Artikel ini menggunakan bahan sumber yang berasal dari blog atau situs pribadi yang dapat tidak sesuai dengan kebijakan pemastian dan sumber tepercaya Wikipedia. |
Jancok (bahasa Jawa: [dสanหtสษส]) atau dancok (bahasa Jawa: [danหtสษส])[catatan 1] adalah sebuah umpatan yang umum dituturkan oleh masyarakat Jawa Timur, terutama di Surabaya Raya dan wilayah Arekan lainnya. Selain digunakan sebagai umpatan, kata jancok juga digunakan sebagai sapaan, interjeksi dan penanda emosional.[1]
Meskipun secara umum masyarakat Jawa menganggap jancok sebagai kata tabu, anak muda di Surabaya Raya menggunakan kata ini sebagai simbol identitas, keakraban dan persahabatan, sehingga di wilayah ini, jancok mengalami ameliorasi.[1] Penggunaan kata ini telah menyebar sampai ke wilayah lainnya di Indonesia.[2]
Etimologi
suntingIstilah ini tidak tercantum dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI). Namun, berdasarkan Kamus Daring Universitas Gadjah Mada, bentuk-bentuk leksikal jancuk, jancok, diancuk, diancok, cuk, dan cok memiliki makna denotatif โsialanโ, โkeparatโ, dan โbrengsekโ. Secara pragmatik, ungkapan-ungkapan tersebut berfungsi sebagai bentuk umpatan yang digunakan untuk mengekspresikan kekecewaan, tetapi dalam konteks tertentu juga dapat berfungsi sebagai penanda emosional untuk menyatakan keheranan atau kekaguman terhadap sesuatu yang dianggap luar biasa.[3][rujukan rusak]
Kata jancuk kemungkinan besar berasal dari kata ancuk yang artinya bersenggama atau bersetubuh.[4] Kalam Bausastra Jawa (1939) karya Purwadarminta, kata ancuk diartikan sebagai "bersenggama".[5]
Menurut Anas Arrasyid, kata "jancok" adalah suatu hadiah terburuk yang diberikan secara langsung kepada seseorang yang dibenci, tetapi juga digunakan sebagai kosakata pertemanan yang biasa. Akibatnya, kata "jancok" menjadi penjajahan akidah moral dalam bertutur kata. Hasil dari surveinya bahwa jancok merupakan kata umpatan yang sangat mencolok dan akan membuat seseorang sakit hati bila mendengarkannya dibandingkan umpatan lainnya seperti "Asu, Kirรฉk, Bedhรจs, Jangkrik, Jaran, dan Bangsat".[butuh rujukan]
Sujiwo Tedjo mengatakan:[6]
- โJancukโ itu ibarat sebilah pisau. Fungsi pisau sangat tergantung dari user-nya dan suasana psikologis si user. Kalau digunakan oleh penjahat, bisa jadi senjata pembunuh. Kalau digunakan oleh seorang istri yang berbakti pada keluarganya, bisa jadi alat memasak. Kalau dipegang oleh orang yang sedang dipenuhi dendam, bisa jadi alat penghilang nyawa manusia. Kalau dipegang orang yang dipenuhi rasa cinta pada keluarganya bisa dipakai menjadi perkakas untuk menghasilkan penghilang lapar manusia. Begitupun โjancukโ, bila diucapkan dengan niat tak tulus, penuh amarah, dan penuh dendam maka akan dapat menyakiti. Namun, bila diucapkan dengan kehendak untuk akrab, kehendak untuk hangat sekaligus cair dalam menggalang pergaulan, โjancukโ laksana pisau bagi orang yang sedang memasak. โJancukโ dapat mengolah bahan-bahan menjadi jamuan pengantar perbincangan dan tawa-tiwi di meja makan. (Sujiwo Tedjo, 2012, halaman x)
- Jancuk merupakan simbol keakraban. Simbol kehangatan. Simbol kesantaian. Lebih-lebih di tengah khalayak ramai yang kian munafik, keakraban dan kehangatan serta santainya โjancukโ kian diperlukan untuk menggeledah sekaligus membongkar kemunafikan itu. (Sujiwo Tejo, 2012: 397)
Dalam konferensi pers konser Mahacinta Rahwana di Surabaya pada tanggal 18 November 2013, Sitok Srengenge menambah keterangan Sujiwo Tedjo yang menegaskan bahwa konsep dan filosofi jancukers tumbuh di Jawa Timur, khususnya Surabaya:
- "Di sinilah sebuah republik bernama Republik Jancukers itu tumbuh dan memunculkan definisi baru mengenai kata jancuk yang sudah tidak identik dengan konotasi negatif."[7]
Sejarah
suntingBab atau bagian ini tidak memiliki referensi atau sumber tepercaya sehingga isinya tidak bisa dipastikan. |
Kata ini memiliki sejarah yang masih rancu. Kemunculannya banyak ditafsirkan karena adanya pelesetan oleh orang-orang terdahulu yang salah tangkap dalam pemaknaan, dan versi-versi ini muncul dari beberapa negara tetangga yang orang-orangnya mengucapkan kata yang memiliki intonasi berbeda tetapidenganbunyi hampir sama. Hal ini karena orang-orang dari beberapa negara tetangga tersebut mengucapkan kata yang hampir mirip kata jancok dengan ekspresi marah, geram, atau sejenisnya. OrangJawa dahulu mengartikan kata jancok (menurut lidah orang Jawa) adalah kata makian.
