📑 Table of Contents
Lukisan Raijin oleh Katsushika Hokusai

Raijin adalah salah satu dewa tertua di antara semua dewa dalam agama Shinto. Menurut agama Shinto, banyak nama dewa yang mewakili kekuatan alam semesta dan eksistensi yang berbeda, seperti halnya Raijin, dipercayai sebagai dewa petir, dewa guntur, cahaya, dan badai bagi kepercayaan orang-orang Jepang. Raijin memiliki nama lain yang meliputi kaminari-sama/ dewa gemuruh ( ้›ท ๆง˜ ), raiden sama/ dewa petir dan gemuruh (้›ท้›ป ๆง˜), narukami sama/ dewa yang gemilang (้ณด ใ‚‹ ็ฅž), dan yakusa no ikazuchi no kami/ dewa bencana dan badai (ๅŽ„็ฝ ใฎ ้›ท ใฎ ็ฅž).[1]

Asal-usul

sunting

Raijin adalah keturunan langsung dari Izanagi (ayah) dan Izanami (ibu), dua dewa yang turun dari surga untuk menciptakan pulau-pulau di Jepang. Ia lahir dari mayat Izanami yang terbakar ketika sedang berada di yomi (dunia bawah yang penuh kegelapan dan kematian) tepat setelah selesainya penciptaan Negara Jepang. Ia memiliki seorang anak, Raitaro, yang juga merupakan dewa guntur dan mempunyai saudara dari dewa-dewa penting Jepang lainnya, seperti Tsukuyomi, Amaterasu, dan Susanoo serta kakak dewa api yaitu Kagutsuchi.[2]

Ia digambarkan pada banyak ilustrasi kesenian sebagai sosok yang besar dan berotot, mempunyai kulit merah berapi yang memperkuat karakter iblisnya, memiliki wajah dengan ekspresi yang menyeramkan dan memungkinkan untuk melepaskan semua kekejaman, serta membawa biantang peliharaan bernama Raiju yang berwujud bola api.[3] Terkadang ia digambarkan dengan dua tanduk, sementara di sebagian gambar lainnya hanya memiliki rambut panjang yang berdiri tegak. Selain itu, banyak juga ditemukan gambar Raijin menunjukkan tiga jari di masing-masing tangannya. Tiga jari tersebut masing-masing mewakili masa lalu, sekarang dan masa depan.[4] Ia dilengkapi dengan hiasan ornamen persenjataan berupa dua palu bermata dua yang dapat dipukul pada drum yang melingkari bagian belakang tubuhnya untuk menciptakan gemuruh petir.[2]

Mitos

sunting

Menurut berbagai cerita rakyat Jepang kuno, Ia adalah salah satu dewa yang paling ditakuti, karena terkenal sering memburu dan memakan pusar dari anak-anak kecil. Ketika terjadi badai atau terdengar suara guntur, orang tua zaman dahulu sering memberi tahu anak-anak mereka agar menyembunyikan pusar mereka untuk melindungi diri dari kedatangan Raijin yang sedang lapar.[5][6]

Namun Raijin bagi sebagian orang tetap dihormati dan disembah. Pada musim kemarau, para petani di Jepang memohon dan berdoa kepada Raijin agar dapat menurunkan hujan dan guntur. Dikatakan bahwa petir oleh Dewa Raijin, ketika menghantam tanaman, akan menghasilkan kesuburan tanah yang berlimpah sehingga sangat membantu petani untuk mempersiapkan masa panen di ladang-ladang mereka.[1]

Raijin adalah bagian penting dari kehidupan dan budaya orang-orang Jepang. Selain dipandang sebagai oni atau iblis, pembawa kemakmuran, mereka memandang Raijin sebagai roh yang baik. Raijin sering disandingkan dengan Fujin-dewa pengendali angin dalam seni tradisional Jepang. Mereka juga dianggap sebagai pelindung di banyak kuil dan tempat pemujaan. Beberapa penggambarannya yang paling terkenal adalah pada patung penjaga pintu gerbang di Kuil Sensoji Asakusa, Tokyo[7] serta di bangunan Sanjusangen-do, sebuah kuil Buddha di Kyoto dan dianggap sebagai karya seni Jepang yang paling diminati.[2]

Referensi

sunting
  1. ^ a b "Raijin". Mythopedia (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2020-06-22.
  2. ^ a b c Paternoster, Michaรซl da Silva (2019-04-28). "Raijin and Fujin: the Japanese gods of thunder and wind". Nipponrama (dalam bahasa Inggris (Britania)). Diakses tanggal 2020-06-22.
  3. ^ "RAIJIN - the Shinto God of Storms (Japanese mythology)". Godchecker - Your Guide to the Gods. Diakses tanggal 2020-06-22.
  4. ^ "Raijin - Japanese Thunder God". Mythology.net (dalam bahasa American English). 2016-10-17. Diakses tanggal 2020-06-22.
  5. ^ Writers, YABAI. "Raijin: Japan's God of Lightning | YABAI - The Modern, Vibrant Face of Japan". YABAI. Diakses tanggal 2020-06-22.
  6. ^ "Raijin And Fujin: Fearsome Japanese Gods of Nature". Japan Talk. Diakses tanggal 2020-06-22.
  7. ^ "Raijin ้›ท็ฅž and Fujin ้ขจ็ฅž the God of Thunder and the God of Wind". www.fukainihon.org. Diarsipkan dari asli tanggal 2020-06-23. Diakses tanggal 2020-06-22.

๐Ÿ“š Artikel Terkait di Wikipedia

Raijin-2

Raijin-2 (Rising-2) adalah mikro-satelit Jepang diluncurkan pada 2014. Satelit itu dibangun di sekitar diameter 10ย cm. RISING-2 mission equipment Diarsipkan

Final Fantasy VIII

digunakan pada permainan Final Fantasy. Desain ini adalah Edea, Fujin, dan Raijin. Dua paling akhir pada awalnya didesain untuk digunakan pada Final Fantasy

Kintarล

(wanita dari gunung, atau yamamba) yang hamil akibat perbuatan dewa petir Raijin. Kisah lain mengatakan, ibunya melahirkan bayi Kintaro dari hasil hubungannya

Raijลซ

Jepang, dan terbentuk dari elemen petir. Makhluk ini merupakan pendamping Raijin, dewa petir Shinto. Menurut catatan sumber, Raijลซ memiliki bentuk tubuh

Fลซjin

dewa Fลซjin sering digambarkan sedang bersama dengan Raijin, dewa petir dan guntur Jepang. "Raijin And Fujin: Fearsome Japanese Gods of Nature". Japan

Legend of the Galactic Heroes

other animation studios: Season 1: Madhouse, AIC, E&G Films, I.G Tatsunoko, Raijin Film, Studio Look, Watanabe Promotion, and Bebow Season 2 & 3: Artland,

Megumi Hayashibara

(Himiko Shinobibe) YuYu Hakusho (Fukumen, Genkai (remaja)) Zettai Muteki Raijin-Oh (Yลซ Izumi, Ruruko Himeki, Faruzebu, Kozue Yamaguchi, Hichล's mother,

Rica Matsumoto

Tensai Bakabon Leon - Pygmalio 1991 Aiko Shimada / Hyuga Jin - Zettai Muteki Raijin-Oh Julian - Moero! Top Striker Kanemochi Seii - Marude Dameo Sonia Field