Sinagoge Surabaya
Sinagoge Surabaya
Bekas rumah dan sinagoge pada tahun 2007, sebelum dihancurkan
PetaKoordinat: 7°15′59.87″S 112°44′57.26″E / 7.2666306°S 112.7492389°E / -7.2666306; 112.7492389
Agama
AfiliasiYudaisme (sebelumnya)
Status keagamaan atau organisasiSinagoge (1948–ca 2003)
StatusDihancurkan
Lokasi
LokasiJalan Kayoon 4–6, Surabaya, Jawa Timur
NegaraIndonesia
Sinagoge Surabaya di Kota Surabaya
Sinagoge Surabaya
Lokasi sinagoge yang dihancurkan di Surabaya
Koordinat7°16′00″S 112°44′57″E / 7.266626°S 112.749239°E / -7.266626; 112.749239
Arsitektur
TipeHunian pribadi
GayaGaya Hindia Lama
Didirikan1923 (asebagai jemaat)
Rampung
  • 1939 (sebagai rumah)
  • 1948 (sebagai sinagoge)
Dibongkar2013

Sinagoge Surabaya, yang secara resmi disebut Sinagoge Beth Shalom,[1] adalah bekas jemaat dan sinagoge Yahudi yang terletak di Surabaya, Jawa Timur, Indonesia. Secara umum, sinagoge ini disebut sebagai satu-satunya sinagoge di negara ini selama bertahun-tahun beroperasi, meskipun sejak saat itu Sha'ar Hashamayim telah dibuka di Sulawesi.

Bangunan Sinagoge Surabaya adalah bekas rumah pribadi yang dibeli oleh jemaat Israelitische Gemeente Soerabaia pada tahun 1948. Karena berbagai peristiwa dunia dan politik Indonesia, sebagian besar jemaat beremigrasi dalam dekade setelah dibuka. Bangunan tersebut terus digunakan oleh komunitas kecil dan mulai rusak pada akhir abad ke-20; bangunan tersebut secara kontroversial dihancurkan pada tahun 2013 meskipun telah mendapat pengakuan sebagai bangunan bersejarah.

Status cagar budaya

sunting

Pada tahun 2009, bangunan ini sesungguhnya sudah terdaftar dalam registrasi Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Surabaya sebagai salah satu Bangunan Cagar Budaya (BCB) di Kota Surabaya dengan nomor 646/1654/436.6.14/2009. Ironisnya, sebelum secara resmi bangunan tersebut disahkan sebagai BCB oleh Pemerintah Kota Surabaya dengan mengeluarkan Surat Keputusan (SK), pihak swasta telah meratakan bangunan tersebut dengan tanah, tanpa sisa sedikit pun. Peristiwa ini dianggap sebagai kelalaian pemerintah Surabaya dalam merawat cagar budayanya sendiri.[2]

Penghancuran

sunting
Bangunan Sinagoge Surabaya sebelum dihancurkan.

Pada tahun 2013, terdapat unjuk rasa dari berbagai pihak di depan Sinagoge Surabaya sebagai bentuk protes atas agresi Israel terhadap Palestina di Gaza. Mereka kemudian juga menyegel dan memberikan tekanan pada pemerintah Surabaya untuk tidak memberikan status bangunan cagar budaya terhadap sinagoge tersebut. Wali Kota Surabaya kala itu, Bambang Dwi Hartono, memberikan sinyal dukungan kepada berbagai pihak untuk menutup sinagoge.[3] Karena selama bertahun-tahun tidak diberi kejelasan status oleh pemerintah, juru kunci sinagoge merobohkan bangunan tersebut dan menjual tanahnya kepada swasta.[4][5] Jemaat Yahudi lain kemudian melaporkan tindakan juru kunci yang sewenang-wenang tersebut kapada Polda Surabaya.[6] Saat ini hotel 17 lantai bernama Grand Dafam Signature,[7] telah dibangun di bekas lahan sinagoge tersebut.[8]

Lihat juga

sunting

Catatan kaki

sunting
  1. ^ "Beth Shalom Synagogue at Surabaya, Indonesia" (includes photos of the interior of the former synagogue). Diarna.org. Digital Heritage Mapping. 2015. Diakses tanggal 5 November 2024.
  2. ^ Wirayuda, Arya W. (2020-01-07). KOTA DAN JEJAK AKTIVITAS PERADABAN. Airlangga University Press. ISBN 978-602-473-075-8.
  3. ^ "Wali Kota Surabaya Cenderung Setuju Sinagoga Ditutup". Kompas.com. 2009-01-08. Diakses tanggal 2021-11-29.
  4. ^ Eksistensi Komunitas Yahudi Keturunan di Jakarta: Studi Tentang Komunitas UIJC (The United Indonesian Jewish Community) (PDF). Jakarta: UIN Syarif Hidayatullah. 2018. ; ;
  5. ^ "Sinagog Surabaya". Scribd. Diakses tanggal 2020-02-08.
  6. ^ "Sengketa Synagogue Yahudi Surabaya Berujung ke Polisi". hukumonline.com (dalam bahasa Indonesia). 2014-02-25. Diakses tanggal 2020-02-08. Pemeliharaan CS1: Bahasa yang tidak diketahui (link)
  7. ^ Faiq, Nuraini. "Ketua DPRD Surabaya: Hentikan Pembangunan Hotel di Bekas Cagar Budaya". Tribunnews.com. Diarsipkan dari asli tanggal 2020-07-05. Diakses tanggal 2020-07-05.
  8. ^ Witanto. "Sinagoge Surabaya Berubah Jadi Hotel Berlantai 17". Ngopibareng.id (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2020-02-08.

📚 Artikel Terkait di Wikipedia

Israelitische Gemeente Soerabaia

nama-nama berbahasa Ibrani. Mereka memiliki satu sinagoge yang berlokasi di Jl. Kayon no. 4-5 Surabaya. Kanisah ini dibangun di atas tanah Eigendom Verponding

Sinagoge

Sinagoge atau Kanisah (bahasa Ibrani: בית כנסתcode: he is deprecated ‎ “Beit Knesset”, bahasa Inggris: Synagoguecode: en is deprecated ) adalah nama tempat

Sjarikat Poesaka Soerabaia

pengrusakan dan penghancuran bangunan cagar budaya di Surabaya, seperti penghancuran Sinagoge Surabaya dan Stasiun Semut. Beberapa kasus penghancuran dan

Arsitektur kolonial di Surabaya

perlindungan memadai. Salah satu yang paling kontroversial adalah Sinagoge Surabaya, yang meskipun masuk daftar cagar budaya sejak 2009, dibongkar oleh

Yahudi di Indonesia

diubah menjadi sinagoge. Hanya mezuzah dan dua Bintang Daud di pintu masuk yang menunjukkan keberadaan sinagoge. Komunitas di Surabaya tidak lagi cukup

Daftar perusakan cagar budaya di Indonesia

terjadi pada tahun-tahun sebelumnya. Perobohan keseluruhan bangunan Sinagoge Surabaya, sinegoge satu-satunya di Indonesia selama berpuluh tahun. Bangunan

Agama di Indonesia

berada di Jakarta dan sedikit keluarga Baghdadi di Surabaya. Yahudi di Surabaya pernah memiliki sinagoge (tempat ibadat). Mereka hanya melakukan sedikit

Daerah Khusus Ibukota Jakarta

memiliki sebuah tempat yang dijadikan sebagai tempat ibadah umat Yahudi atau sinagoge. Berdasarkan sensus penduduk tahun 2010, tercatat bahwa penduduk Jakarta