Pemburu Inuit menggunakan harpun di Teluk Hudson, 1908-1914
Harpun

Harpun adalah alat yang panjang seperti tombak yang digunakan untuk menangkap ikan atau mamalia laut besar seperti paus. Hal ini dilakukan dengan menusuk buruan, sehingga nelayan dapat menggunakan tali atau rantai yang terikat dengan ujung harpun untuk menangkap buruan. Harpun juga dapat digunakan sebagai senjata.

Sejarah

sunting

Menangkap ikan dengan tongkat (harpun) banyak dilakukan pada masa paleolitikum.[1] Di gua Cosquer di Prancis Selatan terdapat seni gua berusia 16.000 tahun yang menggambarkan anjing laut yang telah tertusuk dengan harpun.

Catatan kaki

sunting
  1. ^ Guthrie, Dale Guthrie (2005) The Nature of Paleolithic Art. Diarsipkan 2023-08-16 di Wayback Machine. Page 298. University of Chicago Press. ISBN 0-226-31126-0

Bacaan lanjut

sunting
  • Lรธdingen Local History Society (1986) Yearbook Lรธdingen. The modern history of whaling, ISBN 82-990715-7-7 .

Pranala luar

sunting


๐Ÿ“š Artikel Terkait di Wikipedia

Tapai

tape berhasil dengan baik alat-alat dan bahan-bahan yang digunakan harus bersih, terutama dari lemak atau minyak. Alat-alat yang berminyak jika dipakai

Kerupuk

udang atau ikan, setelah dikukus disayat-sayat tipis atau dibentuk dengan alat cetak dijemur agar mudah digoreng. Kerupuk pertama kali muncul di tanah Jawa

Cireng

Dahulu, cireng umumnya dijual oleh pedagang yang menaiki sepeda dengan peralatan membuat cireng di bagian belakang sepedanya. Bahkan, kini telah tersedia

Ketoprak (makanan)

piring, kemudian disiram saus kacang dan kecap manis sebelum disajikan. Peralatan utama yang digunakan dalam pengolahan ketoprak antara lain ulekan, pisau

Roti ganjel rel

dahulu. Nama aslinya adalah roti gambang--karena bentuknya yang mirip dengan alat musik gambang--tetapi masyarakat Semarang lebih mengenalnya dengan nama โ€œganjel

Tahu tek

tahu goreng setengah matang dan lontong yang dipotong kecil-kecil dengan alat gunting dan garpu untuk memegang tahu atau lontong, telur, kentang goreng

Tempe

Pengupasan dapat dilakukan dengan tangan, diinjak-injak dengan kaki, atau dengan alat pengupas kulit biji. Setelah dikupas, biji kedelai direndam. Tujuan tahap

Adrem

tersebut dijuluki tolpit karena bentuknya terlihat menyerupai bagian skrotum alat kelamin pria (bahasa Jawa: [kontol] Galat: {{Lang}}: text has italic markup