Pemanasan dan pendinginan radiasi adalah kategori teknologi HVAC (Pemanasan, Ventilasi, dan Pendinginan) yang menukar panas melalui kombinasi konveksi dan radiasi dengan lingkungan yang dipanaskan atau didinginkan. Teknologi ini memiliki beberapa subkategori, termasuk panel langit-langit radiasi,[1] sistem permukaan tertanam,[1] sistem bangunan aktif termal,[1] dan pemanas inframerah. Menurut beberapa definisi, suatu teknologi hanya termasuk dalam kategori ini jika radiasi menyumbang lebih dari 50% perpindahan panas dengan lingkungannya.[2]

Sejarah

sunting

Pemanasan dan pendinginan radiasi awalnya merupakan sistem terpisah, tetapi kini memiliki bentuk yang serupa. Pemanasan radiasi memiliki sejarah panjang di Asia dan Eropa. Sistem paling awal ditemukan di Tiongkok Utara dan Korea sejak 5000 SM, seperti kang dan dikang, yakni tempat tidur dan lantai yang dipanaskan. Kang berkembang menjadi tempat tidur panas, sementara dikang diperluas menjadi lantai hangat. Di Korea, sistem ondol, yang berarti โ€œbatu hangat,โ€ menggunakan saluran di bawah lantai untuk menyalurkan asap dari tungku dapur sehingga memanaskan batu datar yang memancarkan panas ke ruangan. Seiring waktu, sistem ondol beradaptasi dengan penggunaan batu bara dan kemudian beralih menjadi sistem berbasis air pada abad ke-20, dan tetap menjadi sistem pemanasan umum di bangunan Korea.[3]

Pemanasan Radiasi

sunting

Pemanasan radiasi adalah teknologi untuk memanaskan area dalam dan luar ruangan dengan memanfaatkan prinsip transfer energi radiasi dari sumber panas ke objek. Contoh sederhana dari pemanasan radiasi dapat diamati setiap hari melalui hangatnya sinar matahari. Desain pemanasan radiasi sering dianggap sebagai pengganti pemanasan konveksi konvensional dan juga sebagai cara untuk menyediakan pemanasan di luar ruangan yang terbatas.

Pendinginan Radiasi

sunting

Pendinginan radiasi menggunakan permukaan yang didinginkan untuk menghilangkan panas sensibel, terutama melalui radiasi dan hanya sebagian melalui konveksi. Sistem radiasi yang menggunakan air untuk mendinginkan permukaan adalah contoh sistem hidronik. Tidak seperti sistem โ€œall-airโ€ yang mendinginkan udara secara langsung, sistem radiasi hidronik mengalirkan air dingin melalui pipa yang dipasang pada lantai atau langit-langit bangunan untuk menyediakan suhu yang nyaman, sementara sistem terpisah tetap menyediakan ventilasi, dehumidifikasi, dan pendinginan tambahan bila diperlukan.[4] Meskipun sistem radiasi lebih jarang digunakan dibanding sistem all-air, teknologi ini memiliki keunggulan tertentu pada beberapa aplikasi, termasuk kenyamanan termal dan efisiensi energi.[5]

Strategi Kontrol dan Pertimbangan

sunting

Sistem HVAC memerlukan kontrol yang tepat untuk menyuplai pemanasan atau pendinginan pada ruang. Strategi kontrol yang diterapkan bergantung pada jenis sistem HVAC dan menentukan konsumsi energi sistem tersebut.[6] Sistem radiasi berbeda dari sistem lainnya dalam mekanisme perpindahan panas dan potensi risiko kondensasi, sehingga memerlukan strategi kontrol yang disesuaikan untuk mengatasi karakteristik unik ini. Pertimbangan tambahan termasuk kapasitas massa termal tinggi dan risiko kondensasi ketika permukaan didinginkan terlalu rendah, sehingga kontrol kelembapan yang cermat menjadi penting.

Rujukan

sunting
  1. ^ a b c ISO. (2012). ISO 11855:2012โ€”Building environment design-Design, dimensioning, installation and control of embedded radiant heating and cooling systems. International Organization for Standardization.
  2. ^ Building environment design. Design, test methods and control of hydronic radiant heating and cooling panel systems, BSI British Standards, diakses tanggal 2025-11-02
  3. ^ Bean, R.; Olesen, B. W.; Kim, K. W. (2010). "Part 1: History of Radiant Heating & Cooling Systems". ASHRAE Journal, 52(1), 40-42, 44, 46-47.
  4. ^ Neymark, J.; Kennedy, M.; Judkoff, R.; Gall, J.; Knebel, D.; Henninger, R.; Witte, M.; Hong, T.; McDowell, T. (2016-03-01). "Airside HVAC BESTEST. Adaptation of ASHRAE RP 865 Airside HVAC Equipment Modeling Test Cases for ASHRAE Standard 140. Volume 1, Cases AE101-AE445".
  5. ^ Stetiu, Corina (1999-06-01). "Energy and peak power savings potential of radiant cooling systems in US commercial buildings". doi:10.1016/s0378-7788(98)00080-2.
  6. ^ Vakiloroaya, Vahid; Samali, Bijan; Fakhar, Ahmad; Pishghadam, Kambiz (2014-01-01). "A review of different strategies for HVAC energy saving". Energy Conversion and Management. 77: 738โ€“754. doi:10.1016/j.enconman.2013.10.023. ISSNย 0196-8904.

๐Ÿ“š Artikel Terkait di Wikipedia

Kang (alat pemanas)

influences Chinese ancient culture Robert Bean, Bjarne W. Olesen, Kwang Woo Kim, History of Radiant Heating and Cooling Systems. ASHRAE Journal, January 2010

Isolasi bangunan

Deal: energy saving for your home - GOV.UK". direct.gov.uk. Reduce Your Heating Bills This Winter โ€“ Overlooked Sources of Heat Loss in the Home Diarsipkan