Gadaria

[1]

Agama Hinduisme[2]
Bahasa Hindi, Punjabi, Rajasthani, Bihari, Chhattisgarhi, Bahasa Gujarat, Bahasa Bengali, Bahasa Gaddi, Rumpun bahasa Indo-Arya Utara,[2]
Negara ย India
Negara bagian yang diduduki Uttar Pradesh, Punjab, Rajasthan, Haryana, Bihar, Chhattisgarh, Gujarat, West Bengal, Himachal Pradesh, Uttarakhand, dan Jammu & Kashmir[2]
Wilayah India Utara[1]
Nama keluarga Pal/Rajpal, Baghel, Mohaniya,Mandal, Bhagat, Mori/Moriya, Pradhan, Prasad, dan lain-lain[2]
Subdivisi Nikhar dan Dhangar[2]
Kelompok terkait

Gadaria (atau Gadariya) adalah kelompok kasta penggembala yang mendiami India Utara, secara khusus berfokus pada peternakan domba. Mereka tersebar luas di Uttar Pradesh dan juga ditemukan di beberapa negara bagian lain, termasuk Punjab, Haryana, Uttarakhand, Himachal Pradesh, Jammu & Kashmir, Rajasthan, Madhya Pradesh, dan Bihar.[4]

Etimologi

sunting

Nama Gadariya diyakini berasal dari penggabungan kata Gadar (kata Prakerta yang berarti domba) dan sufiks ya (yang menunjukkan hubungan dengan komunitas penggembala).[5] Beberapa teori lain menyebutkan bahwa Gadar mungkin terkait dengan kata Sanskerta Gandhara (juga berarti domba), yang diambil dari nama wilayah Gandhara/Kandahar, tempat domba pertama kali diperkenalkan.[6] Selain itu, ada ahli yang mengajukan hipotesis bahwa nama tersebut adalah gabungan dari Gadar dan Arya, membentuk Gadararya atau Gadarya, yang kemudian berkembang menjadi Gadariya.[5]

Asal

sunting

Kasta Gadariya diyakini berasal dari Gรคndhara kuno, yang namanya disebutkan dalam Mahabharata dan Rig veda. Gรคndhara dikenal sebagai pembuat selimut dan jelas merupakan gembala berdasarkan profesinya.[7][8] Kasta Gadariya dianggap sebagai salah satu pemukim paling awal di lembah Nerbudda; pengaruh mereka terlihat dari nama-nama tempat seperti Gadariakheda dan Gรคdarwฤra.[6] Bukti sejarah lebih lanjut adalah Kuil Gadarmal Devi di Vidisha (Madhya Pradesh), yang dibangun oleh seorang Gadaria sekitar abad ke-7 hingga ke-8 Masehi (sekitar 1400 tahun yang lalu).[9]

Panini, ahli tata bahasa besar (abad ke-5 SM), dalam bukunya Astฤdhyฤyi menyebut Brahmour sebagai Gabdika dan penduduknya sebagai Gabdik. Wilayah ini juga disebut Gaderan atau Gaddiyar, negeri para Gadariya.[10]

Sejarah

sunting

Pada awal tahun 1910-an, kaum terpelajar dari komunitas Gadaria mendirikan organisasi bernama All India Pal Kshatriya Mahasabha. Di masa itu, terjadi diskusi internal mengenai apakah mereka perlu menyertakan sebutan "Kshatriya" pada nama komunitas mereka.

Menjelang tahun 1930-an, kelompok ini mengadopsi nama "Pali Rajput" sebagai padanan (sinonim) untuk Pal Kshatriya. Untuk mempromosikan identitas kasta mereka, mereka meluncurkan publikasi seperti majalah "Pal Kshatriya Samachar" dan "Shepherd Times".

Namun, komunitas tersebut kemudian melalui proses "de-Sanskritisasi", di mana mereka sengaja menghilangkan akhiran "Kshatriya" dari identitas mereka. Langkah ini diambil karena beberapa alasan, termasuk kekhawatiran akan kehilangan otonomi identitas kasta asli mereka dan untuk menghindari keterikatan atau klaim identitas kasta yang lebih tinggi yang mungkin menimbulkan masalah.[11]

Sub-kasta dan klan

sunting

Ada dua subdivisi utama di antara Gadarias, yaitu Dhangar dan Nikhar. Mereka berbagi gotra yang sama seperti Chauhan, Parihar, Sisodiya, Shirashwar, Chandel, Mohania, Kula dll adalah beberapa gotra di antara mereka.[12]

