Rinarium kucing.

Rinarium (Neo-Latin, "milik hidung"; jamak: rinaria)[1] adalah permukaan kulit tanpa bulu yang mengelilingi bukaan luar lubang hidung pada banyak mamalia. Umumnya kata ini merujuk kepada ujung moncong. Secara informal, biasanay rinarium dirujuk sebagai "moncong basah" atau "hidung basah" karena permukaannya lembap pada beberapa spesies: contohnya, anjing dan kucing sehat.[2]

Pranala luar

sunting

Referensi

sunting
  1. ^ "rhinarium, -arium". Webster's Third New International Dictionary (Edisi Unabridged). Encyclopædia Britannica, Inc. 1986.
  2. ^ Ankel-Simons, Friderun (2010). Primate anatomy: an introduction. San Diego: Academic Press. hlm. 392. ISBN 9780080469119. In most mammals we find a moist and shiny glandular area around the nostrils....

📚 Artikel Terkait di Wikipedia

Lemur

Sebagaimana semua primata strepsirrhini, mereka memiliki "hidung basah" (rinarium). Lemur umumnya adalah primata strepsirrhini yang paling sosial, hidup

Bdeogale

empat jari simetris, telinga yang bundar, dan moncong yang tumpul dengan rinarium bulat. Genus ini mencakup empat spesies yang semuanya merupakan hewan terestrial

Harimau tasmania

yang besar, yang akan melebar seiring bertambahnya usia. Mereka memiliki rinarium (ujung hidung) yang "telanjang". Tulang belakangnya cukup seimbang, dan

Paradoxurus

1822. Spesies anggotanya memiliki kepala lebar, moncong sempit dengan rinarium besar yang sangat dalam di bagian tengah. Telinga besar mereka membulat

Oreng

basah. Meski demikian, primata seperti lemur masih menggunakan filtrum dan rinarium sebagai pembantu penciuman, tidak seperti monyet dan kera. Studi terhadap

Setan tasmania

yang mendapat asupan nutrisi berkembang dengan cepat. Pada minggu kedua, rinarium menjadi khas dan berpigmen tebal. Pada usia 15 hari, bagian luar telinga

Wombat hidung berbulu selatan

babi. Hewan ini mendapat nama umumnya dari rambut-rambut yang menutupi rinariumnya. Groves, Colin P. (16 November 2005). "Order Diprotodontia (pp. 43-70)"