Diskursus (berasal dari bahasa Latin, discursus, yang secara harfiah berarti "berlari bolak-balik") atau wacana adalah suatu bentuk komunikasi baik secara lisan maupun tulisan. Dalam ilmu filsafat, diskursus merupakan suatu konsep yang dikembangkan oleh Michel Foucault dalam karya-karyanya. Bagi Foucault, diskursus adalah sebuah sistem berpikir, ide-ide, pemikiran, dan gambaran yang kemudian membangun konsep suatu kultur atau budaya. Diskursus dibangun oleh asumsi-asumsi yang umum yang kemudian menjadi ciri khas dalam pembicaraan baik oleh suatu kelompok tertentu maupun dalam suatu periode sejarah tertentu. Foucault dalam karyanya mengenai kegilaan menyingkapkan adanya perubahan diskursus mengenai kegilaan pada abad pertengahan dengan abad ke-20. Dengan mempelajari arsip dan dokumen sejarah pada abad pertengahan, ia menyimpulkan bahwa pada masa itu orang gila tidak dianggap berbahaya tetapi dianggap memiliki kebijaksanaan batiniah sedangkan pada abad ke-20 orang gila diperlakukan sebagai orang sakit yang membutuhkan perawatan agar dapat pulih.[1]

Rujukan

sunting
  1. ^ (Inggris) Abercrombie, Nicholas (1994). The Penguin Dictionary of Sociology. Penguin Books. ISBN 0-14-051292-6.


๐Ÿ“š Artikel Terkait di Wikipedia

Cut Nyak Dhien

ditemukan di Belanda. Masyarakat Aceh di Sumedang sering menggelar acara sarasehan. Pada acara tersebut, peserta berziarah ke makam Cut Nyak Dhien dengan

Kota Surakarta

pusat apresiasi baik pementasan, pertunjukan, pameran, bedah buku dan sarasehan. Para seniman juga diberi kesempatan luas untuk memanfaatkan Balai Sudjatmoko

Steffy Burase

Diakses tanggal 22 Mei 2025. "Irwandi Yusuf dan Steffy Burase Hadiri Sarasehan dan Buka Puasa PERSAMI". Duta Nusantara. 11 April 2023. Diakses tanggal

Pakubuwana XIII

perwakilan dari Kesultanan Kasepuhan Cirebon turut menghadiri kirab dan sarasehan kebudayaan dalam rangka hari jadi Kabupaten Batang. Dalam bidang pelestarian

Rita Wahyu

aktivis Tionghoa Jawa Timur. Ia juga menjabat sebagai Sekretaris Event Sarasehan Kebangsaan Dirgahayu 639 tahun Bhinneka Tunggal Ika dan Bulan Soekarno

Museum Barli

kegiatan seni seperti pameran karya seni rupa, penjualan karya, diskusi dan sarasehan, pelatihan studio keramik dan lukis. Barli adalah sosok yang terus mengembangkan

Keris

di Surakarta Masa Kini. Dalam:Sarasehan Seni Kriya Keris Jakarta 1991. Kumpulan Makalah. Panitia Pameran dan Sarasehan Seni Kriya Keris Jakarta. Jakarta

Narasumber

melalui paparan yang disampaikan dalam forum diskusi, seminar, lokakarya, sarasehan, gelar wicara, atau simposium. Selain itu bisa juga melalui wawancara