Restorasi Meiji
Bagian dari akhir periode Edo
Potret Kaisar Meiji pada tahun 1880
Namaย asli ๆ˜Žๆฒป็ถญๆ–ฐ
(Meiji Ishin)
Tanggal3 Januari 1868
LokasiJepang
Hasil

Restorasi Meiji (ๆ˜Žๆฒป็ถญๆ–ฐ, Meiji Ishin), yang pada saat itu disebut sebagai Restorasi Terhormat (ๅพก็ถญๆ–ฐ, Goishin), dan juga dikenal sebagai Renovasi, Revolusi, Regenerasi, Reformasi, atau Pembaharuan Meiji, adalah peristiwa politik yang memulihkan kekuasaan kekaisaran praktis di Jepang pada tahun 1868 di bawah Kaisar Meiji. Peristiwa ini terjadi tidak lama setelah dibukanya kembali Negara Jepang dari Politik Isolasi, yaitu kebijakan untuk menutup Negara dari pengaruh-pengaruh dunia luar dan tidak melakukan interaksi dengan negara-negara lain. Politik Isolasi ini terjadi setelah masuknya bangsa Eropa dan berkembangnya ajaran agama Kristen di Negara Jepang. Ajaran agama Kristen sangat bertolak belakang dengan ajaran Shinto yang dianut orang masyarakat dan pemerintahan Jepang. Meskipun ada kaisar yang berkuasa sebelum Restorasi Meiji, peristiwa ini memulihkan kemampuan praktis dan mengkonsolidasikan sistem politik di bawah Kaisar Jepang.[1] Tujuan dari pemerintahan yang dipulihkan diungkapkan oleh kaisar baru dalam Piagam Sumpah.

Restorasi menyebabkan perubahan besar dalam struktur politik dan sosial Jepang dan mencakup akhir periode Edo (sering disebut Bakumatsu) dan awal zaman Meiji, di mana pada saat itu Jepang dengan cepat melakukan industrialisasi dan mengadopsi ide-ide dan metode produksi dari Barat.

Aliansi Sat-cho melawan keshogunan

sunting

Pembentukan aliansi antara pemimpin Domain Satsuma dan Kido Takayoshi pemimpin Domain Choshu merupakan titik awal restorasi Meiji. Keduanya mendukung Kaisar Kลmei (ayah Kaisar Meiji). Aliansi ini dicetuskan oleh Sakamoto Ryoma, dengan tujuan melawan Keshogunan Tokugawa dan mengembalikan kekuasaan kepada Kaisar. Pada 3 Februari 1867, Kaisar Meiji naik tahta setelah wafatnya Kaisar Kลmei pada 30 Januari 1867. Semasa Restorasi Meiji, feodalisme Jepang secara perlahan-lahan digantikan oleh ekonomi pasar dan menjadikan Jepang sebagai negara yang dipengaruhi negara-negara Barat hingga kini.

Berakhirnya keshogunan

sunting
Foto Kaisar Meiji. Cetakan perak albumen. Uchida Kuichi adalah satu-satunya fotografer yang diberi kesempatan oleh Kaisar Meiji untuk memotretnya, dan pada tahun 1872 Uchida memotret Kaisar dan Permaisuri Haruko dengan pakaian kebesaran dan pakaian sehari-hari. Pada tahun 1873, Uchida kembali memotret Kaisar, yang kali ini mengenakan pakaian militer, dan foto dari sesi pemotretan ini menjadi foto kekaisaran resmi (Ishii dan Iizawa). Salinan foto resmi tersebut didistribusikan di antara kepala negara asing dan kantor pemerintahan daerah Jepang, tetapi penjualan pribadinya dilarang. Meskipun demikian, banyak salinan foto tersebut dibuat dan diedarkan di pasaran.

Keshogunan Tokugawa secara resmi berakhir pada 9 November 1867 ketika Shogun Tokugawa ke-15, Tokugawa Yoshinobu "menyerahkan kekuasaan prerogatifnya kepada Kaisar". Sepuluh hari kemudian Yoshinobu mengundurkan diri dari jabatannya sebagai kepala negara. Peristiwa ini merupakan titik awal "restorasi" kekuasaan kaisar (Taisei Hลkan), meskipun Yoshinobu masih tetap memiliki kekuasaan yang signifikan.

