Rudi Taran
Informasi pribadi
Lahir
Rudi Tjong

6 Juni 1937 (umurย 88)
Piru, Seram Bagian Barat, Maluku
KebangsaanIndonesia
AlmamaterAkademi Angkatan Udara (1963)
Karier militer
Pihakย Indonesia
Dinas/cabang TNI Angkatan Udara
Masaย dinas1960 โ€“ 1990
Pangkat Marsekal Pertama
SatuanKorps Penerbang
Sunting kotak info
Sunting kotak infoย โ€ข Lย โ€ข B
Bantuan penggunaan templat ini

Marsekal Pertama TNI (Purn.) Rudi Taran (lahir 6 Juni 1937) atau lebih dikenal dengan nama Rudi "Tarantula" Taran, adalah seorang Purnawirawan perwira tinggi Tentara Nasional Indonesia Angkatan Udara (TNI-AU). Ia merupakan Penerbang tempur legendaris yang pernah dimikili TNI Angkatan Udara. Rudi merupakan Komandan Wing 300 Buru Sergap Kohanudnas Terakhir.[1] Jabatan terakhir yang diembannya adalah Kepala Dinas Komunikasi dan Elektronika TNI AU.[2][3]

Kehidupan pribadi

sunting

Pada masa kecilnya, Rudi memiliki nama panggilan "Rudi Tjong". Tahun 1958 adalah tahun paling berkesan bagi dirinya yang saat itu sudah kelas II di SMA. Sebuah saat yang nantinya mengubah jalan hidupnya menjadi penerbang tempur. Pada masa itu, Ambon sedang dilanda banyak kerusuhan akibat pemberontakan PERMESTA. AURI mengirimkan pesawat-pesawat P-51 Mustang untuk ikut dalam operasi penumpasan pemberontakan tersebut. Saat pesawat-pesawat tersebut mendarat di Kota Ambon, maka beramai-ramailah orang menonton pesawat tersebut. โ€œWah, huebat bisa terbangโ€ begitu kira-kira komentar Rudi muda yang saat itu ikut berdesak-desakan menonton. Sejak saat itu, tekadnya bulat untuk menjadi penerbang tempur.

Karier Militer

sunting

Setelah lulus SMA pada tahun 1959, Rudi dengan 4 orang temannya berangkat ke Jawa dengan kapal bermaksud mengikuti ujian masuk Sekolah Penerbang AURI. Pada tanggal 4 Januari 1960, para pendaftar pun dikumpulkan di Jalan Budi Kemuliaan No.11, yang waktu itu berdiri RS Kebidanan. Dari lima orang tersebut, hanya Rudi yang lolos seleksi penerbang. Satu orang lulus ke sekolah navigator, dan yang lain gagal. Rudi dengan 75 calon siswa penerbang lainnya dikirim ke Margahayu, Bandung untuk mendapatkan pendidikan dasar kemiliteran selama 10 bulan. Selesai latihan tersebut, mereka dikirim ke Yogyakarta. Di sana, mereka langsung dibagi menjadi 2 kelompok. 55 siswa, di antaranya Rudi, masuk ke dalam Angkatan Cakra III yang akan belajar di Cekoslovakia, dan 20 siswa lainnya akan masuk Sekolah Penerbang AURI di Maguwo, Yogyakarta.

Para siswa Cakra III ini pada awalnya dididik di kota Trencin. Mereka menggunakan pesawat Z-126 untuk tingkat mula, dan Yak-11 untuk tingkat dasar. Sedangkan tingkat lanjut, mereka harus pindah ke Kota Pzerov dengan pesawat Mig-15 UTI. Karena kebutuhan Operasi Trikora, maka penerbang yang cepat menguasai pelajaran lebih cepat pulang ke Indonesia. Mereka adalah Firman Tirtokusumo, Zainudin Zikado, JJ Usmani, M. Syafii, Beni Yoseph, Isbandi Gondosuwignyo, Dibyo Purwodirodjo, Basri Hamid, Jan Ratulangi, Tasrikin, Immanuel Sudarmadi, Wofkar Usmani, dan Rudi Taran.

Dalam sejarah pendidikan konversi di pesawat F-5 TNI AU, Rudi Taran merupakan siswa tertua. Ia mulai belajar terbang dengan F-5 ketika sudah berpangkat Kolonel (Pnb). Walaupun Skadron Udara 14 sebenarnya tidak kekurangan penerbang, Rudi Taran yang kala itu menjabat sebagai Komandan Wing 300 Kohanudnas terpanggil untuk belajar terbang dengan pesawat F-5 demi merasakan perjuangan para anak buahnya. Mantan Penerbang MiG-21 Fishbed dan pelaku operasi โ€œGanyang Malaysiaโ€ ini akhirnya berhasil terbang solo dan menyandang Eagle 08 dengan nickname โ€œTarantulaโ€. Rudi Taran yang terakhir berpangkat Marsekal Pertama (Marsma) juga merupakan keturunan Tionghoa pertama yang berhasil menjadi penerbang jet tempur Indonesia.[4]

Riwayat jabatan

sunting
  • Danwing Tempur 300 (1980-1985)
  • Kepala Dinas Komunikasi dan Elektronika TNI AU

Referensi

sunting

๐Ÿ“š Artikel Terkait di Wikipedia

Wing Udara 3.2 Tempur (Lanud Iswahjudi)

300 Buru Sergab Kohanudnas Letkol Udara Urip Saroso (1961) Letkol Pnb Rudi Taran (1980-1985)โญโญ Diaktifkan Kembali dan Bernama Wing Udara 3 Lanud Iswahjudi

Komando Pertahanan Udara Nasional

TNI Didik Pujo Indarto Asisten Pertahanan Udara Matra Daratย : Brigjen TNI Rudi Ragil Sang Putra Asisten Pertahanan Udara Matra Lautย : Laksma TNI Arief Budiman

Skadron Udara 15

Kapten Udara Ateng S. (1969-1971) Mayor Pnb Isbandi (1971-1973) Mayor Pnb Rudi Taran (1973-1976)โญ Mayor Pnb Rilo Pambudi (1976-1978)โญโญโญโญ Mayor Pnb Eko Suwarjo

Daftar tokoh militer Indonesia

E. Martadinata R. Hartono Rais Abin Rasyid Qurnuen Aquary RM Soesalit Rudi Taran Roesmin Noerjadin Rudini Ryamizard Ryacudu Setia Purwaka Safzen Noerdin

Teuku Zulkarnaini

raya-bagaimana-kepemimpinan-ampon-bang Muhajir Al-Fairusy, Jovial Pally Taran, Said Syahrul rahmad, Rahmad Syah Putra, "Ampon Bang" (Teuku Zulkarnaini)

Daftar tokoh Maluku

Pertama TNI-AU (purn), Gladly Mailoa Marsekal Pertama TNI-AU (purn), Rudi Taran Jenderal Polisi, Listyo Sigit Prabowo Hitijahubessy Komisaris Jenderal

Daftar tokoh Tionghoa Indonesia

Nasional Indonesia dan mantan Duta Besar Indonesia untuk Tiongkok Rudi Taran, lahir Rudi Tjong, Marsekal Muda Tentara Nasional Indonesia Surya Margono, lahir