Seekor "gurita kolosal" menyerang kapal karya Pierre Denys-Montfort, yang diengravir oleh Étienne Claude Voysard, 1801[1]

Kraken (/ˈkræ.kən/; dari Norwegia: kraken, /ˈkrɑː.kən/, "the crookie")[2][3] adalah seekor monster laut legenda berukuran raksasa, yang menurut etimologinya terkadang berkerabat dengan sepalopoda, yang dikatakan muncul di Laut Norwegia di lepas pantai Norwegia. Legenda Kraken diyakini bermula dari penglihatan gurita raksasa, yang dapat tumbuh sampai sepanjang 105 meter (344 ft).[4]

Kraken, sebagai subyek takhayul pelaut dan mitos, mula-mula dideskripsikan dalam glosarium Norwegia oleh Christen Jensøn pada 1646. Kemudian, makhluk tersebut muncul dalam catatan perjalanan oleh Francesco Negri pada 1700, disusul pada 1734 oleh sebuah catatan dari misionaris dan penjelajah Dano-Norwegia Hans Egede, yang mendeskripsiksn kraken secara mendetil dan menyamakannya dengan hafgufa dari abad pertengahan. Namun, deskripsi pertama dari makhluk tersebut biasanya dikaitkan dengan uskup Denmark Pontoppidan (1753). Ia mendeskripsikan kraken sebagao gurita (polypus) berukuran raksasa, dan menulis bahwa makhluk tersebut memiliki kebiasaan menenggelamkan kapal. Malakologis Prancis Denys-Montfort, pada abad ke-19, juga dikenal karena mempelopori penyelidikannya terhadap keberadaan gurita raksasa.

Referensi

sunting

Kutipan

sunting
  1. ^ Denys-Montfort (1801), p. 256, Pl. XXVI.
  2. ^ "kraken". Oxford English Dictionary. Vol. V (Edisi 1). Oxford University Press. 1933. hlm. 754. Norw. kraken, krakjen, the -n, being the suffixed definite article = A New English Dictionary on Historical Principles (1901), V: 754
  3. ^ Munford, George (1870). "Monstra Marina & terrestria, quam in partibus aquilonis inueniuntur". An Attempt to Ascertain the True Derivation of the Names of Towns and Villages and of Rivers, and Other Great Natural Features of the County of Norfolk. London: Simpkin, Marshall & Company. hlm. 35.
  4. ^ Paxton, C. G. M. (October 2016). "Unleashing the Kraken: on the maximum length in giant squid ( Architeuthis sp.)". Journal of Zoology. 300 (2): 82–88. doi:10.1111/jzo.12347.

Daftar pustaka

sunting

Pranala luar

sunting

📚 Artikel Terkait di Wikipedia

Kawah Chicxulub

New Brunswick. Diakses tanggal 2008-12-30. Durand, Thibaut (2014). "Quantification of Low Pressure Impactor Wall Deposits during Zinc Nanoparticle Sampling"

Suhu kamar

– via Elsevier Science Direct. Dhaka, Shivraj (13 Desember 2014). "Assessment of thermal environmental conditions and quantification of thermal adaptation

Mamba hitam

Freymann, B. P.; Olff, H. (2011). "The Serengeti food web: empirical quantification and analysis of topological changes under increasing human impact".

Nonlogam

Kraus F 2012, "Occurrence of difluorine F2 in nature—In situ proof and quantification by NMR spectroscopy", Angewandte Chemie International Edition, vol.

Madu

list (link) Gheldof N, Wang X, Engeseth N (2002). "Identification and quantification of antioxidant components of honeys from various floral sources". J

Geologi

geological cross-section from boreholes: sources of uncertainty and their quantification" (PDF). Solid Earth Discussions. 6 (2): 1687. Bibcode:2014SolED...6

Dinitrogen monoksida

Robert B.; Janssens-Maenhout, Greet (October 2020). "A comprehensive quantification of global nitrous oxide sources and sinks". Nature (dalam bahasa Inggris)

Sejarah fisika

(1961). "Quantification in Medieval Physics". Isis. 52 (2): 143–160. ISSN 0021-1753. Lindberg, David C. (2010-02-15). The Beginnings of Western Science: The