Variasi
suntingBeberapa variasi penulisan kata jancuk yang mungkin ditemukan dalam masyarakat meliputi:
- Jancuk
- Jancok
- Jancik
- Juancuk
- Juancok
- Bancuk
- Bancok
- Biancuk
- Biancik
- Dancuk
- Dancok
- Diancuk
- Diancok
- Diancik
- Hancuk
- Hancok
- Hancik
- Ancik
- Ancuk
- Ancok
- Cuk
- Cok
- Cik
- Coeg
Penggunaan
suntingKata kerja
suntingJancuk atau ancuk pada mulanya adalah kata kerja yang berarti bersenggama/berhubungan seks.[8] Akan tetapi penggunaanya tidak sebanyak untuk kata seru/sapaan.
Contoh kalimat:
- "Kancanรฉ dhรฉwรฉ diancuk." ("Teman sendiri disenggama.")
- "Kon neng Trรฉtรฉs gawรฉ ngancuk tok." ("Kamu ke Tretes hanya untuk bersenggama.")
Kata seru
suntingKata โJancokโ, atau โcokโ dalam bentuk singkatnya, digunakan sebagai kata seru untuk menunjukkan perasaan yang muncul, baik perasaan yang bersifat negatif maupun positif. Contoh kalimat:
- "Cok, gak usah cekel-cekel!" ("Cok, tidak usah pegang-pegang!")
- "Wih, apik'e, Cok!" ("Wih, bagusnya, Cok!")
Kata sapaan
suntingDi antara para pengguna, kata โJancokโ juga digunakan sebagai kata sapaan untuk mengungkapkan kemarahan atau menunjukkan kedekatan hubungan di antara teman.[1] Karena konotasi buruk yang melekat pada istilah โJancokโ, seseorang akan menjadi marah jika dipanggil menggunakan kata tersebut. Hal tersebut tidak berlaku di antara teman karib, yang malah menunjukkan bahwa kedekatan hubungan mereka membuat mereka tidak akan saling marah jika dipanggil dengan kata โJancokโ.
Meskipun tergolong bahasa gaul anak muda, kata tersebut masih terasa tidak pantas untuk digunakan memanggil orang tua karena arti sebenarnya adalah perkataan kotor.[9]
Contoh kalimat:
- "Cok, nandi ae kon?" ("Cok, ke mana saja kamu?")
- "Ojok meneng aรฉ kon, Cok!" ("Jangan diam saja kau, Cok!")
- "Mlaku-mlaku yok, Cok." ("Jalan-jalan yuk, Cok.")
- "Yo'opo kabare, Cok?" ("Bagaimana kabarmu, Cok?")
Dalam budaya populer
suntingBuku
sunting- Sujiwo Tedjo menulis dua buah buku berjudul Jiwo Jancuk dan Republik #Jancuker. Seniman tersebut juga sering menulis kata โJancukโ di Twitter miliknya serta menyebut dirinya sebagai "presiden jancuker".[6][10] Jancuk juga merupakan salah satu lagu yang berada dalam album kompilasi Sujiwo Tedjo yang berjudul 2012.
- Dalam novel Angker Batu, seorang tokoh bernama Warno berasal dari Jawa Timur dan terbiasa mengumpat Jancuk. Kebiasaan tersebut ditiru oleh Yudha dan Kanaya yang merupakan warga Jakarta.[11]
Film, serial dan lagu
sunting- Arok, tokoh utama film Punk In Love, berulang kali mengucapkan kata Cok.
