(2016) | |
| Biografi | |
|---|---|
| Kelahiran | 4 Februari 1952 Wonogiri |
| Kegiatan | |
| Pekerjaan | aktivis lingkungan, petani |
Penghargaan | |
Sadiman atau kerap dipanggil Mbah Sadiman (lahir 4 Februari 1952[1]) adalah pelestari lingkungan dan petani Indonesia. Ia berasal dari Wonogiri, Jawa Tengah dan dikenal karena telah menghijaukan lahan seluas kurang lebih 250 hektare di lereng selatan Gunung Lawu.[2][3] Sadiman menanami kawasan itu, tepatnya Bukit Gendol dan Bukit Ampyangan[1] dengan pohon beringin yang bertujuan untuk mengkonservasi sumber air. Kabupaten Wonogiri dikenal sebagai daerah yang sering mengalami kekeringan dan kesulitan air akibat curah hujan yang rendah, khususnya pada musim kemarau.[4] Atas jasanya itu, ia telah menerima sejumlah penghargaan, antara lain Kalpataru (2016),[5] Kick Andy Heroes Award (2016),[4] detikjateng-jogja Awards (2024),[6] dan Penghargaan 75 Tokoh Pamomong Jawa Tengah dari Suara Merdeka (2025).[1] Sejak berita tentang aktivismenya viral di tahun 2015, ia kerap menerima undangan ke luar kota.[5]
Biografi
suntingSadiman hidup bersama istri, anak, dan dua cucunya di Dusun Dali, Desa Geneng, Bulukerto, Wonogiri, Jawa Tengah.[5] Ia merupakan petani sederhana yang tinggal di sebuah rumah berukuran 9 x 6 meter dan berlantaikan tanah. Pekerjaannya sehari-hari adalah petani pengelola lahan tumpangsari yang dimiliki Perhutani. Jika tidak sedang dalam masa panen, Sadiman mencari penghidupan dengan menjual rumput untuk pakan ternak.[4]
Aktivitas konservasi
suntingSadiman telah memulai upaya penghijauan di hutan Bukit Gendol di Dusun Sobo, Desa Geneng, Kecamatan Bulukerto, Wonogiri[5] sejak tahun 1990-an.[4] Hal ini dilatari oleh kesulitan air yang sering dihadapi warga di sekitar desa tersebut. Selain itu, kebakaran yang melanda Gunung Lawu pada 1964 telah lama membuat perbukitannya gundul dan sungainya mengering.[3] Sadiman berinisiatif untuk menanam pohon-pohon kelompok beringin (Ficus), seperti beringin, ipik, dan elo yang dikenal mampu mempertahankan air dalam tanah.[1][4]
Harga tanaman beringin terhitung mahal bagi Sadiman, satu bibitnya bisa mencapai Rp50.000. Untuk memecahkan masalah ini, ia lalu membudayakan pembibitan nangka dan cengkih.[3] Dengan menjual atau menukar 10 bibit cengkih, ia mengaku bisa mendapatkan satu bibit beringin.[4] Selain menanam beringin, ia juga menanam kopi di Bukit Gendol sejak tahun 2022. Kopi yang ia pilih adalah kopi Jawa, kopi nangka, dan kopi arabika.[5] Jumlah pohon beringin dan pohon-pohon lain yang telah ia tanam di Bukit Gendol dan Ampyangan kurang lebih telah mencapai 11 ribu pohon.
Saat ini, stok air di dua bukit tersebut telah melimpah dan berhasil membantu 1.100 KK yang tinggal di wilayah sekitarnya. Mereka memanfaatkan air untuk konsumsi dan kebutuhan irigasi.[5] Para petani terbantu karena mereka bisa melakukan panen hingga 2-3 kali setahun dari sebelumnya yang hanya sekali dalam setahun. Selain itu, pohon-pohon tersebut juga membantu mencegah terjadinya erosi tanah di lereng Lawu. Dulu Sadiman bekerja sendiri dan sempat dianggap gila oleh warga,[3] tetapi kini ia mengaku telah banyak dibantu anak-anak muda yang peduli terhadap lingkungan.[1]
Sebagai bentuk penghormatan dan pengakuan atas jasa Sadiman, warga yang berhimpun dalam kelompok Gerakan Hijau Bumi (GHB) Wonogiri mengusulkan menamai hutan di Desa Geneng dengan nama Hutan Sadiman.[7]
Penghargaan
sunting- Solo Award dalam kategori Lingkungan Hidup (2015)[4]
- Penghargaan Kalpataru untuk kategori perintis lingkungan dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (2016)[1]
- Kick Andy Heroes Award (2016)[4]
- detikjateng-jogja Awards (2024)[6]
- Penghargaan 75 Tokoh Pamomong Jawa Tengah dari Suara Merdeka (2025)[1]
Daftar rujukan
sunting- ^ a b c d e f g Cahya, Cun (2025-07-26). "Mbah Sadiman Hijaukan Kembali Bukit di Wonogiri Demi Sumber Air, Diganjar Penghargaan 75 Tokoh Pamomong Jawa Tengah - Suara Merdeka". Suara Merdeka. Diakses tanggal 2025-09-25.
- ^ Asprihanto, Heru (2021-03-19). "Once called crazy, Indonesian eco-warrior turns arid hills green". Reuters (dalam bahasa American English). Diakses tanggal 2025-09-25.
- ^ a b c d "Pernah Disangka 'Gila', Mbah Sadiman Menjadi Pahlawan Lingkungan di Wonogiri". ABC Indonesia. 2021-03-22. Diakses tanggal 2025-09-25.
- ^ a b c d e f g h Rozana, Nadya Khennis (2023-11-18). "Mbah Sadiman dan Kisah Pahlawan Penghijauan". Indonesiana. Diakses tanggal 2025-09-25.
- ^ a b c d e f Munandar, Muhammad Aris (2024-04-04). "Setia Mbah Sadiman Tanam Pohon Meski Bukit Gendol Tak Lagi Gundul". detik Jateng. Diakses tanggal 2025-09-25.
- ^ a b Munandar, Muhammad Aris (2024-04-30). "Raih Penghargaan detikjateng-jogja Awards, Mbah Sadiman: Karena Kerja Keras". detik Jateng. Diakses tanggal 2025-09-25.
- ^ Saturi, Sapariah (2016-03-21). "Merawat Hutan Sadiman (Bagian 2)". Mongabay.co.id. Diakses tanggal 2025-09-25.