Tokoh terkemuka

sunting

Agama dan Kuil

Kuil Gadarmal Devi, adalah kuil Hindu dan Jain yang dibangun sekitar abad 7-8 M (Sekitar 1400 tahun yang lalu) di Vidisha, Madhya Pradesh oleh seseorang dari kasta Gadaria (gembala).[9]

Dalam legenda Candi Baidyanath, Dewa Wisnu menjelma menjadi seorang gembala dari kasta Gadariya, yang dikenal sebagai Baiju Gadariya. Ketika Rahwana membawa Shivalinga ke Lanka, ia ingin buang air. Ia menyerahkan linga tersebut kepada Baiju Gadariya, yang kemudian meletakkannya di tanah. Akibatnya, linga tersebut tertanam permanen di Deoghar. Situs ini kemudian menjadi Baidyanath Jyotirlinga yang terkenal, yang dipuja hingga saat ini.[13]

Referensi

sunting
  1. ^ a b Russell, R. V. (Robert Vane) (1916). The tribes and castes of the Central Provinces of India. University of California Libraries. Londonย : Macmillan and Co., limited.
  2. ^ a b c d e f Sashi, Dr. Shyam singh (1982). Shepherds of India: A Socio-Cultural Study of Sheep and Cattle-Rearing Communities. Archaeological survey of india (dalam bahasa English) (Edisi 1st). Delhi: Sundeep publication. hlm.ย 13โ€“73. OCLCย 4322453. Pemeliharaan CS1: Bahasa yang tidak diketahui (link)
  3. ^ "National Commission for Backward Classes". www.ncbc.nic.in. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 18 July 2024. Diakses tanggal 2024-12-17.
  4. ^ Ghurye, G.S. (2008). Caste and race in India (Edisi 5th). Bombay: Popular Prakashan. hlm.ย 32. ISBNย 9788171542055. Diakses tanggal 7 August 2016.
  5. ^ a b Shashi, Shyam Singh (2006). The World of Nomads (dalam bahasa Inggris). Lotus Press. ISBNย 978-81-8382-051-6.
  6. ^ a b Russell, Robert Vane (2022-01-04). The Tribes and Castes of the Central Provinces of India: Ethnological Study of the Caste System (dalam bahasa Inggris). e-artnow. Kesalahan pengutipan: Tanda <ref> tidak sah; nama ":2" didefinisikan berulang dengan isi berbeda
  7. ^ Shashi, Shyam Singh (1994). Encyclopaedia of Indian Tribes: The tribal world in transition (dalam bahasa Inggris). Anmol Publications. ISBNย 978-81-7041-836-8.
  8. ^ Choudhury, Mamata (1977). Tribes of Ancient India (dalam bahasa Inggris). Indian Museum.
  9. ^ a b Ayyar, Sulochana (1987). Costumes and Ornaments as Depicted in the Sculptures of Gwalior Museum (dalam bahasa Inggris). Mittal Publications. ISBNย 978-81-7099-002-4. Kesalahan pengutipan: Tanda <ref> tidak sah; nama ":3" didefinisikan berulang dengan isi berbeda
  10. ^ Sharma, Kamal Prashad (2001). Maแน‡imahesh Chambฤ Kailฤsh (dalam bahasa Inggris). Indus Publishing. ISBNย 978-81-7387-118-4.
  11. ^ Singh (2020), hlm.ย Phase II (1956 onwards): De-sanskritization towards an alternative culture.
  12. ^ Shashi (2011), hlm.ย 29.
  13. ^ Madhuri, Dr J. Naga; PUBLICATIONS, SGSH (2024-12-24). Shiva Shakti (dalam bahasa Inggris). SGSH Publications. ISBNย 978-93-6631-683-3. The story states that "Vishnu took the form of a Shepherd named Baiju Gadariya." While Ravana went to perform Surya Namaskaram, he gave a lingam to this cowherd. Due to the presence of Varun Dev, Ravana took a very long time. Baiju got angry, having to wait for Ravana, for a very long time. He then positioned the lingam on the ground and left the place

๐Ÿ“š Artikel Terkait di Wikipedia

Negheriting Shiva Doul

tersebut dari sungai dan membangun kembali kuil yang sekarang dan mendirikan Shivalinga di dalamnya. Candi utama dikelilingi oleh empat candi lainnya yaitu candi