Sala
Shorea robusta
Klasifikasi ilmiah
Kerajaan:
Klad: Angiospermae
Klad: Eudikotil
Klad: Rosid
Ordo:
Famili:
Genus:
Spesies:
S.ย robusta
Nama binomial
Shorea robusta
Sinonim

Vatica robusta

[[Kategori:Semua regnum plantae

|- style="vertical-align:top" |klad:||angiospermae

|- style="vertical-align:top" |klad:||eudikotil

|- style="vertical-align:top" |klad:||rosid]]


Sala (Shorea robusta), adalah pohon sejenis meranti (Shorea spp.), anggota suku keruing-keruingan (Dipterocarpaceae). Tumbuhan yang berasal dari anakbenua India ini sering kali disamakan dengan pohon kanon (Couroupita guianensis) yang juga disebut "sala". Dikenal sebagai sฤla, shala, sakhua,[2] atau sarai[3] dalam bahasa-bahasa di India, pohon ini disebut sebagai Sal Tree dalam bahasa Inggris.

Deskripsi dan persebaran

sunting
Pohon sala di Chhattisgarh, India
Daun baru dengan kuncup bunga di distrik Jalpaiguri, Benggala Barat, India.

Pohon Shorea robusta tumbuh lambat dan dapat mencapai tinggi 40 meter (130 kaki) dengan diameter batang hingga 2 meter (6,6 kaki).[4] Panjang daunnya berkisar antara 10โ€“25ย cm dan lebarnya 5โ€“15ย cm. Di daerah basah pohon ini selalu hijau; akan tetapi di daerah yang lebih kering, pohon sala biasa merontokkan sebagian besar daun-daunnya pada musim kemarau antara Februari hingga April, dan kemudian bersemi kembali di bulan April dan Mei.

Hutan sala di Purulia, India

Asli berasal dari anak benua India, pohon sala tersebar di selatan Pegunungan Himalaya, mulai dari Myanmar di timur hingga Nepal, India, dan Bangladesh. Di India agihannya membentang dari Assam, Bengal, Odisha dan Jharkhand barat ke Perbukitan Shivalik di Haryana, sebelah timur aliran Yamuna. Sebarannya juga merentang melalui wilayah Ghats Timur dan Pegunungan Vindhya dan Satpura sebelah timur di India tengah.[5] Sala sering menjadi pohon dominan di hutan tempat tumbuhnya. Di Nepal kebanyakan ditemukan di dataran Terai dari timur ke barat, terutama di pegunungan Churia (Pegunungan Shivalik Hill Churia) di zona iklim subtropis. Ada banyak kawasan lindung seperti Taman Nasional Chitwan, Taman Nasional Bardia, dan Suaka Margasatwa Shukla Phat, yang mana terdapat hutan lebat berisi pohon sala besar, dan juga ditemukan di sabuk bawah daerah perbukitan dan Terai Dalam. Pohon ini juga dikenal dengan nama sakhua di India utara.[6][7]

Nilai religi

sunting
Ratu Mฤyฤ melahirkan Sang Buddha

Dalam tradisi Hindu, pohon sala konon disukai oleh Dewa Wisnu.[8] Nama-namanya shala, shaal atau sal, berasal dari bahasa Sanskerta (เคถเคพเคฒ, ล›ฤla, harfiah berarti "rumah"), yang mengisyaratkan bahwa pohon itu menghasilkan kayu yang baik untuk membangun rumah. Sebutan lainnya dalam bahasa tersebut, di antaranya, ashvakarna, chiraparna dan sarja.[butuh rujukan]

Keyakinan Jainisme percaya bahwa tirthankara ke 24, Mahavira, memperoleh pencerahan di bawah pohon sala.[butuh rujukan]

Buddhisme

sunting

Sementara itu tradisi Buddhisme meyakini bahwa Ratu Mฤyฤ dari Sakya, melahirkan Gautama Buddha sambil berpegangan pada dahan sebatang pohon sala di Taman Lumbini di Nepal selatan. Di samping itu dipercaya pula bahwa Sang Buddha berbaring di antara dua pohon sala tatkala ia wafat mencapai parinirwana.[9]

Kegunaan

sunting

Sala adalah salah satu sumber kayu keras terpenting di India, dengan kayu keras berserat kasar yang berwarna terang saat baru dipotong, yang berubah menjadi cokelat tua jika terpapar sinar matahari. Kayunya tahan lama dan banyak dicari untuk konstruksi meskipun kurang bagus untuk diserut dan dipoles permukaannya. Kayu ini cukup baik untuk membuat kusen pintu dan jendela.

