Pusaran yang diciptakan oleh dorongan sayap pesawat ditandai dengan asap berwarna

Pusaran atau pual[1] (bahasa Inggris: vortex) adalah aliran cairan yang berputar dan biasanya bergolak. Gerakan pilin apapun dengan arah aliran tertutup disebut aliran pusaran. Gerakan cairan yang berputar cepat mengitari pusatnya disebut pusaran. Kecepatan dan tingkat rotasi cairan dalam pusaran bebas (irotasional) lebih tinggi di pusatnya, dan menurun secara berangsur sesuai jarak dari pusatnya, sementara kecepatan pusaran dorongan (rotasional) adalah nol di pusat dan meningkat secara proporsional sesuai jarak dari pusatnya. Kedua jenis pusaran tersebut memiliki tekanan minimum di pusat, meski tekanan minimum pada pusaran bebas lebih rendah.

Lihat pula

sunting

Catatan kaki

sunting
  1. ^ "Arti kata pual - Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) Online". kbbi.kemdikbud.go.id. Diakses tanggal 2024-02-28.

Referensi dan bahan pustaka

sunting

Pranala luar

sunting

📚 Artikel Terkait di Wikipedia

Tornado

kerusakan. Pusaran api adalah sebuah pusaran angin yang timbul oleh sebuah api dan sering kali (setidaknya sebagian) mengandung percikan atau debu. Pusaran api

Pusaran kutub

Pusaran kutub (disebut juga siklon Arktik, siklon sub-kutub, dan pusaran sirkumpolar) adalah siklon tetap berskala besar yang terletak dekat salah satu

Pusaran air

dasar laut. Pusaran air kecil dapat tercipta ketika menguras bak mandi atau westafel menggunakan lubang pengurasan di dasar bak. Pusaran air yang lebih

Pusaran samudra

adalah lima pusaran samudra yang paling terkenal: Pusaran Samudra Hindia (umumnya mengalir berlawanan arah jarum jam) Pusaran Atlantik Utara Pusaran Pasifik

Jejak Duka Diandra

hidupnya. Namun, pernikahannya dengan Dimitri justru menyeretnya ke dalam pusaran fitnah, rahasia, dan pilihan pahit yang mengubah segalanya. Dengan luka

Pusaran Atlantik Utara

Pusaran Atlantik Utara adalah satu dari lima pusaran samudra besar. Pusaran ini terletak di Samudra Atlantik. Pusaran ini merupakan sistem arus samudra

Pusaran semut

kemudian membentuk pusaran semut. Pusaran semut pertama kali dideskripsikan pada tahun 1921 oleh William Beebe, yang mengamati sebuah pusaran dengan keliling

Segitiga Bermuda

sama sekali. Mungkin karena alat dan manusia yang menjadi korban tersedot pusaran air, dan jatuh ke dalam lubang bekas retakan dasar laut, lalu tanah dan