- Film layar lebar Indonesia berjudul Jack pada mulanya akan diberi judul Jancuk, tetapi karena dianggap terlalu kasar maka diganti menjadi Jack dengan huruf /n/ dan /u/ kecil menyempil di dekatnya. Posisi huruf โnโ tergantung di bawah, di antara huruf โaโ dan โcโ. Sedangkan huruf โuโ melayang di atas, di antara huruf โcโ dan โkโ. Sehingga, menimbulkan kesan bahwa film tersebut akan terbaca โJancukโ.[12]
- Yowis Ben, film oleh Bayu Skak, menampilkan banyak dialog dengan kata jancok.[13]
- Seri animasi indi berjudul "Grammar Suroboyo" oleh Cak Ikin terkenal dengan banyaknya umbaran kata cuk atau jancuk khas Surabaya. Animasi 2D yang menampilkan tokoh Suro (sejenis ikan hiu) dan Boyo (buaya) ini mengangkat gambaran budaya dan bahasa sehari-hari orang Surabaya.[14][15]
- Keroncong Jancuk adalah nama sebuah kelompok musik beraliran keroncong, dengan sentuhan rege dan ska.[16][17]
- Mantan Djancuk adalah judul lagu dangdut berbahasa Jawa yang dipopulerkan oleh penyanyi Reka Putri, sebelumnya oleh SKA 86.[18]
Olahraga
sunting- Dalam persaingan antara dua klub sepak bola di Jawa Timur, Bonek (pendukung Persebaya Surabaya) dan Aremania (pendukung Arema) kerap menggunakan kata jancok dalam nyanyian suporter, misalnya โBonek jancokโ atau โArema jancokโ.
- Pada tahun 2015, tagar #OneDirectionJancok sempat menjadi tren ketika konser One Direction di Gelora Bung Karno mengakibatkan batalnya Timnas U-23 melakoni laga kualifikasi Piala AFC 2015.[19]
Lainnya
sunting- Salah satu fanspage Facebook yang mengangkat istilah ini adalah JANCOK KATA KATA KOTA KITA atau biasa disingkat menjadi JK4.[20]
- Nasi Goreng Jancuk merupakan salah satu menu dari Surabaya Plaza Hotel, Surabaya. Nasi goreng tersebut merupakan kreasi Eko Sugeng Purwanto, Executive Chef dan Food & Beverage Manager Surabaya Plaza Hotel.[21]
- Situs hiburan 1CAK bermula dengan nama 1CUK (dibaca wancuk/one-cuk), mirip "jancuk". Namun pendiri situs web tersebut menggantinya menjadi 1CAK pada tanggal 30 September 2012 karena kurang enak didengar.[22]
- Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya pernah membuat akronim CUK (Cerdas, Ulet dan Kreatif), tetapi banyak kalangan internal yang kurang setuju lantas diganti menjadi CAK (Cerdas, Amanah dan Kreatif). "Cak" sendiri merupakan kependekan dari kata cacak (kakak) atau panggilan umum untuk pria.Rujukan?
- Tahun 2019, Presiden Jokowi diberi gelar Cak Jancuk dalam acara Forum Alumni Jawa Timur untuk Jokowi di Tugu Pahlawan, Kota Surabaya, dan menuai polemik.[23]
- JNCK adalah nama sebuah merek pakaian dan beberapa kali menggunakan kata Jancuk dalam desain mereka.[24]
- Warga Surabaya mengecam aksi Pengeboman Surabaya tahun 2018 dengan menyebarkan tulisan Teroris Jancok ke berbagai sudut kota melalui media seperti baliho, mural, spanduk dan lain-lain.[25][26] Serikat Mural Surabaya juga membuat berbagai macam karya seni jalanan dengan kata-kata ini.[27]
- Komunitas Kota Jancuk adalah sebuah komunitas pecinta sastra di Surabaya.[28]
- Cak Cuk Surabaya adalah nama merek suvenir khas Surabaya yang utamanya menjual kaos dengan tulisan-tulisan kreatif khas Surabaya.[29]
Lihat pula
sunting- Umpatan
- Bahasa Jawa Suroboyoan
- Bahasa Pasar Atom
- Jan Cox, pelukis asal Belanda
Catatan
sunting- ^ Juga disebut sebagai jancuk atau cuk, ancok atau ancuk, dan coeg
Referensi
sunting- ^ a b c Saroh, Yam. 2010. โJancok or Dancokโ in Discourse (Semantic and Pragmatic), Paper. Jombang: English Department 2008-C, Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Persatuan Guru Republik Indonesia.
- ^ Mustakwa. 10 Juli 2010. serba-serbi tentang kata Dancokโฆ.!!!!!!.
- ^ UGM, Kamus. "Universitas Gadjah Mada Online Dictionary". Diakses tanggal 27 Oktober 2013.
- ^ "Gelar Cak Jancuk Jokowi: Sejarah & Kontroversi ala Djadi Galajapo". tirto.id. Diakses tanggal 2019-11-20.
- ^ Lestari, Yayasan Sastra. Leksikon bahasa Jawa - Sejak 1997 (dalam bahasa Jawa).
