Sannaha
Dewi Sannaha
Permaisuri Raja Sanna
PasanganSanna
KeturunanSanjaya
WangsaSailendra
AyahSuraghana
IbuRatu Parwati

Sannaha atau Dewi Sannaha adalah saudara perempuan sekaligus istri dari Raja Galuh yaitu Sanna yang bergelar Prabu Bratasenawa dan seorang ibu dari pendiri Kerajaan Medang yang bernama raja Sanjaya.

Biografi

sunting

Dalam Prasasti Canggal (bait 10-11) disebutkan bahwa yang menjadi raja mula-mula adalah Sanna (Prabu Bratasenawa), kemudian digantikan oleh Sanjaya anak Sannaha, saudara perempuan Sanna.[1]

Berdasarkan Carita Parahyangan menyebutkan, Dewi Sannaha adalah putri Suraghana (Rahyang Mandiminyak) dengan Dewi Parwati (putri Ratu Shima), yang kemudian menikah dengan Sanna (Prabu Bratasenawa).

Sannaha dan Sanna adalah saudara seayah tetapi beda ibu, ditinjau dari naskah Carita Parahyangan Sannaha putri Suraghana (Rahyang Mandiminyak) dari Dewi Parwati, sedangkan Sanna putra Suraghana (Rahyang Mandiminyak) dari Pwahaci Rababu hasil hubungan gelap. Pada suatu ketika mereka berdua menikah kemudian melahirkan Sanjaya.

Sanjaya semasa kecil ia bernama Rakai Jambri. Ia adalah putra Sanna dengan Sannaha dan cucu Suraghana (Rahyang Mandiminyak), raja Galuh kedua. Disebut pula bahwa Suraghana (Rahyang Mandiminyak) adalah putra Wretikandayun. Suraghana memiliki dua saudara, yang pertama bernama Rahyang Sempakwaja, yang kedua bernama Rahyang Kidul.

Rahyang Mandiminyak/Suraghana berhubungan gelap dengan Pwahaci Rababu (istri Rahyang Sempakwaja), dari perkawinannya Rahyang Mandiminyak memperoleh putra bernama Sanna. Sedangkan Rahyang Sempakwaja dengan Pwahaci Rababu mempunyai dua orang putra; Rahyang Purbasora dan Rahyang Demunawan.

Sanna menggantikan ayahnya (Rahyang Mandiminyak) menjadi raja Galuh ketiga bergelar Prabu Bratasenawa selama 7 tahun. Pada masa pemerintahan Sanna timbul perebutan kekuasaan oleh Rahyang Purbasora (putra Rahyang Sempakwaja), pada hakikatnya kedua orang tersebut berdarah satu ibu (Pwahaci Rababu) tetapi beda ayah. Dari perebutan kekuasannya Sanna dan Sannaha kemudian mengasingkan diri ke gunung merapi. Di tempat itulah Sanna dan Sannaha memperoleh putra bernama Rakai Jambri alias Sanjaya. Setelah dewasa ia berhasil merebut kekuasaan Rahyang Purbasora atas bantuan raja Sunda Tarusbawa. Pada kemudian Sanjaya menjadi raja Galuh. yang untuk selanjutnya ia menetap di Medang.[2]

Referensi

sunting
  1. ^ Sumantri, Yeni Kurniawati. Rangkuman Materi Perkuliahan: Sejarah Indonesia Kuno. Fakultas Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial, Universitas Pendidikan Indonesia.
  2. ^ Direktorat Jenderal Kebudayaan: Sejarah Daerah Jawa Barat. Proyek Penelitian dan Pencatatan Kebudayaan Daerah, Departemen Pendidikan dan Kebudayaan.

๐Ÿ“š Artikel Terkait di Wikipedia

Kerajaan Galuh

Kartikeyasingha, Mandiminyak mempunyai putra perempuan yang bernama Sannaha. Sannaha dan Sena lantas menikah, dan mempunyai putra yang bernama Rakryan Jambri

Sanjaya dari Mataram

dunia karena gugur diserang musuh, keadaan menjadi kacau. Sanjaya putra Sannaha (saudara perempuan Sanna) kemudian tampil sebagai raja. Dengan gagah berani

Ratu Shima

ke-2 dengan gelar Prabu Suraghana (702-709) M dan berputri Dewi Sannaha. Dewi Sannaha dan Prabu Sanna menikah memiliki anak yang bernama Sanjaya, Rakai

Medang

dalam perpecahan. Pengganti raja Sanna yaitu putra saudara perempuannya Sannaha bernama Sanjaya. Dia menaklukkan daerah-daerah di sekitar kerajaannya,

Wangsa Sailendra

wafat dan kerajaannya tercerai-berai diserang musuh. Saudari Sanna adalah Sannaha, ibunda Sanjaya, artinya Sanjaya masih kemenakan Sanna. Sanjaya mempersatukan

Prasasti Canggal

raja cri sanjayakhyo ravir iva yacasadig-vidik-khyatalaksmih. sunus sannaha-namnas svasur a(vanipater) nyayatac casti rajyam. Klausa-XII: yasmin chasati

Sanna

tentaranya mengungsi ke Jawa Tengah di Medang Mataram bersama istrinya Dewi Sannaha. Dan kelak Sanjaya berhasil menuntut balas pada Purbasura dengan menundukkan

Kerajaan Sunda Galuh

diri ke Pakuan, meminta perlindungan pada Raja Tarusbawa. Sanjaya, anak Sannaha saudara perempuan Sena, berniat menuntut balas terhadap keluarga Purbasora