Ilustrasi percobaan sinar anode.

Sinar anode atau sinar kanal adalah eksperimen yang dilakukan oleh ilmuwan Jerman, Eugen Goldstein pada tahun 1886. Goldstein menggunakan tabung yang memiliki katode berlubang. "Sinar" diproduksi pada lubang dalam katode dan bergerak dengan arah yang merupakan kebalikan dari sinar katode, yang merupakan aliran elektron. Goldstein menyebut sinar positif tersebut "Kanalstrahlen" - sinar kanal karena sinar tersebut seolah melewati kanal.

Lihat pula

sunting

Pranala luar

sunting

📚 Artikel Terkait di Wikipedia

Eugen Goldstein

adalah seorang fisikawan berkebangsaan Jerman. Ia adalah penemu dari sinar anode, dan juga disebut sebagai penemu proton. Goldstein lahir pada tahun 1850

Tabung sinar katode

posisi Horisontal dan Vertikal untuk men"scan" permukaan di ujung pandang (anode), yang sebaris dengan bahan berfosfor (biasanya berdasar atas logam transisi

Sinar katode

katode atau elektrode negatif dan anode atau elektrode positif. Elektron pertama ditemukan sebagai komponen penyusun sinar katode. Pada 1897, fisikawan Inggris

Elektron

Ia kemudian menunjukkan sinar berpendar yang tampak di dalam tabung tersebut membawa energi dan bergerak dari katode ke anode. Lebih jauh lagi, menggunakan

Sel tunam mikroba

terdiri dari dua ruang yaitu anode dan katode yang dipisahkan oleh suatu membran penukar proton (PEM). mikrob berada pada ruang anode dan bekerja untuk mendegradasi

Ion

lain, melewatkan arus searah melalui larutan penghantar yang melarutkan anode melalui ionisasi. Kata ion berasal dari bahasa Yunani: ἰόνcode: el is deprecated

Magnesium

distabilkan Yttria (Yttria-stabilized zirconia, YSZ). Anodenya adalah logam cair. Pada YSZ/anode logam cair O2− teroksidasi. Lapisan grafit berbatasan

Osiloskop

berfungsi sebagai anode. Arah pergerakan elektron pada osiloskop dipengaruhi oleh medan listrik dan medan magnetik. Pada osiloskop, sinar katode mengandung