Sapi laut steller

Punah ย (1768) ย (IUCN 3.1)
Klasifikasi ilmiah
Kerajaan:
Filum:
Kelas:
Ordo:
Famili:
Subfamili:
Genus:
Spesies:
H.ย gigas
Nama binomial
Hydrodamalis gigas


Sapi laut steller (Hydrodamalis gigas) adalah mamalia sirenia besar yang telah punah dan sebelumnya dapat ditemukan di pantai laut Bering di Asia. Sapi laut steller ditemukan di kepulauan Komander tahun 1741 oleh penyelidik alam Georg Steller, yang melakukan perjalanan dengan penjelajah Vitus Bering. Populasi kecil hidup di perairan Arktik di sekitar pulau Bering dan didekat pulau Medny. Namun, karena kedatangan manusia mereka hidup di pantai Pasifik utara.

Populasi sapi laut ada dalam jumlah yang kecil dan terbatas ketika Steller mendeskripsikan mereka. Steller mengatakan bahwa mereka ditemukan berkelompok, tetapi Stejneger memperkirakan terdapat lebih sedikit dari 1500 yang tersisa dan terancam punah karena diburu manusia.[1] Mereka dihabisi oleh pelaut, pemburu anjing laut, dan pedagang bulu yang mengikuti rute Bering ke Alaska, yang memburu mereka untuk makanan dan kulitnya yang digunakan untuk membuat kapal. Mereka juga diburu untuk lemaknya yang tidak hanya digunakan untuk makanan, tetapi juga sebagai lampu minyak karena tidak mengeluarkan asap atau bau dan dapat disimpan dalam waktu yang lama pada udara hangat. Pada tahun 1768, kurang dari 30 tahun sapi laut ini ditemukan, sapi laut Steller telah punah.

Fosil menandakan sapi laut Steller sebelumnya menyebar di pantai Pasifik utara, mencapai Jepang selatan dan California. Tibanya manusia merupakan salah satu akibat kepunahan sapi laut Steller.

Catatan kaki

sunting
  1. ^ Caryn Self-Sullivan (2007). "Evolution of the Sirenia" (PDF). Sirenian International. Diarsipkan dari asli (PDF) tanggal 2006-12-31. Diakses tanggal 2007-11-17. ; ; ;

Daftar pustaka

sunting
  • Anderson, P. 1995. Competition, predation, and the evolution and extinction of Steller's sea cow, Hydrodamalis gigas. Marine Mammal Science, 11: 391-394.
  • World Conservation Monitoring Centre (1996). Hydrodamalis gigas. 2006 IUCN Red List of Threatened Species. IUCN 2006. Diakses 11 May 2006. Database entry includes a brief justification of why this species is listed as extinct
  • Shoshani, Jeheskel (November 16, 2005). Wilson, D. E., and Reeder, D. M. (eds) (ed.). Mammal Species of the World (Edisi 3rd edition). Johns Hopkins University Press. hlm.ย 92. ISBN 0-8018-8221-4. ; Pemeliharaan CS1: Banyak nama: editors list (link)

Pranala luar

sunting


๐Ÿ“š Artikel Terkait di Wikipedia

Sirenia

Sirenia (umumnya disebut sapi laut) adalah ordo mamalia herbivora yang hidup di perairan seperti rawa-rawa, sungai, muara, dan laut. Di dalam ordo ini terdapat

Daging sapi

Daging sapi (bahasa Inggris: beefcode: en is deprecated ) adalah daging yang diperoleh dari sapi yang biasa dan umum digunakan untuk keperluan konsumsi

Lembu laut

Lembu laut, sapi laut, atau manatee adalah kelompok mamalia air besar dalam genus Trichechus, famili Trichechidae. Berbeda dengan Dugongidae dari segi

Duyung

dugong (Dugong dugon) adalah sejenis mamalia laut yang merupakan salah satu anggota Sirenia atau sapi laut yang masih bertahan hidup selain manatee dan

Mamalia laut

Phocoenidae (porpoise), dua genera dan tujuh spesies Ordo Sirenia (ikan sapi laut) Famili Trichechidae (manatee), tiga spesies Famili Dugongidae (dugong)

Puyunghai

berupa sayuran, daging, atau makanan laut. Isi campuran bisa berupa cincangan halus daging babi, daging ayam, daging sapi, daging kepiting, dan sebagainya

Mi kocok

sapi khas Kota Bandung, Jawa Barat. Hidangan ini terdiri atas mi kuning yang disajikan dalam kuah kaldu sapi kental, irisan kikil (tendon kaki sapi)

Madura

pembantu wilayah Madura. Selain lomba Karapan Sapi ada juga kontes Sapi Sono' yang diperagakan oleh sapi-sapi betina. Selain itu untuk beberapa di kepulauan