Tidak lama kemudian pada Januari 1868, pecah Perang Boshin (Perang Tahun Naga) yang diawali dengan Pertempuran Toba-Fushimi. Dalam pertempuran itu, tentara Domain Choshu dan tentara Domain Satsuma mengalahkan tentara mantan keshogunan. Kekalahan tersebut memungkinkan Kaisar Meiji mencopot semua kekuasaan yang dimiliki Yoshinobu, dan restorasi secara resmi dapat dimulai. Pada 3 Januari 1869, Kaisar mengeluarkan deklarasi formal tentang pengembalian kekuasaan ke tangannya:

Kaisar Jepang mengumumkan kepada semua kepala negara dari negara-negara asing beserta tundukan mereka bahwa izin telah diberikan kepada Shogun Tokugawa Yoshinobu untuk mengembalikan kekuasaan pemerintah sesuai dengan permintaannya sendiri. Mulai saat ini kami akan melaksanakan kekuasaan tertinggi untuk urusan-urusan dalam dan luar negeri dari negara ini. Maka dari itu, semua penyebutan Taikun dalam perjanjian-perjanjian yang telah dibuat harus diganti dengan perkataan Kaisar. Para pejabat sedang ditunjuk oleh kami untuk melaksanakan urusan-urusan luar negeri. Perwakilan-perwakilan dari negara-negara penandatangan traktat hendaknya memaklumi pengumuman ini.

โ€”โ€Š3 Januari 1869
Mutsuhito, [1]

Sejumlah petinggi keshogunan mengajak tentaranya melarikan diri ke Hokkaido, dan mencoba mendirikan negara merdeka bernama Republik Ezo. Namun tentara yang setia kepada kekaisaran mengakhiri upaya mereka dalam Pertempuran Hakodate di Hokkaido, Mei 1869. Kekalahan tentara mantan keshogunan yang dipimpin oleh Enomoto Takeaki dan Hijikata Toshizล menandai tamatnya Keshogunan Tokugawa dan pemulihan sepenuhnya kekuasaan di tangan Kaisar.

Penyebab

sunting
Kaisar Meiji Agung yang masih muda bertemu dengan perwakilan negara-negara asing pada akhir Perang Boshin, 1868-1870

Penyebab Restorasi Meiji begitu banyak. Jepang baru menyadari betapa terbelakangnya mereka dibandingkan negara-negara lainnya di dunia setelah datangnya Komodor Amerika Serikat Matthew C. Perry yang memaksa Jepang membuka pelabuhan-pelabuhan untuk kapal-kapal asing yang ingin berdagang. Komodor Perry datang ke Jepang menaiki kapal super besar yang dilengkapi persenjataan dan teknologi yang jauh lebih superior dibandingkan milik Jepang saat itu. Para pemimpin Restorasi Meiji bertindak atas nama pemulihan kekuasaan kaisar untuk memperkuat Jepang terhadap ancaman kekuatan-kekuatan kolonial waktu itu. Kata Meiji berarti kekuasaan pencerahan dan pemerintah waktu itu bertujuan menggabungkan "kemajuan Barat" dengan nilai-nilai "Timur" tradisional.[2] Para pemimpin utama, pembantu kaisar pada waktu itu di antaranya: Itล Hirobumi, Matsukata Masayoshi, Kido Takayoshi, Itagaki Taisuke, Yamagata Aritomo, Mลri Arinori, ลŒkubo Toshimichi, and Yamaguchi Naoyoshi. Meskipun secara resmi kekuasaan negara berada di tangan kaisar, kekuatan politik hanya bergeser dari Keshogunan Tokugawa ke sebuah oligarki. Sebagian besar kekuasaan berada di tangan pemimpin elite dari Provinsi Satsuma (ลŒkubo Toshimichi, Saigล Takamori) dan Provinsi Chลshลซ (Itล Hirobumi, Yamagata Aritomo, dan Kido Takayoshi). Mereka mempertahankan praktik-praktik kekuasaan kaisar yang lebih tradisional, dan menempatkan Kaisar Jepang sebagai satu-satunya otoritas spiritual negeri dan para menteri yang memerintah atas nama kaisar.

