Scleractinia
Rentang waktu: Middle Triassic - Recent [1]
Berbagai macam koral scleractinia, ilustrasi dibuat oleh
Ernst Haeckel, 1904
Klasifikasi ilmiah
Domain:
Kerajaan:
Filum:
Kelas:
Ordo:
Scleractinia

Bourne, 1900 [2]
Famili

Lihat teks

Sinonim
  • Madreporaria

Scleractinia juga disebut sebagai karang batu (karang berbatu) atau karang keras. Merupakan hewan laut di filum Cnidaria yang membangun kerangka keras untuk diri mereka sendiri. Memiliki kemiripan bentuk dengan anemon laut mini dan mereka dipersenjatai dengan sel menyengat yang dikenal sebagai cnidocytes. Karang yang satu ini banyak ditemukan di perairan tropis yang dengan air jernih dan dangkal dengan sinar matahari cahayanya dapat menembus, walaupun tumbuh pada semua samudra di dunia.[3]

Penggolongan

sunting

Karang scleractinia ini termasuk ke dalam biota kerajaan animalia, dari divisi cnidaria, dari kelas anthozoa, dan dari subkelas hexacorallia.[4]

Karang scleractinia

Sejarah

sunting

Karang scleractinia ini pertama kali muncul di daerah Trias Tengah awal dan telah menjadi organisme yang beragam secara morfologis. Karang berbatu yang utama terbagi ke dalam dua kelompok ekologi, terdapat karang sebagai pembentuk terumbu atau hermatypic dan juga ada karang ahermatypic yang tidak membangun terumbu. Karang hermatypic sebagian besar mengandung zooxanthellae atau dinoflagellata uniseluler simbotik adalah karang kolonial yang cenderung hidup di perairan tropis yang jernih, oligotropik, dan dangkal, mereka adalah pembangun terumbu utama di dunia. Sedangkan karang ahermatypic sebagian besar tidak mengandung zooxanthellae adalah kerang kolonial atau soliter yang sebagian ditemukan di lautan sedang dengan perairan yang tropis, ada juga yang ditemukan di perairan kutub atau hidup pada kedalaman yang sangat tinggi dari zona fotografis dengan ketinggian sekitar 6000 meter. Kerang ini dapat tumbuh dengan subur pada suhu yang lebih dingin dan tetap bisa hidup walaupun dalam kegelapan total dengan memperoleh energi dari penangkapan plankton dan berbagi partikel kecil yang tersuspensi.[3] Namun, tingkat pertumbuhan yang dialami oleh kerang ini sedikit lebih lambat dibandingkan dengan kerang-kerang yang lain dan lebih rentan dari kerusakan. Kerang-kerang ini tiba-tiba muncul dalam rekaman fosil sekitar 240 juta tahun terakhir. Kadang-kadang hewan scleractinia juga masuk ke dalam daftar online nama-nama ilmiah dari semua organisme laut yang terdaftar pada bagian Daftar Spesies Dunia Laut (WoRMS).[5] Garis keturunan scleractinia ini telah mampu bertahan melalui beberapa episode perubahan iklim yang dramatis selama 450 tahun terakhir. Pada zaman yang sudah modern ini, jumlah karang batu atau scleractinia diperkirakan sudah menurun karena akibat dari pemanasan global dan pengasaman laut.

Klasifikasi

sunting

Kadang-kadang hewan polip air dangkal ini disebut sebagai hexacorallia.[6] Karena merupakan hewan yang mengandung organisme ganggang endosimbiotik uniseluler simbion, telah dikenal sebagai zooxanthellae di dalam jaringannya. Selain itu, karang batu ini juga memiliki tubuh silinder yang dimahkotai oleh cakram oral dengan dikelilingi oleh cincin tentakel. Kebanyakan karang batu, memperpanjang tentakelnya dengan cara memakan zooplankton, tetapi karang yang memiliki polip lebih besar juga mencari makan dengan memangsa yang lebih besar, termasuk juga berbagai invertebrata dan bahkan memakan ikan-ikan yang masih kecil. Karang ini telah ditemukan secara eksklusif di habitat laut, dan mempunyai kerangka yang keras. Meskipun beberapa spesies soliter dan sebagian besar spesies karang adalah kolonial. Karang scleractinia dapat disortir secara morfologi, berdasarkan apakah mereka hidup sebagai individu soliter (polip tunggal), atau sebagai koloni yang terdiri dari banyak polip individu. Kerangka polip scleractinia individu dikenal sebagai corallite.[6] Scleractinia individu selalu menghasilkan polip yang terpisah, masing-masing dengan dinding corallitenya sendiri-sendiri. Karang soliter atau karang dengan polip tunggal ukurannya dapat mencapai 25ย cm atau sekitar 10 inci, tetapi pada spesies kolonial polip biasanya hanya berukuran dengan diameter beberapa milimeter saja, yaitu sekitar satu sampai tiga milimeter dan dinding tubuh polip terdiri atas mesoglea yang diapit di antara dua lapisan epidermis. Walaupun karang kolonial hanya berukuran beberapa milimeter saja, tetapi spesies ini sebagai pembentuk utama terumbu. Namun, karang ini mencakup banyak polip yang saling terhubung oleh lapisan jaringan lateral. Hewan karang keras scleractinia ini mengeluarkan exoskeleton berbatu yang dimasukkan di antara mesenteries tersusun dalam kelipatan enam-enam atau 12 septa primer yang paling terkenal. Dikenal sebagai kelompok pembentuk dan pembangun utama terumbu karang sejak Trias dan menjadi dominan setelah zaman kapur.

