, new concepts, and new words". Electrophoresis. 19 (11): 1853โ€“61. doi:10.1002/elps.1150191103. PMIDย 9740045.
  2. ^ Blackstock WP, Weir MP (1999). "Proteomics: quantitative and physical mapping of cellular proteins". Trends Biotechnol. 17 (3): 121โ€“7. doi:10.1016/S0167-7799(98)01245-1. PMIDย 10189717.
  3. ^ a b Marc R. Wilkins, Christian Pasquali, Ron D. Appel, Keli Ou, Olivier Golaz, Jean-Charles Sanchez, Jun X. Yan, Andrew. A. Gooley, Graham Hughes, Ian Humphery-Smith, Keith L. Williams & Denis F. Hochstrasser (1996). "From Proteins to Proteomes: Large Scale Protein Identification by Two-Dimensional Electrophoresis and Arnino Acid Analysis". Nature Biotechnology. 14 (1): 61โ€“65. doi:10.1038/nbt0196-61. PMIDย 9636313. Pemeliharaan CS1: Banyak nama: authors list (link)
  4. ^ P. James (1997). "Protein identification in the post-genome era: the rapid rise of proteomics". Quarterly reviews of biophysics. 30 (4): 279โ€“331. doi:10.1017/S0033583597003399. PMIDย 9634650.
  5. ^ "UNSW Staff Bio: Professor Marc Wilkins". Diarsipkan dari asli tanggal 2009-02-12. Diakses tanggal 2011-08-10.
  6. ^ Klopfleisch R, Gruber AD. (2009). "Increased expression of BRCA2 and RAD51 in lymph node metastases of canine mammary adenocarcinomas". Veterinary Pathology. 46 (3): 416โ€“22. doi:10.1354/vp.08-VP-0212-K-FL. PMIDย 19176491.
  7. ^ a b c d e f Madigan MT (2009). Brock Biology of Microorganisms Twelfth Edition. ;

Lihat pula

sunting


๐Ÿ“š Artikel Terkait di Wikipedia

Kimia analisis

dan urtan DNA adalah sarana dan penelitian penting dalam bidang ini. Proteomika - analisis konsentrasi dan modifikasi protein, terutama dalam hubungannya

Ekologi

Farmakologi Fotobiologi Fikologi Filogenetika Fisiologi Pomologi Primatologi Proteomika Protistologi Biologi kuantum Biologi reproduksi Sosiobiologi Biologi struktur

Genomika

pada bidang studi biologi yang diakhiri dengan -omika, seperti genomika, proteomika, atau metabolomika. Akhiran terkait -om digunakan untuk mengatasi objek

Proteom

disertasinya telah terbit. Studi yang mempelajari tentang proteom adalah proteomika, yang mencakup analisis protein yang ditranslasi di dalam sel secara bersamaan

Elektroforesis dua dimensi

protein menggunakan dua dimensi. Teknik ini sering digunakan untuk studi proteomika (analisis molekular terhadap keseluruhan protein yang dihasilkan dari

Sejarah biologi

dan molekuler. Pada akhir abad ke-20, bidang baru seperti genomika dan proteomika membalikkan tren ini, dengan ahli biologi organisme menggunakan teknik

Ekosistem

Farmakologi Fotobiologi Fikologi Filogenetika Fisiologi Pomologi Primatologi Proteomika Protistologi Biologi kuantum Biologi reproduksi Sosiobiologi Biologi struktur

Sterana

dan steroid, sering digunakan sebagai penanda biologi (biomarker) dalam proteomika sel eukariota. Sterana dapat diperoleh dari steroid dan sterol melalui