Dampak

sunting
Alegori perkelahian antara paham baru melawan paham lama. Lukisan awal zaman Meiji, sekitar tahun 1870.

Restorasi Meiji mengakselerasi industrialisasi di Jepang yang dijadikan modal untuk kebangkitan Jepang sebagai kekuatan militer pada tahun 1905 di bawah slogan "Negara Makmur, Militer Kuat" (ๅฏŒๅ›ฝๅผทๅ…ต, fukoku kyลhei)

Pemerintah Oligarki Meiji yang bertindak atas nama kekuasaan kaisar memperkenalkan upaya-upaya mengonsolidasi kekuasaan untuk menghadapi sisa-sisa pemerintahan zaman Edo, keshogunan, daimyo, dan kelas samurai.

Pada tahun 1868, semua tanah feodal milik Keshogunan Tokugawa disita dan dialihkan di bawah "kendali kekaisaran". Tindakan ini sekaligus menempatkan mereka di bawah kekuasaan pemerintahan baru Meiji. Pada tahun 1869, daimyo Domain Tosa, Domain Hizen, Domain Satsuma, dan Domain Chลshลซ yang telah berjasa melawan kekuasaan keshogunan, dibujuk untuk mau "mengembalikan domain mereka kepada kaisar." Daimyo lainnya juga selanjutnya diperintahkan untuk melakukan hal yang sama. Dengan adanya penghapusan wilayah domain, maka untuk pertama kalinya tercipta pemerintahan Jepang yang terpusat dan berkuasa di semua wilayah negeri.

Pada tahun 1871, semua daimyo dan mantan daimyo dipanggil untuk menghadap kaisar untuk menerima perintah pengembalian semua domain kepada kaisar. Sekitar 300 domain (han) diubah bentuknya menjadi prefektur yang dipimpin oleh gubernur yang ditunjuk oleh negara. Pada tahun 1888, beberapa prefektur telah berhasil dilebur menjadi satu sehingga jumlah prefektur menciut menjadi 75 prefektur. Kepada mantan daimyo, pemerintah berjanji untuk menggaji mereka sebesar 1/10 dari pendapatan bekas wilayah mereka sebagai penghasilan pribadi. Selanjutnya, utang-utang mereka berikut pembayaran gaji serta tunjangan untuk samurai diambil alih oleh negara.

Lihat pula

sunting

Referensi

sunting
  1. ^ Dikutip dan diterjemahkan oleh Sir Ernest Satow dalam buku "A Diplomat In Japan", p.353, ISBN 978-1-933330-16-7
  2. ^ Hunt, Lynn, Thomas R. Martin, Barbara H. Rosenwein, R. Po-chia Hsia et al.. The Making of the West, Peoples and Cultures. Vol. C. 3rd ed. Boston: Bedford/ St. Martin's, 2009. 712-13.

