Sapi Simmental Tradisional di Engstligenalp
Sapi "Simmental Hitam" di Amerika Utara

Simmental atau Swiss Fleckvieh adalah salah satu ras sapi. Ras ini mengambil nama Simmental, nama sebuah lembah dari Sungai Simme di Bernese Oberland, Kanton Bern, Swiss. Simmental memiliki warna bulu kemerahan dengan corak warna putih, dan diternakkan untuk diambil susu dan dagingnya.

Sejarah

sunting

Bermula di Eropa

sunting

Simmental merupakan salah satu ras sapi tertua di dunia, tercatat telah ada sejak Abad Pertengahan. Simmental pun berkontribusi terhadap lahirnya beberapa ras baru, seperti Montbeliarde (Prancis), Pezzata Rossa d'Oropa (Italia), dan Fleckvieh (Jerman dan Austria).

Afrika

sunting

Namibia (1893) dan Afrika Selatan (1905) merupakan negara non-Eropa pertama yang memelihara Simmental. Di dua negara tersebut, ras ini dikenal dengan nama Simmentaler dan diternakkan untuk diambil dagingnya. Saat ini, populasi Simmental di Afrika bagian selatan menempati peringkat keempat terbanyak di antara 32 jenis sapi pedaging lain. Alasan utama untuk popularitas Simmental adalah ras ini dapat menghasilkan susu yang banyak serta dapat menghasilkan daging yang baik.[1]

Uni Soviet

sunting

Di bekas wilayah Uni Soviet, Simmental merupakan ras sapi paling penting. Simmental menempati seperempat dari total populasi sapi di sana. Melalui perkawinan silang, enam ras baru pun dapat dikembangkan, yakni:[2]

Pada tahun 1990, ada sekitar 12.849.800 ekor Simmental di Uni Soviet. Pada tahun 2003, Jumlah Simmental di Rusia mencapai 2.970.400.[2]

Nama berbeda

sunting

Simmental dikenal dengan berbagai nama di beberapa negara, antara lain:

  • Fleckvieh Simmental: Argentina
  • Simmental: Australia, Brazil, Bulgaria, Kanada, Kolombia, Denmark, Prancis, Irlandia, Meksiko, Selandia Baru, Polandia, Britania Raya, Amerika Serikat, Zambia, dan Zimbabwe, Indonesia
  • Fleckvieh: Austria, Jerman, Belanda, Spanyol, dan Uruguay
  • Simmentaler: Afrika Selatan dan Namibia

Karakteristik

sunting
Sebuah steak entrecôte Swiss Simmental

Tradisional

sunting

Simmental dalam sejarahnya telah diternakkan untuk susu dan dagingnya. Simmental terkenal akan pertumbuhannya yang cepat pada waktu kecil, asalkan diberi pakan yang cukup. Simmental dapat memberikan keseimbangan yang baik antara jumlah daging dan susu yang dapat dihasilkan daripada sapi ras lain.[3]

Afrika

sunting

Berbeda dengan negara lain yang memperbolehkan sapi Simmental berwarna hitam dan coklat polos didaftarkan, Namibia dan Afrika Selatan hanya memperbolehkan pendaftaran Simmentaler yang memiliki warna umum, seperti merah gelap atau coklat kekuningan dengan sedikit warna putih di kepala dan paha bawah.[4]

Tipe

sunting

Tidak ada ras sapi lain yang memiliki variasi sebanyak Simmental. Variasi tersebut antara lain:

  • Tipe perah, memiliki 55% darah sapi Red Holstein dan Sapi Montebeliard);
  • Tipe perah dan pedaging, namun lebih cenderung ke produksi susu;
  • Tipe perah dan pedaging penuh
  • Tipe pedaging sedang (ukuran tubuh tidak terlalu besar)
  • Tipe pedaging penuh (ukuran tubuhnya mirip sapi jenis pedaging pada umumnya, seperti Charolais).[4]

Warna tradisional Simmental telah lama dideskripsikan sebagai "merah dengan bintik putih" atau "emas dan putih", walaupun tidak ada warna standar, warna Simmental umumnya bervariasi dari kuning keemasan pucat hingga merah gelap. Wajah Simmental biasanya berwarna putih, dan biasanya diturunkan pada kasus perkawinan silang. Wajah berwarna putih ini secara genetis berbeda dengan wajah Sapi Hereford yang juga berwarna putih.

Lihat juga

sunting

Referensi

sunting
  1. ^ "SIMMENTALER IN SOUTHERN AFRICA". Simmentaler SA. Diarsipkan dari asli tanggal 2010-03-02. Diakses tanggal 23 January 2011.
  2. ^ a b Food and Agriculture Organization of the United Nations / Domestic Animal Diversity Information System: ″Simmentalskaya/Russian Federation.″ Retrieved 3 July 2013.
  3. ^ Study conducted by S.P. Miller and J.W. Wilton for the Centre for Genetic Improvement of Livestsock at the University of Guelph.
  4. ^ a b Massmann, Peter (2014). "Visual evaluation of Simmental-Fleckvieh". Published by BAYERN-GENETIK GmbH, Munich, 2014

Pranala luar

sunting

📚 Artikel Terkait di Wikipedia

Sapi limousin

baik dari sapi simmental. Bobot sapi limousin dapat mencapai 1,2 ton. Persilangan sapi limousin dengan jenis sapi lainnya telah menghasilkan sapi silang

Daftar rumpun sapi

Di seluruh dunia, ada ratusan jenis ras sapi yang diakui. Pada umumnya, sapi terbagi dalam dua subspesies: Bos primigenus taurus dan Bos primigenus indicus

Sapi potong

dibandingkan dengan sapi bali, sapi limousin dan sapi simmental. Sapi limousin merupakan salah satu jenis sapi eropa. Domestikasi sapi limousin diadakan

Peternakan sapi di Indonesia

diternakkan antara lain Santa Gertrudis, Aberdeen Angus, Charolais, sapi Simmental, dan sapi Hereford. Namun, usaha peternakan ini berakhir karena keuntungan

Daging marmer

seperti Simmental, Charolais, atau Chianina. [butuh rujukan] Pemarmeran juga dapat dipengaruhi oleh waktu dan jenis pakan. Semakin sering kandang sapi diberi