Tapari, piring daun sala

Daun sala yang dikeringkan merupakan bahan utama pembuatan piring dan mangkuk dedaunan yang disebut patrawali di India utara dan timur. Daun segarnya juga digunakan dalam pembuatan paan (olahan pinang) siap pakai dan makanan ringan seperti kacang hitam rebus, gol gappa, dll. Bekas wadah daun ini pada gilirannya biasa diberikan untuk pakan kambing dan sapi yang berkeliaran bebas di jalanan. Oleh karena itu India utara terbebas dari sampah stirofoam dan piring plastik yang dapat menyebabkan polusi luar biasa. Di India Selatan daun pisang dan pisang raja yang segar digunakan sebagai gantinya.

Di Nepal, daunnya digunakan untuk membuat piring dan wadah tradisional seperti tapari, doona dan bogata sebagai wadah tempat nasi dan kari disajikan, tetapi penggunaan wadah-wadah tadi telah menurun tajam selama beberapa waktu terakhir. Resin pohon sala (bahasa Sanskerta: แน›la) digunakan sebagai astringen dalam pengobatan Ayurveda[10] dan juga dibakar sebagai dupa dalam upacara Hindu, sementara biji dan buah sala merupakan sumber minyak lampu dan lemak nabati. Minyak bijinya diekstrak dan disuling untuk dimanfaatkan sebagai minyak goreng.

Galeri

sunting

Lihat pula

sunting

Referensi

sunting
  1. ^ Barstow, M., Lakhey, P. & Pathak, J. (2025). Shorea robusta. The IUCN Red List of Threatened Species 2025: e.T32097A149853510. https://dx.doi.org/10.2305/IUCN.UK.2025-2.RLTS.T32097A149853510.en. Accessed on 02 April 2026.
  2. ^ M. S. Swaminathan; S. L. Kochhar (2019). Major Flowering Trees of Tropical Gardens. Cambridge University Press. hlm.ย 39โ€“40. ISBNย 978-1-108-48195-3. Diakses tanggal 7 September 2021.
  3. ^ "Sal Tree". ecoindia.com. Diakses tanggal 24 November 2020.
  4. ^ "Shorea robusta in Flora of China @ efloras.org". www.efloras.org. Diakses tanggal 2022-08-09.
  5. ^ Oudhia P., Ganguali R.N. (1998).Is Lantana camara responsible for Sal-borer infestation in M.P.?. Insect Environment. 4 (1): 5.
  6. ^ "Salinan arsip". Diarsipkan dari asli tanggal 2012-05-15. Diakses tanggal 2015-08-07.
  7. ^ http://bjmirror0112.wordpress.com/
  8. ^ Sacred trees
  9. ^ "Maha-parinibbana Sutta: The Great Discourse on the Total Unbinding" (DN 16), translated from the Pali by Thanissaro Bhikkhu" (dalam bahasa English). Diakses tanggal 2015-06-29. Pemeliharaan CS1: Bahasa yang tidak diketahui (link)
  10. ^ Sala, Asvakarna[pranala nonaktif permanen]

Pranala luar

sunting

๐Ÿ“š Artikel Terkait di Wikipedia

Daftar spesies Shorea

jenis-jenis Shorea (Meranti) menurut Ashton (2004). Shorea affinis (Thwaites) P.S.Ashton Shorea congestiflora (Thwaites) P.S.Ashton Shorea cordifolia (Thwaites)

Kota Surakarta

baru dibangun, adalah nama pohon suci asal India, yaitu pohon sala (Shorea robusta).[butuh rujukan] Ketika Indonesia masih menganut Ejaan van Ophuysen

Mฤyฤ

untuk melahirkan. Dalam perjalanan, dia berjalan di bawah pohon Sala (Shorea robusta), di taman Lumbini yang indah (sekarang di Nepal). Maya kemudian melahirkan

Daftar pohon

canadensis) Ramin Redcedar (Toona ciliata) Sonokeling (Dalbergia spp.) Sala (Shorea robusta) Cendana (Santalum album) Sasafras (Sassafras uariafolium) Sasafras

Ekologi Himalaya

bagi hutan berdaun lebar subtropis, yang didominasi oleh pohon sala (Shorea robusta). Hutan ini terletak di kaki Himalaya ketika aliran sungai-sungai Himalaya

Taman Nasional Bhawal

hutan lima puluh tahun yang lalu dan spesies dominannya adalah Sal (Shorea robusta). Deforestasi ilegal hanya menyisakan 600 km2 dari hutan asli; pohon

Kebuddhaan

Paribhuttanagara) 24 Vessabhลซ Viล›vabhลซ Anoma Suppatฤซta - Yasavatฤซ Sฤla (Shorea robusta) Sadassana (di Sarabhavatinagara) 25 Kakusandha Krakucchanda Khemฤvatฤซ

Sutra Tussar

alam liar, memakan daun pohon hutan, terutama spesies Terminalia dan Shorea robusta, serta tanaman lain seperti jamblang dan ek yang terdapat di Asia Selatan