Scleractinian corals

Nematosit dari karang scleractinia ini terdiri atas tiga spesies, yaitu Pocillopora eydouxi, Pocillopora woodjonesi dan Pocillopora verrucosa.[7] Dalam dunia scleractinia banyak spesies yang mirip satu dengan yang lain karena proses evolusi konvergen. Berdasarkan proses ini, karang-karang yang lain juga telah terpisah dan tidak termasuk dalam genus yang sama atau bahkan tidak menjadi keluarga lagi dengan keluarganya. Namun, walaupun karang scleractinia ini terlihat sangat mirip dengan karang lain karena evolusi konvergen, tetapi struktur kerangka mereka berbeda pada pola pemasangan septumnya dan dapat diungkapkan bahwa secara filogenetik tidak berhubungan erat.

Reproduksi

sunting

Karang scleractinia ini bereproduksi secara seksual selama peristiwa pemijahan massal yang singkat dengan melepaskan telur atau sperma, atau bundel telur-sperma ke dalam kolom air.[8] Karang scleractinia yang tergolong ke dalam spesies karang soliter tidak memiliki tunas, tetapi mereka secara bertahap dapat meningkat dalam ukurannya karena mereka menyimpan lebih banyak kalsium karbonat dan menghasilkan lingkaran septa baru. Peristiwa pemijahan massal biasanya terjadi beberapa kali dalam setahun untuk setiap spesies, dan dipicu oleh siklus bulan. Sedangkan di daerah tropis reproduksi dapat terjadi sepanjang tahun.[8] Karang juga dapat bereproduksi secara aseksual yang berulang dengan tunas koloni yang saling terlepas dan menempel kembali di tempat lain melalui proses fragmentasi, sehingga membentuk koloni. Juga ada kasus yang pernah disebutkan bahwa koloni-koloni yang berdekatan dari spesies yang sama membentuk koloni tunggal dengan melebur.

Kemungkinan besar karang scleractinia berevolusi dari leluhur Paleozoikum yang bertubuh lunak. Dua hipotesis paling populer yang diajukan untuk menjelaskan asal-usul dari karang scleractinia adalah bahwa mereka merupakan keturunan dari karang rugose Paleozoikum terakhir yang selamat dari kepunahan massal di daerah perbatasan Permian Trias. Mereka berevolusi dari tubuh lunak (corallimorpharian) leluhur yang telah mengendap dan mulai mengeluarkan kalsium karbonat untuk melindungi tubuh lunaknya dengan mendapatkan kemampuan untuk menyimpan kerangka yang telah dikalsifikasi. Karena memang kalsium karbonat terdapat pada semua kerangka scleractinia modern yang berupa bentuk kristal aragonit. Namun, karang berbatu biasanya meletakkan kalsium karbonat tergantung pada spesiesnya, tetapi beberapa spesies yang bercabang dapat bertambah tinggi atau panjangnya sekitar setahun akan bertambah kira-kira 10ย cm. Selain itu, pada scleractinia prasejarah (Coelosimilia) memiliki struktur kerangka non-aragon yang tersusun berupa komponen kalsit. Namun, karang ini tidak konsisten dengan hipotesis nenek moyang rugosan.[9] Namun, hubungan antara karang scleractinia dengan karang tabulasi dan rugosa Paleozoikum saat ini juga belum terselesaikan.

