Seohak
Hangul
서학
Hanja
西學
Alih AksaraSeohak
McCune–ReischauerSŏhak


Seohak adalah pengenalan teknologi, filsafat dan yang paling berpengaruh, Katolik dan gagasan-gagasan Barat kepada Korea Joseon pada abad ke-18. Ini juga disebut sebagai Cheonjuhak (Hangul천주학; Hanja天主學; MRCh’ŏnhak) yang artinya 'Pemahaman Surgawi'. Secara literal artinya "pemahaman barat", antonim Seohak adalah Donghak (東學), atau "pemahaman timur", yang meliputi neo-Konfusianisme dan cara berpikir tradisional lainnya.

Kontroversi

sunting

Beberapa elit Korea memandang Seohak sebagai bentuk modifikasi dari agama Buddha yang mengancam tatanan sosial waktu itu. Selain itu, pemahaman tersebut mempromosikan gagasan kesetaraan sosial yang bertentangan dengan tatanan yang berdiri pada waktu itu.

Selain itu, beberapa Katolik Korea menolak untuk penyembahan leluhur karena bertentangan dengan agamanya. Hal ini berujung pada Penganiayaan Katolik 1801.

Lihat pula

sunting

Referensi

sunting

Pranala luar

sunting

📚 Artikel Terkait di Wikipedia

Agama di Korea Selatan

1790. Penetrasi gagasan Barat dan kekristenan di Korea dikenal sebagai' 'Seohak' '("Pembelajaran Barat" ). Sebuah studi tahun 1801 menemukan bahwa lebih

Twenty-Five Twenty-One

berlatar tempat di Ahyeon-dong, Distrik Mapo, Seoul dan difilmkan di Jeonju, Seohak-dong, Kampung Hanok Jeonju, lorong asrama Universitas Pendidikan Nasional

Agama di Korea Utara

menurut pandangannya, termasuk ajaran Budha dan Kekristenan (bagian dari Seohak, pengaruh budaya barat ke Korea diakhir abad ke-19). Choe Je-u membentuk

Katedral Chuncheon

lengkungan tanpa pilar apa pun. Gereja Katolik Roma dikenal dengan nama Seohak dan Katolik di sekitar Joseon Akhir dan disebarkan secara spontan tanpa

Kekristenan di Korea

tahun 1905. Di Korea pada awalnya agama Katolik disebut Seohak atau Ajaran dari Barat. Istilah Seohak dipopulerkan oleh kaum Sirhak (cendekiawan). Kaum Sirhak

Agatha Yi So-sa

kerajaan. Di masanya, Dinasti Joseon mengeluarkan maklumat anti Katolik, “Seohak” (menolak ajaran dari Barat). Buntut dari maklumat itu, sedikitnya 800 ribu

Penindasan Katolik tahun 1801

dengan ketat selama sisa hidup mereka. Martir Korea Kekristenan di Korea Seohak Ratu Jeongsun The Founding of Catholic Tradition in Korea, ed. by Chai-Shin