- ^ a b Narendra, Surya. 22 Juli 2013. Bahasa Kompasiana, โJancuk dan Keceplas-ceplosanโ Diarsipkan 2013-10-21 di Wayback Machine..
- ^ ina, c2, dan nw. Selasa, 19 November 2013. "Jawa Pos: Metropolis", Mahacinta Rahwana untuk Republik Jancukers, Filosofi Jancukers Tumbuh di Surabaya, hal. 39.
- ^ "SEAlang Library Javanese Lexicography". sealang.net. Diakses tanggal 2019-11-20.
- ^ Hagemaru_i. 22 Desember 2012. sosbud kompasiana, โJancok, Damput, dan Ngateliโ Diarsipkan 2013-10-21 di Wayback Machine..
- ^ Maurinho, Rahman. 26 Maret 2013. Bahasa Kompasiana, โSebenarnya Jancuk Itu Artinya Apa?โ Diarsipkan 2013-10-21 di Wayback Machine..
- ^ Rui Meita. 2007. โAngker Batuโ, Jakarta: Gagas Media.
- ^ (Hdr/Jpc) (2018-04-28). Warsito, Budi (ed.). "Pengakuan Sang Sutradara Soal Pilihan Judul Jack". JawaPos.com. Diakses tanggal 2019-11-18.
- ^ Astuti, Lutfi Dwi Puji (2018-01-27). "Banjir Kata 'Jancok' dalam Adegan Filmnya, Bayu Skak Santai". VIVA.co.id. Diakses tanggal 2019-11-19.
- ^ "Saturday Corner: Cak Ikin: Mengangkat Kearifan Lokal Lewat Film Animasi". Saturday Corner. Diakses tanggal 2019-11-19.
- ^ Novita Nugraningrum, 070316876 (2012-07-04). "OPINI PENONTON TERHADAP FILM "GRAMMAR" KARYA CAK IKIN (STUDI DESKRIPTIF MENGENAI OPINI PENONTON TERHADAP FILM GRAMMAR KARYA CAK IKIN)". UNIVERSITAS AIRLANGGA. ;
- ^ Windri, Noviana. "Kroncong Jancuk Luncurkan Single Baru, 'Agak Nyeleneh tapi Ada Pesan yang Ingin Kami Sampaikan'". Tribunnews.com. Diakses tanggal 2019-11-18.
- ^ "Kroncong Jancuk, Menghadirkan Nuansa Baru Musik Bali". kumparan. Diakses tanggal 2019-11-19.
- ^ "Lirik Lagu Reka Putri โ Mantan Djancuk". liriklaguindonesia.net (dalam bahasa American English). Diakses tanggal 2019-11-19.
- ^ Yani, Muchammad (2015-03-16). "Dibalik Tagar 'One Direction Jancuk'". MerahPutih. Diakses tanggal 2019-11-19.
- ^ facebook
.com /aslijancoker%20aslijancoker. Facebook. - ^ I Made Asdhiana. 25 Maret 2013. Travel Kompas, โJancuk Pedeseโฆ!.
- ^ Wicaksono Surya Hidayat (16 November 2012). Hidayat, Wicaksono Surya (ed.). "1Cak.com, Lelucon ala 9Gag untuk Indonesia". Kompas.com. Kompas. Diakses tanggal 27 November 2019.
- ^ Baihaqi, Amir. "Gelar untuk Jokowi Jadi Kontroversi, Apa Sebetulnya Arti Jancuk?". detikcom. Diakses tanggal 2019-11-18.
- ^ JakCloth.co.id; JakCloth.co.id. "Jancuk Blazing JNCK.co". www.jakcloth.co.id. Diarsipkan dari asli tanggal 2019-12-19. Diakses tanggal 2019-11-19.
- ^ "Teroris Jancuk: Surabaya, Christchurch, dan Lentera Kemanusiaan". kumparan. Diakses tanggal 2019-11-19.
- ^ Gunadha, Reza (2018-05-13). "Bonek dan Pemuda Surabaya Gelar Aksi Lilin: Teroris Jancuk!". Suara.com. Diakses tanggal 2019-11-19.
- ^ suarasurabaya.net. "Lawan Balik Teroris dengan Teror Street Art". http://suarasurabaya.net. Diarsipkan dari asli tanggal 2019-12-19. Diakses tanggal 2019-11-19. ;
- ^ Nurchayanti, Christine Ayu. "Mengenal Komunitas Kota Jancuk, Wadah Buat Pecinta Sastra di Surabaya Berkarya Lewat Puisi dan Prosa". Tribunnews.com. Diakses tanggal 2019-11-19.
- ^ Kurniawan, Dian (2019-02-22). Hida, Ramdania El (ed.). "Cuk, Misuh-Misuh Dapat Cuan". Liputan6.com. Diakses tanggal 2019-11-19.