Said Iqbal
Presiden Partai Buruh
Mulai menjabat
5 Oktober 2021
Sekretaris JenderalFerri Nuzarli
Sebelum
Pengganti
Petahana
Sebelum
Informasi pribadi
Lahir5 Juli 1968 (umurย 57)
Jakarta, Indonesia
Partai politikย ย Buruh (2021โ€“)
Anak3
AlmamaterUniversitas Indonesia
Universitas Jayabaya
PekerjaanPolitikus
Sunting kotak info
Sunting kotak infoย โ€ข Lย โ€ข B
Bantuan penggunaan templat ini

Said Iqbal (lahir 5 Juli 1968) adalah seorang tokoh pergerakan kaum buruh dan politikus asal Indonesia yang menjabat sebagai Presiden Partai Buruh sejak partai politik tersebut dihidupkan kembali pada 5 Oktober 2021 setelah sebelumnya didirikan oleh Muchtar Pakpahan, tokoh buruh Indonesia yang mendirikan serikat buruh independen pertama di Indonesia. Selain itu, ia juga menjabat sebagai Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI). Ia menempuh pendidikan di SMA Negeri 51 Jakarta (1987 tamat sebagai juara umum), Politeknik (Teknik Mesin) Universitas Indonesia, Sarjana (S1) Teknik Mesin Universitas Jayabaya, dan Master Ekonomi (S2) Universitas Indonesia.[1]

Pada 1992, Said Iqbal diangkat menjadi ketua umum serikat pekerja di perusahaan elektronik di Bekasi. Dia juga termasuk anggota tim perumus Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan dan Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2004 tentang Pengaduan Perburuhan.[2]

Awal kehidupan dan pendidikan

sunting

Ia menghabiskan masa kecilnya di Jakarta. Meski lahir di Jakarta, keluarganya berasal dari Aceh. Ayahnya berasal dari Bambi, Pidie dan ibunya berasal dari Meulaboh, Aceh Barat.[3]

Ia menempuh pendidikan di SMA Negeri 51 Jakarta dan lulus pada tahun 1987. Selama bersekolah, Said dikenal sebagai anak yang berprestasi dan kerap menyandang predikat juara kelas, bahkan di akhir pendidikannya, ia menjadi juara umum di sekolahnya.[3]

Said lantas melanjutkan pendidikannya ke Politeknik (Teknik Mesin) di Universitas Indonesia, kemudian mengambil pendidikan S1 di Teknik Mesin Universitas Jayabaya. Setelah lulus, ia melanjutkan pendidikan pascasarjananya di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia.[4]

Karier bisnis

sunting

Menurut Said, ia bekerja selama 30 tahun di perusahaan multinasional, dan saat pensiun menerima pesangon sebesar "miliaran" rupiah.[5]

Karier aktivis dan politik

sunting

Said Iqbal pertama kali turun sebagai aktivis buruh di Serikat Pekerja tempatnya bekerja di Perusahaan Elektronika di Kabupaten Bekasi pada tahun 1992 hingga saat ini. Kemudian pasca reformasi dan pemerintah membebaskan pendirian serikat pekerja tanpa harus berafiliasi kepada Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (SPSI), Said Iqbal bersama tokoh buruh lainnya mendirikan Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI).[6] Ia juga menjadi Presiden KPSI sejak 2012, dan terpilih kembali secara aklamasi untuk periode 2017โ€“2022. [7]

Pada tahun 2013 lalu, Said Iqbal meraih penghargaan internasional sebagai Tokoh Buruh Terbaik Dunia, The Febe Elisabeth Velasquez Award oleh serikat pekerja Belanda, FNV. Penghargaan ini diberikan bagi mereka, para aktivis buruh yang berjuang demi tegaknya hak-hak buruh di negara masing-masing.[6] Dalam pemilihan itu, Said Iqbal menyisihkan 200 kandidat lainnya dari seluruh dunia berkat militansinya mengawal demokrasi dan kebebasan berserikat melalui FSPMI dan KSPI.[6]

Perjalanan politik

sunting

Said gagal mencalonkan diri sebagai kandidat untuk mewakili Kepulauan Riau di Dewan Perwakilan Rakyat pada Pemilu Legislatif Indonesia 2009, di bawah Partai Keadilan Sejahtera.[7] Said Iqbal kemudian memiliki keterlibatan aktif dalam kancah politik nasional di pemilu selanjutnya. Pada Pemilihan umum Presiden 2019, ia secara terbuka menyatakan dukungannya kepada pasangan Prabowo Subiantoโ€“Sandiaga Uno. Sebagai pendukung militan, Iqbal kerap memosisikan diri sebagai kritikus keras terhadap pemerintahan Joko Widodo, yang ia tuangkan melalui karya tulis seperti buku berjudul Pemerintah Gagal Menyejahterakan Buruh serta Kerja Layak Upah Layak dan Hidup Layak Gagal Diwujudkan.[7]

