Lukisan Mona Lisa oleh Leonardo da Vinci memperlihatkan teknik sfumato yang sempurna, terutama pada bagian sekitar mata.

Sfumato adalah istilah yang digunakan dan dipopulerkan Leonardo da Vinci untuk merujuk pada lukisannya yang melapiskan warna-warna yang berdekatan untuk menciptkan ilusi kedalaman, volume, dan bentuk. Sebagai hasil akhir, perpindahan warna tersebut tidak lagi terlihat jelas.

Dalam bahasa Italia, sfumato berarti berasap, tetapi dibedakan dengan istilah fumo yang berarti asap. Leonardo sendiri mendeskripsikan sfumato sebagai "tanpa outline", dalam pengertian berkabut atau detail yang tidak dihasilkan oleh penggunaan garis secara disengaja.

Teknik lukis Sfumato yaitu teknik memberi warna pada sebuah lukisan yang menggunakan beberapa lapisan cat semi transparan untuk mencapai efek gradasi shading dan highlight yang sangat halus.


๐Ÿ“š Artikel Terkait di Wikipedia

Raffaello Sanzio

komposisi Leonardo da Vinci, termasuk juga teknik baru chiaroscuro and sfumato. Pada akhir 1508, Pope Julius II menugaskan pengerjaan karyanya di Roma

Pita Maha

kanvas dan cat-cat yang berbahan dasar kimia, teknik-teknik baru seperti sfumato, chiaroscuro. Selain itu, mulai bergesernya orientasi dalam menciptakan

Chiaroscuro

dalam lukisan. Contoh perupa yang menggunakan teknik teberisme adalah Caravaggio, Georges De La Tour, dan Rembrandt. Renaisans Sfumato Leonardo da Vinci