Bacaan selanjutnya

sunting
  • Akamatsu, Paul (1972). Meiji 1868: Revolution and Counter-Revolution in Japan. New York: Harper & Row. hlm.ย 1247.
  • Beasley, William G., . (1972). The Meiji Restoration. Stanford: Stanford University Press. ;
  • Beasley, William G. (1995). The Rise of Modern Japan: Political, Economic and Social Change Since 1850. New York: St. Martin's Press.
  • Craig, Albert M. (1961). Chลshลซ in the Meiji Restoration. Cambridge: Harvard University Press.
  • Jansen, Marius B. (1986). Japan in Transition: From Tokugawa to Meiji. Princeton: Princeton University Press.
  • Jansen, Marius B. (2000). The Making of Modern Japan. Cambridge: Harvard University Press.
  • Murphey, Rhoads (1997). East Asia: A New History. New York: Addison Wesley Longman.
  • Satow, Ernest Mason. A Diplomat in Japan. ISBNย 4-925080-28-8.
  • Wall, Rachel F. (1971). Japan's Century: An Interpretation of Japanese History since the Eighteen-fifties. London: The Historical Association.
  • Breen, John, 'The Imperial Oath of April 1868: ritual, power and politics in Restoration Japan', Monumenta Nipponica,51,4 (1996)
  • Francisco Barberan & Rafael Domingo Osle, Codigo civil japones. Estudio preliminar, traduccion y notas (2 ed. Thomsons Aranzadi, 2006).
  • Harry D. Harootunian, Toward Restoration (Berkeley: University of California Press, 1970), "Introduction", pp 1 โ€“ 46; on Yoshida: chapter IV "The Culture of Action โ€“ Yoshida Shลin", pp 184 โ€“ 219).
  • Najita Tetsuo, The Intellectual Foundations of Modern Japanese Politics (Chicago & London: University of Chicago Press), chapter 3: "Restorationism in Late Tokugawa", pp 43 โ€“ 68.
  • H. Van Straelen, Yoshida Shลin, Forerunner of the Meiji Restoration: A Biographical Study (Leiden: E. J. Brill, 1952).
  • David M. Earl, Emperor and Nation in Japan (Seattle: University of Washington Press, 1972), on Yoshida: "Attitude toward the Emperor/Nation", pp 161 โ€“ 192. Also pp.ย 82 โ€“ 105.
  • Marius B Jansen, Sakamoto Ryลma and the Meiji Restoration (New York: Columbia University Press, 1994) especially chapter VIII: "Restoration", pp 312 โ€“ 346.
  • W. G. Beasley, The Meiji Restoration (Stanford, California: Stanford University Press, 1972), especially chapter VI: "Dissenting Samurai", pp 140 โ€“ 171.
  • Conrad Totman, "From Reformism to Transformism, bakufu Policy 1853โ€“1868", in: T. Najita & V. J. Koshmann, Conflict in Modern Japanese History (New Jersay: Princeton University Press, 1988), pp.ย 62 โ€“ 80.
  • Jansen, Marius B.: The Meiji Restoration, in: Jansen, Marius B. (ed.): The Cambridge history of Japan, Volume 5: The nineteenth century (New York: Cambridge UP, 1989), pp.ย 308โ€“366.

Pranala luar

sunting

๐Ÿ“š Artikel Terkait di Wikipedia

Restorasi

(1815) Restorasi (Peru) (1839โ€“1841), juga disebut Restorasi Peru Perang Restorasi Dominika (1863โ€“1865) Restorasi Meiji (1868) di Jepang Restorasi (Spanyol)

Restorasi Bourbon

Restorasi Bourbon adalah periode sejarah Prancis di mana House of Bourbon kembali berkuasa setelah kejatuhan pertama Napoleon pada 3 Mei 1814. Disela

Jepang

ditumbangkan, kekuasaan dikembalikan ke tangan kaisar (Restorasi Meiji) dan sistem domain dihapus. Semasa Restorasi Meiji, Jepang mengadopsi sistem politik, hukum

Restorasi hutan

Restorasi hutan adalah proses untuk menghidupkan kembali ekosistem hutan yang telah mengalami kerusakan, degradasi, atau bahkan kehilangan. Proses ini

Badan Restorasi Gambut dan Mangrove

Badan Restorasi Gambut dan Mangrove (disingkat BRGM) adalah salah satu bekas Lembaga Nonstruktural yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Presiden

Badan Restorasi Gambut

Badan Restorasi Gambut (disingkat BRG) adalah bekas lembaga nonstruktural Indonesia. BRG berperan dalam kordinasi dan penyediaan fasilitas restorasi gambut

Restorasi Kenmu

Restorasi Kenmu (ๅปบๆญฆใฎๆ–ฐๆ”ฟcode: ja is deprecated , Kenmu no shinsei, Pemerintah baru Kanmu) adalah periode sejarah Jepang yang berlangsung antara tahun 1333

Restorasi Stuart

Restorasi kerajaan Inggris dimulai pada tahun 1660 ketika monarki Inggris, Skotlandia, dan Irlandia direstorasi di bawah Charles II setelah Interregnum