Sekolah Rakyat
Gambaran umum
Didirikan27 Maret 2025
Dasar hukum pendirian
  • Instruksi Presiden Republik Indonesia Nomor 8 Tahun 2025
  • Keputusan Menteri Sosial Republik Indonesia Nomor 49/HUK/2025
Struktur
Pengarah
Pembina
Penanggungjawab OperasionalMenteri Sosial
Tim Pengawas
Tim Pelaksana
Tim AhliProf. Dr. Ir. Mohammad Nuh, DEA & Tim Ahli Lainnya
Kantor pusat
Jl. Salemba Raya No. 28, Jakarta Pusat

Sekolah Rakyat adalah program pendidikan yang diinisiasi oleh pemerintah Indonesia untuk memberikan akses pendidikan gratis bagi anak-anak dari keluarga miskin dan miskin ekstrem. Program ini dirancang untuk membantu mengurangi angka putus sekolah serta meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia.[1]

Sejarah

sunting

Sekolah Rakyat didirikan sebagai upaya pemerintah dalam memutus rantai kemiskinan melalui pendidikan. Program ini ditujukan untuk anak-anak yang berasal dari keluarga yang termasuk dalam desil 1 dan 2 berdasarkan Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN), yaitu kelompok dengan kondisi ekonomi paling rentan. Menteri Sosial Saifullah Yusuf menegaskan bahwa siswa yang diterima di Sekolah Rakyat wajib menuntaskan pendidikan mereka hingga lulus.[2]

Program ini bertujuan untuk memberikan akses pendidikan gratis dan berkualitas bagi anak-anak dari keluarga miskin. Selain itu, Sekolah Rakyat menyediakan lingkungan belajar yang kondusif dengan fasilitas yang memadai. Anak-anak yang bersekolah di program ini juga mendapatkan keterampilan akademik dan non-akademik guna meningkatkan peluang kerja di masa depan. Selain aspek akademik, program ini juga menanamkan karakter kepemimpinan, nasionalisme, serta kemandirian bagi para siswa.

Inisiatif pendidikan yang digagas oleh Presiden Prabowo Subianto

sunting

Program Sekolah Rakyat adalah sebuah inisiatif pendidikan yang digagas oleh Presiden Prabowo Subianto dengan tujuan utama memutus transmisi kemiskinan antargenerasi melalui penyediaan pendidikan berkualitas, inklusif, dan berkelanjutan.[3]Sekolah Rakyat dirancang sebagai sekolah berasrama (boarding school) yang menyediakan fasilitas lengkap, mulai dari asrama, laboratorium, hingga perangkat pembelajaran berbasis teknologi, seperti tablet untuk mendukung proses belajar-mengajar.[4]

Tujuan dan manfaat

sunting

Tujuan utama dari Program Sekolah Rakyat adalah:

  • Memberikan akses pendidikan gratis dan berkualitas bagi anak-anak dari keluarga miskin dan miskin ekstrem.
  • Memutus rantai kemiskinan melalui pendidikan yang komprehensif dan berkelanjutan.
  • Meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia untuk mendukung visi Indonesia Emas 2045.[5]
  • Menciptakan lingkungan belajar yang mendukung pembentukan karakter, kepemimpinan, dan keterampilan hidup.[6]

Memberikan manfaat pengembangan STEM

sunting

Implementasi program ini mengindikasikan komitmen terhadap penguatan kompetensi peserta didik melalui beberapa aspek krusial. Salah satunya adalah penyediaan fasilitas laboratorium dan perangkat pembelajaran berbasis teknologi yang dirancang untuk mendukung peningkatan literasi sains dan teknologi di kalangan siswa. Kurikulum yang diterapkan akan mengacu pada standar pendidikan nasional, dengan fleksibilitas untuk mengintegrasikan materi STEM (Sains, Teknologi, Rekayasa, dan Matematika) guna memenuhi kebutuhan spesifik lokal dan relevansi dengan perkembangan zaman. [7]Lebih lanjut, lingkungan asrama yang terintegrasi dirancang untuk memfasilitasi pembelajaran kolaboratif, mendorong pengembangan keterampilan berpikir kritis, dan melatih kemampuan pemecahan masalah, yang kesemuanya merupakan fondasi esensial dalam kerangka pendidikan STEM.

Kurikulum

sunting

Kurikulum Sekolah Rakyat mengacu pada standar pendidikan nasional dengan tambahan materi yang menitikberatkan pada pendidikan karakter dan kepemimpinan. Selain itu, siswa diperkenalkan dengan keterampilan vokasi dan kewirausahaan agar memiliki bekal untuk menghadapi dunia kerja. Penguatan nilai-nilai kebangsaan dan gotong royong juga menjadi bagian penting dari pendidikan di Sekolah Rakyat. Selain itu, siswa mendapatkan pelatihan keterampilan praktis sesuai dengan kebutuhan lingkungan sekitar mereka.[8]

Fasilitas

sunting

Sekolah Rakyat dirancang sebagai sekolah berasrama untuk memastikan para siswa mendapatkan pendidikan dan pengasuhan yang optimal. Fasilitas yang disediakan mencakup asrama bagi siswa dan guru serta ruang kelas yang dilengkapi dengan sarana belajar modern. Sekolah ini juga menyediakan tempat ibadah untuk mendukung pendidikan karakter dan spiritual. Selain itu, tersedia fasilitas olahraga dan rekreasi, kantin, serta layanan kesehatan bagi siswa.