Pembentukan Partai Buruh

sunting

Pada tanggal 5 Oktober 2021, ia terpilih sebagai Presiden Partai Buruh.[8] Said menyatakan bahwa Partai Buruh akan melakukannya tidak membentuk koalisi dengan partai politik mana pun yang mendukung Undang-Undang Omnibus,[9] namun justru akan berkoalisi dengan calon presiden 2024 secara "pribadi" dengan tim kampanye yang terpisah dari tim kampanye resmi sang kandidat.[10]

Kehidupan Pribadi

sunting

Ia menikah dengan Ika Liviana Gumay (meninggal 17 Juli 2019). Pasangan ini dikaruniai seorang putri.[11] Indri Yuli Hartati (isteri sekarang).

Referensi

sunting
  1. ^ Mengenal Said Iqbal, Tokoh Buruh Indonesia Yang Raih Penghargaan Internasional
  2. ^ Mengenal Said Iqbal, Pentolan Buruh Indonesia Peraih Penghargaan Dunia
  3. ^ a b Kulsum, Kendar Umi (2023-03-17). "Said Iqbal". Kompaspedia. Diakses tanggal 2023-06-05.
  4. ^ https://lib.ui.ac.id/m/detail.jsp?id=94192
  5. ^ Gunawan, Deden (1 Desember 2021). "Bahas Mobil-Rumah Mewah, Said Iqbal: Pesangon Saya Miliaran". detiknews. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 13 Juli 2023. Diakses tanggal 13 Juli 2023.
  6. ^ a b c "Said Iqbal". tirto.id. Diakses tanggal 2023-06-05.
  7. ^ a b c "Sosok Said Iqbal, Pentolan Buruh Indonesia yang Ternyata Pernah Caleg di Kepri". TribunNews. 07 Oktober 2020. Diakses tanggal 20 Desember 2025.
  8. ^ "Said Iqbal Klaim Partai Buruh Punya 10 Juta Konstituen". CNN Indonesia. 5 Oktober 2021. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 11 Juli 2023. ;
  9. ^ Arkyasa, Mahinda (1 Mei 2023). "Said Iqbal: Partai Buruh tidak akan berkoalisi dengan pendukung Undang-Undang Omnibus". Tempo (dalam bahasa Inggris). Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 13 Juli 2023. Diakses tanggal 13 Juli 2023.
  10. ^ "Said Iqbal Sebut Partai Buruh 'Haram' Berkoalisi dengan Parpol dan Capres Pendukung Cipta Kerja". Suara.com. 1 Mei 2023. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 13 Juli 2023. Diakses tanggal 13 Juli 2023.
  11. ^ Gunawan, Deden (1 Desember 2021). "Bahas Mobil-Rumah Mewah, Said Iqbal: Pesangon Saya Miliaran". detiknews. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 13 Juli 2023. Diakses tanggal 13 Juli 2023.


๐Ÿ“š Artikel Terkait di Wikipedia

Partai Buruh (Indonesia, 2021)

pekerja yang sebelumnya mereka nikmati. Dalam Kongres ke-4 Partai Buruh, Said Iqbal, Ketua Umum KSPI dan calon tunggal presiden partai, mengatakan bahwa pengesahan

Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia

Mosii juga meninggal dunia, dan karena pengantinya harus dari FSPMI, Said Iqbal terpilih sebagai presiden KSPI antar-waktu. Pada Kongres KSPI-3, yang

Partai Buruh (Indonesia, 1998)

identitas yang berbeda, dengan tetap mempertahankan nama Partai Buruh. Said Iqbal disetujui secara aklamasi menjadi presiden Partai Buruh yang baru. Logo

Johannes Dartha Pakpahan

Sejahtera Indonesia. Muchtar Pakpahan Serikat Buruh Sejahtera Indonesia Said Iqbal Partai Buruh Pakpahan, Mochtar (1995). Potret negara Indonesia. Yayasan

Daftar pemimpin partai politik di Indonesia

2025; 14 bulan laluย (2025-01-15) 1 Muktamar VI (2025) โ€” Partai Buruh Said Iqbal 57ย tahun, 282ย hari Aprilย 16, 2015; 10 tahun laluย (2015-04-16) 1 Kongres

Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia

Indonesia (FSPMI) adalah yang berhimpun dan fokus pada isu-isu seputar buruh. Said Iqbal, yang juga Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia, adalah Presidennya

SMA Negeri 51 Jakarta

SMA Lima Satu almamater tercinta Jayalah slalu dalam lindunganmu Tuhan Said Iqbal (Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia) Letda Ajeng Tresna -

Dukungan dalam pemilihan umum Gubernur DKI Jakarta 2024

Ketua Umum PSI (2014-2021) Kaesang Pangarep, Ketua Umum PSI (sejak 2023) Said Iqbal, Presiden Partai Buruh Ian Kasela, musisi Jaja Mihardja, aktor Opie Kumis