Peran

sunting

Karang ini dikenal sebagai ekosistem laut yang paling beragam, karang scleractinia memiliki peran ekologis dan sumber ekonomis. Karang ini dapat dijadikan sebagai sumber makanan dan tempat tinggal bagi hewan laut yang berlindung di karang. Dengan warna dan bentuknya yang menarik, karang ini banyak diperjualbelikan untuk hiasan akuarium. Selain itu, karang ini juga mempunyai nilai ilmiah bagi para ilmuwan kelautan karena menjadi objek penelitian populer.[4]

Daftar Famili[10]

sunting

Rujukan

sunting
  1. ^ Stanley, G. D. The evolution of modern corals and their early history. Earth-Science Rev. 60, 195โ€“225 (2003).
  2. ^ Hoeksema, Bert (2015). "Scleractinia Bourne, 1900". World Register of Marine Species.
  3. ^ a b "Scleractinia". tolweb.org. Diakses tanggal 2020-01-29.
  4. ^ a b "Word list of Scleractinia". www.marinespecies.org. Diakses tanggal 2020-01-29.
  5. ^ "Introduction to the Scleractinia". ucmp.berkeley.edu. Diakses tanggal 2020-01-29.
  6. ^ a b "1.1 Scleractinia | Digital Atlas of Ancient Life". www.digitalatlasofancientlife.org. Diakses tanggal 2020-01-29.
  7. ^ Paruntu, Carolus; Rifai, Husen; Kusen, Janny D. (2013). "Nematosit dari Tiga Spesies Karang Scleractinia, Genus Pocillopora". Jurnal Perikanan dan Kelautan Tropis. 9 (2): 60โ€“64. ISSNย 2302-609X.
  8. ^ a b Harrison, P. L.; Babcock, R. C.; Bull, G. D.; Oliver, J. K.; Wallace, C. C.; Willis, B. L. (1984-03-16). "Mass spawning in tropical reef corals". Science (New York, N.Y.). 223 (4641): 1186โ€“1189. doi:10.1126/science.223.4641.1186. ISSNย 0036-8075. PMIDย 17742935.
  9. ^ Stolarski, Jarosล‚aw; Kitahara, Marcelo V.; Miller, David J.; Cairns, Stephen D.; Mazur, Maciej; Meibom, Anders (2011-10-28). "The ancient evolutionary origins of Scleractinia revealed by azooxanthellate corals". BMC Evolutionary Biology. 11 (1): 316. doi:10.1186/1471-2148-11-316. ISSNย 1471-2148. PMCย 3224782. PMIDย 22034946. Pemeliharaan CS1: DOI bebas tanpa ditandai (link) Pemeliharaan CS1: Format PMC (link)
  10. ^ "WoRMS - World Register of Marine Species - Scleractinia". www.marinespecies.org (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2020-10-17.

๐Ÿ“š Artikel Terkait di Wikipedia

Terumbu karang

karang', "karang" yang dimaksud adalah koral, sekelompok hewan dari ordo Scleractinia yang menghasilkan kapur sebagai pembentuk utama terumbu. Terumbu adalah

Karang hermatipik

adalah semua terumbu karang yang termasuk dalam kelompok karang keras (Scleractinia) yang membentuk terumbu karang melalui proses pengendapan kalsium karbonat

Alcyonacea

โ€œkarang lunakโ€ (Octocorallia) yang sangat berbeda dari karang โ€œsejatiโ€ (Scleractinia). Istilah โ€œkarang lunakโ€ umumnya berlaku untuk organisme dalam ordo Pennatulacea

Trias

pluvial Karnium โ† Pemulihan penuh pohon kayu โ† Batu bara kembali โ† Karang Scleractinia & spons terkalsifikasi โ† Peristiwa kepunahan Triasโ€“Jura โ† Tumbukan Manicouagan

Acropora aculeus

the Corals in Space and Time: The Biogeography and Evolution of the Scleractinia. ISBNย 0801482631. ISBN 9780801482632. Pernetta, John, ed. (1993). Monitoring

Akuarium

akuarium air asin. Pada tahun 1846, Anne Thynne mampu mempertahankan koral Scleractinia dan rumput laut selama hampir tiga tahun, dan dituliskan sebagai penemu

Acropora

Superkerajaan Holozoa Kerajaan Animalia Filum Cnidaria Kelas Hexacorallia Ordo Scleractinia Famili Acroporidae Genus Acropora Oken, 1815 Tata nama Sinonim takson

Kepulauan Kapoposang

Keanekaragaman ekosistem terumbu karang dimana potensi jenis karang keras (scleractinia) merupakan perwakilan dari jenis karang keras yang ada di Selat Makassar