Sashimi
Sashimi ikan Hiramasa utuh

Sashimi (ๅˆบ่บซ) adalah makanan Jepang berupa makanan laut dengan kesegaran prima yang langsung dimakan dalam keadaan mentah bersama penyedap seperti kecap asin,[1] parutan jahe,[2] gari acar jahe,[3][4] dan wasabi. Di daerah Kansai, sashimi lebih dikenal dengan sebutan O-tsukuri.

Bahan-bahan

sunting

Makanan laut segar seperti ikan, kerang, dan udang karang dihidangkan dalam bentuk irisan kecil yang mudah dimakan, sedang udang berukuran kecil ada yang hanya dikupas kulit dan dibuang kepalanya saja. Tsuma adalah sebutan untuk bahan makanan penyerta yang bisa berupa lobak yang dipotong panjang-panjang dengan ukuran sangat halus, daun berwarna hijau yang disebut Oba (Aojizo), atau rumput laut seperti Wakame dan Tosakanori.

Sashimi juga berarti menikmati sesuatu dalam keadaan mentah, mulai dari potongan mentah daging Kuda (Basashi),[5] daging ayam (Toriwasa),[6] hati ayam atau hati sapi, sampai pada potongan Konnyaku dan kembang tahu yang disebut yuba.[7]

Sejarah

sunting

Ada pendapat yang mengatakan kebiasaan memakan potongan daging segar tanpa dimasak adalah sama tuanya dengan sejarah manusia, tetapi kebiasaan ini bisa berlanjut atau hilang tergantung pada kondisi lingkungan tempat tinggal. Jepang merupakan negara kepulauan dengan hasil laut segar yang dapat dinikmati sepanjang tahun, sehingga kebiasaan menikmati makanan laut segar tanpa dimasak terus berlanjut. Ada juga pendapat yang mengatakan kata Sashimi berasal dari kata Namashishi (็”Ÿ่‚‰, daging mentah) atau Namasuki (็”Ÿๅˆ‡, potongan segar).

Jenis-jenis sashimi

sunting
  • Tsugatazukuri
Potongan-potongan ikan disusun di atas tubuh ikan yang dipertahankan bentuknya mulai dari bagian kepala hingga ekor. Sashimi jenis ini kebanyakan hanya dinikmati pada kesempatan istimewa.
Potongan ikan yang digarang untuk beberapa saat di atas api sehingga terlihat matang di bagian luar, segar di bagian dalam.[8] Tataki ikan cakalang (Katsuo) dimakan bersama saus Ponzu, parutan bawang putih dan irisan daun bawang.
Hidangan laut segar disajikan hidup-hidup.

Referensi

sunting
  1. ^ "sashimi Meaning in the Cambridge English Dictionary". dictionary.cambridge.org. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 20 Agustus2018. Diakses tanggal 20 Agustus 2018.
  2. ^ Kesalahan pengutipan: Tanda <ref> tidak sah; tidak ditemukan teks untuk ref bernama Tsuji
  3. ^ Kesalahan pengutipan: Tanda <ref> tidak sah; tidak ditemukan teks untuk ref bernama RD
  4. ^ "Wasabi". Japan Deluxe Tours. Diakses tanggal 30 Mei 2017.
  5. ^ Mouritsen, O.G. (2009). Sushi: Food for the Eye, the Body and the Soul. Springer. hlm.ย 296. ISBNย 978-1-4419-0618-2. Diakses tanggal 13 Mei 2019. basashi โ€“ sashimi made from raw horse (uma).
  6. ^ Kramer, Jillian (24 Januari 2017). "Is It Safe To Eat Chicken Sashimi?". Food & Wine (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 17 Mei 2019.
  7. ^ ๆ–ฐๆฝฎ็คพ (Juni 1991). "(G)Kyoto-hen: fumi yutakana "Yubani" no namayuba sashimi" [Kyoto edition: Raw Yuba sashimi at "Yuba ni", rich in flavor]. Shukan Shincho (dalam bahasa Jepang). 36 (22). Shinchosha: 33. doi:10.11501/3378682. ISSNย 0488-7484.
  8. ^ "Nigiri vs. Sashimi: What is the difference between Nigiri and Sashimi?". 29 November 2020. Diakses tanggal 15 April 2021.

Pranala luar

sunting


๐Ÿ“š Artikel Terkait di Wikipedia

Sushi Tei

jaringan restoran hidangan Jepang asal Singapura yang menyajikan sushi dan sashimi. Restoran pertama Sushi Tei didirikan di Holland Village pada tahun 1994

Wasabi

juga disebut wasabi, dimakan sebagai penyedap masakan Jepang, seperti sashimi, sushi, soba, dan ochazuke. Daun, tangkai, dan rizoma memiliki aroma harum

Lumba-lumba

Daging lumba-lumba di Jepang disajikan dengan irisan tipis-tipis seperti sashimi dan dimakan mentah dengan didampingi bawang dan wasabi. Daging lumba-lumba

Jepang

Jepang bertumpu pada peralihan musim, dengan menghidangkan mi dingin dan sashimi pada musim panas, sedangkan ramen panas dan shabu-shabu pada musim dingin

Makanan laut

Fermentasi: kecap ikan, narezushi Penyajian sewaktu masih segar (mentah) sebagai sashimi, sushi, atau campuran selada. Restoran makanan laut, termasuk rumah makan

Washi

hiasan dalam agama Shinto, bahan pembuatan patung Buddha, bahan mebel, alas sashimi dalam kemasan, bahan perlengkapan tidur, bahan pakaian seperti kimono,

Dengke mas naniura

waktu kira-kira 5 jam. Ikan naniura mirip dengan masakan Jepang, seperti sashimi dan ceviche dari Peru. Hal ini karena makanan tersebut tidak melalui proses

Gohu ikan

terbuat dari ikan Tuna ataupun Cakalang mentah yang juga disebut sebagai Sashimi Ternate atau Ceviche Ternate oleh beberapa orang. Jenis makanan ini di