Lokasi dan Implementasi

sunting

Artikel Utamaย : Daftar lokasi Sekolah Rakyat

Hingga tahun 2025, Pemerintah telah menyiapkan 53 lokasi Sekolah Rakyat yang tersebar di berbagai wilayah di Indonesia, termasuk Jawa Timur, Jawa Barat, Jawa Tengah, Nusa Tenggara Timur (NTT), Kalimantan, dan Papua. Sekolah Rakyat dijadwalkan mulai beroperasi pada tahun ajaran 2025-2026, dengan proses seleksi siswa dan rekrutmen guru yang dilakukan pada pertengahan tahun 2025.

Untuk memastikan kelangsungan pendidikan siswa, orang tua atau wali murid diwajibkan menandatangani perjanjian yang mengikat agar anak mereka mengikuti seluruh proses pembelajaran hingga selesai. Perjanjian ini bertujuan mengantisipasi risiko siswa putus sekolah, terutama akibat tekanan ekonomi yang sering kali memaksa anak-anak bekerja.

Kontroversi

sunting

Pada Mei 2025, bangunan Sekolah Luar Biasa Negeri (SLB N) Pajajaran yang berada di Kelurahan Pasir Kaliki, Cicendo, Kota Bandung, Jawa Barat digusur oleh Kementerian Sosial Republik Indonesia. Penggusuran tersebut mengakibatkan siswa dipindah ke SLB N Cicendo. Penggusuran tersebut dilakukan sebab akan didirikan Sekolah Rakyat di atas lahan yang ditempati oleh SLB N Pajajaran.[9]

Lihat pula

sunting

Referensi

sunting
  1. ^ Media, Kompas Cyber (2025-03-15). "Sekolah Rakyat Segera Diresmikan, Kemensos Bakal Gaet Guru ASN". KOMPAS.com. Diakses tanggal 2025-03-15.
  2. ^ "Sekolah Rakyat Dibuka, Siswa Wajib Tamat Tanpa Putus". pantau.com. 2025-03-14. Diakses tanggal 2025-03-15.
  3. ^ https://kemensos.go.id. "Presiden Prabowo: Sekolah Rakyat untuk Memutus Mata Rantai Kemiskinan". Kementerian Sosial Republik Indonesia. Diakses tanggal 2025-07-07.
  4. ^ detikNews, Tim. "Sekolah Rakyat Program Prabowo Bakal beroperasi Juli 2025". detiksumut. Diakses tanggal 2025-07-07.
  5. ^ Rahmia, Nisa Hayyu. "Tujuan Pendirian Sekolah Rakyat dan Bedanya dengan Sekolah Biasa". tirto.id. Diakses tanggal 2025-07-07.
  6. ^ https://sekolahrakyat.kemensos.go.id. "sekolah-rakyat". Sekolah Rakyat. Diakses tanggal 2025-07-07.
  7. ^ "Sekolah Rakyat Siap Beroperasi Juli 2025: Berikut Model Sekolah dan Sistem Perekrutan Gurunya". Tempo. 24 Maret 2025 | 08.25 WIB. Diakses tanggal 2025-07-07.
  8. ^ "Sekolah Rakyat Bakal Pakai Kurikulum Nasional Plus Plus". Tempo. 5 Maret 2025 | 16.18 WIB. Diakses tanggal 2025-03-15.
  9. ^ "Murid SLB Direlokasi demi Sekolah Rakyat". web.archive.org. 2025-05-18. Diakses tanggal 2025-05-21.

๐Ÿ“š Artikel Terkait di Wikipedia

Daftar lokasi Sekolah Rakyat

ini adalah Daftar lengkap lokasi Sekolah Rakyat yang tersebar di seluruh Indonesia. "Daftar 100 Lokasi Sekolah Rakyat yang Siap Beroperasi pada Juli".

Sekolah tinggi

Sekolah tinggi (bahasa Belanda: hogeschoolcode: nl is deprecated ) dalam pendidikan di Indonesia adalah perguruan tinggi yang menyelenggarakan pendidikan

Sekolah menengah pertama

Wikikamus. Sekolah menengah pertama (disingkat SMP) adalah jenjang pendidikan dasar pada pendidikan formal di Indonesia yang ditempuh setelah lulus sekolah dasar

Sekolah Luar Biasa

individu, terutama bagi orang berkebutuhan khusus. Sekolah luar biasa (SLB) adalah sebuah sekolah yang diperuntukkan bagi anak berkebutuhan khusus agar

Sekolah Menengah Atas

Sekolah Menengah Atas (disingkat SMA) adalah jenjang pendidikan menengah pada pendidikan formal di Indonesia setelah lulus sekolah menengah pertama (atau

Perguruan Cikini

Indonesia. Yayasan ini berdiri pada tanggal 1 Agustus 1942 dengan nama Sekolah Rakyat Partikelir Mayumi. Sebelumnya usaha ini hanya sebuah tempat kursus Bahasa

Siti Aisyah We Tenriolle

Matthes mendirikan sekolah hanya untuk laki-laki, bangsawan, dan kaum kaya. Aisyah mendirikan sekolah yang memberikan pendidikan modern rakyat yang terbuka

Sekolah dasar

masa penjajahan Jepang, disebut dengan Sekolah Rakyat (SR). Setelah Indonesia merdeka, SR berubah menjadi Sekolah Dasar (SD) pada tanggal 13 Maret 1946