3°12′54″S 114°33′31″E / 3.21512494466°S 114.55872594°E / -3.21512494466; 114.55872594Pulau Bakut adalah sebuah delta yang terletak di Sungai Barito, tepatnya di wilayah administratif Kecamatan Anjir Muara, Barito Kuala, Kalimantan Selatan. Di atas pulau ini terdapat Jembatan Barito. Pulau ini memiliki luas sekitar 17,25 hektare.[1]

Kawasan konservasi

sunting

Kawasan pulau ini ditetapkan sebagai suaka margasatwa sejak 1999 oleh pemerintah melalui Departemen Kehutanan dan Perkebunan kala itu. Sebagai kawasan kaya mangrove, suaka margasatwa di Pulau Bakut didominasi oleh ekosistem mangrove dengan flora seperti rambai (Sonneratia caseolaris), nipah (Nypa fruticans), bakung (Crinum asiaticum), dan jeruju (Acanthus ilicifolius) serta fauna seperti elang laut perut putih (Haliaeetus leucogaster), elang bondol (Haliastur indus), elang hitam (Ictinaetus malayensis), elang tikus (Elanus caeruleus), elang ular bido (Spilornis cheela), dan raja udang biru (Halcyon chloris).[1]

Pulau ini juga terkenal karena merupakan kawasan konservasi untuk monyet ekor panjang (Macaca fascicularis) dan bekantan (Nasalis larvatus).[1]

Sejarah kawasan

sunting

Taman Wisata Alam (TWA) Pulau Bakut, yang terletak di tengah Sungai Barito, Kalimantan Selatan, resmi ditetapkan sebagai kawasan konservasi dengan fungsi taman wisata alam berdasarkan Surat Keputusan Menteri Kehutanan Nomor 140/Kpts-II/2003 pada 21 April 2003. Luas awal kawasan ini sekitar 18,70 hektare, tetapi kemudian diperbarui menjadi 15,58 hektare sesuai Keputusan Menteri Kehutanan No. SK. 435/Menhut-II/2009 pada 23 Juli 2009.

Pulau Bakut merupakan habitat utama bekantan (Nasalis larvatus), primata endemik Kalimantan yang juga menjadi simbol Kalimantan Selatan. Spesies ini termasuk dalam daftar 14 satwa prioritas konservasi berdasarkan Peraturan Menteri Kehutanan Nomor P.57 Tahun 2008. Selain sebagai kawasan konservasi, Pulau Bakut juga memiliki peran penting dalam pengembangan pariwisata, sebagaimana tercantum dalam Rencana Tata Ruang Wilayah Kabupaten Barito Kuala (2011-2031) dan Provinsi Kalimantan Selatan, terutama karena letaknya yang berdekatan dengan Jembatan Barito.

Secara geografis, Pulau Bakut memiliki permukaan tanah yang datar dan merupakan ekosistem hutan yang dipengaruhi oleh pasang surut Sungai Barito. Saat air sungai pasang, hampir seluruh pulau akan tergenang, kecuali area di bawah Jembatan Barito yang memiliki permukaan lebih tinggi. Pulau ini memiliki tanah jenis alluvial dengan kandungan humus yang kaya, serta beriklim tipe B menurut klasifikasi Schmit dan Ferguson. Curah hujan tahunannya mencapai 2.185 mm dengan suhu rata-rata harian sekitar 27,5 – 28°C.[2]

Referensi

sunting
  1. ^ a b c Batubara, Rido Miduk Sugandi; Rusandi, Andi; Yusuf, Muhammad; Roroe, Pingkan Katharina; Sidqi, Muhandis; Sinaga, Simon Boyke; Solihin, Akhmad (2015). Kalimantan Selatan: Antara Laut Jawa dan Selat Makassar. Jakarta: Penerbit Buku Kompas. hlm. 1–5. ISBN 978-979-709-854-4. Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  2. ^ "Taman Wisata Alam Pulau Bakut". BKSDA Kalimantan Selatan. Diakses tanggal 2025-03-06.

📚 Artikel Terkait di Wikipedia

Daftar tempat wisata di Indonesia

Lok Baintan Pendulangan Intan Kampung Sasirangan Pulau Kaget Jembatan Barito Pulau Kembang Pulau Bakut Loksado Air Terjun Haratai Air Panas Tanuhi Pasar

Betutu

dan tiba-tiba. Nama-nama lainnya di pelbagai daerah di Indonesia adalah bakut, bakutut, belosoh (nama umum), boso, boboso, bodobodo, ikan bodoh, gabus

Daftar pulau di Kalimantan

Payungpayungan Pulau Anak Suwangi Pulau Anyar Pulau Anyar Hilir Pulau Asam Pulau Aur (Kalimantan Selatan) Pulau Bahu Pulau Bakut Pulau Bale Pulau Balipat Pulau Barunak

Kabupaten Barito Kuala

antara lain:[butuh rujukan] Pulau Kembang (hutan wisata, habitat kera ekor panjang) Pulau Bakut (terdapat jembatan Barito) Pulau Kaget (cagar alam, habitat

Jembatan Barito

panjang 1.082 meter yang melintasi Sungai Barito selebar 800 meter dan Pulau Bakut selebar 200 meter. Jembatan ini terdiri dari jembatan utama sepanjang

Kelotok

Destinasi wisata yang dapat diakses menggunakan perahu kelotok seperti Pulau Bakut, Desa Wisata Muara Kanoco di Barito Kuala, serta Kampung Biru dan Kampung

Bak kut teh

Indonesia, Bak Kut Teh juga telah populer dalam kalangan Tionghoa di Kepulauan Riau karena lokasinya yang dekat dengan Malaysia. Bak Kut Teh dikenal

Pulau Kaget

tersebut terdiri dari Pulau Kembang, Pulau Bakut, Pulau Sugara, Pulau Alalak, Pulau Sewangi dan Pulau Kaget. Pulau tersebut terdapat di tengah-tengah Sungai