Sketsa penampang yang menunjukkan perkembangan cekungan busur belakang saat terjadi rifting secara longitudinal.

Cekungan busur belakang (bahasa Inggris: back-arc basins) adalah fitur geologi, cekungan submarin yang berasosiasi dengan busur kepulauan dan zona subduksi. Mereka ditemukan di beberapa batas lempeng konvergen, yang saat ini terkonsentrasi di Samudra pasifik bagian barat. Sebagian besar dari mereka terbentuk akibat gaya tensional yang disebabkan oleh pemutaran kembali (rollback) palung samudra ( palung samudra menujam ke arah berlawanan) dan runtuhnya ujung benua. Kerak dari busur berada di bawah gaya ekstensi (rifting) sebagai hasil dari pengerutan lempeng. Adanya cekungan busur belakang awalnya sangat tidak diduga oleh para pemikir di bidang lempeng tektonik, yang lebih mengira bahwa batas-batas konvergen merupakan zona kompresi, bukan zona ekstensi.

Referensi

sunting
  • Uyeda S (1984). "Subduction zones; their diversity, mechanism and human impact". GeoJournal 8 (1): 381โ€“406. doi:10.1007/BF00185938
  • Taylor, Brian. (1995). Backarc Basins: Tectonics and Magmatism. New York: Plenum Press. ISBN 978-0-306-44937-6; OCLC 32464941

Lihat juga

sunting


๐Ÿ“š Artikel Terkait di Wikipedia

Tektonika lempeng

lempeng bergerak menjauh satu sama lain. Mid-oceanic ridge dan zona retakan (rifting) yang aktif adalah contoh batas divergen Batas konvergen/destruktif

Teluk Meksiko

A.D., and D.L. Harry (2012) Wilson cycles, tectonic inheritance, and rifting of the North American Gulf of Mexico continental margin. Geosphere. 8(1):GES00725

Siksakubur (album)

hentakan yang meledak-ledak dengan rifting dramatis duo gitaris Andre dan Baken melalui permainan dark and roll rifting serta memperkenalkan karakter vokalis

Gunung Colo

bahkan lebih. Gunung Colo diperkirakan terbentuk akibat rifting by subduction rollback. Rifting ini terjadi pada daerah Teluk Tomini yang merupakan implikasi

Jibuti

Vincent; Gruszow, Sylvie; Gillot, Pierre-Yves (1997). "Propagation of rifting along the Arabiaโ€Somalia plate boundary: The gulfs of Aden and Tadjoura"

Lempeng Indo-Australia

disebut juga sebagai gondwana. Pada awal cretaceous keduanya terpisah akibat rifting. Penyebaran dasar lautan memisahkan benua-benua itu satu sama lain. Produk

Basal banjir

bahwa mereka disebabkan oleh kombinasi dari keretakan benua (continental rifting) dan pelelehan dekompresi yang terkait. Bulu mantel juga mengalami dekompresi

Deccan Traps

India. Penipisan kerak regional memberikan dukungan bagi teori peristiwa rifting ini dan kemungkinan telah mendorong naiknya bulu mantel di area tersebut