Berawal dari titik O, memanjang ke arah A

Dalam bidang geometri, sinar garis adalah bagian dari garis lurus yang memiliki satu titik pangkal dan memanjang tanpa batas ke satu arah. Dalam notasi geometri, sinar garis biasanya dilambangkan dengan dua huruf kapital, seperti AB, di mana A adalah titik pangkal dan B adalah titik lain yang menunjukkan arah sinar tersebut.

Sinar garis memiliki beberapa karakteristik:

  1. Titik Pangkal Tetap: Sinar garis memiliki satu titik awal yang disebut titik pangkal.
  2. Memanjang Tak Terbatas: Dari titik pangkalnya, sinar garis memanjang tanpa batas ke arah tertentu.
  3. Tidak Simetris: Tidak seperti garis lurus yang memiliki panjang tak terhingga di kedua arah, sinar garis hanya memanjang ke satu arah.

Sifat

sunting

Beberapa sifat penting dari sinar garis adalah:

  1. Unik: Untuk setiap pasangan titik A dan B, hanya ada satu sinar garis yang dimulai dari A dan melalui B.
  2. Hubungan dengan Garis Lurus: Sebuah garis lurus dapat dianggap sebagai gabungan dua sinar garis yang saling berlawanan arah.
  3. Tidak Memiliki Panjang: Karena memanjang tanpa batas, sinar garis tidak memiliki ukuran panjang yang terdefinisi.
  4. Arah: Sinar garis bersifat searah, artinya tidak bisa dianggap sebagai dua arah seperti garis lurus.[1]

Contoh dalam Geometri

sunting
  1. Sudut Dalam geometri, sudut sering didefinisikan menggunakan dua sinar garis yang berawal dari titik yang sama. Misalnya, jika dua sinar garis AB dan AC bertemu di titik A, maka sudut yang terbentuk adalah sudut โˆ BAC.
  2. Partisi Bidang Sinar garis dapat digunakan untuk membagi bidang menjadi dua wilayah. Contohnya adalah dalam teori setengah bidang yang digunakan dalam konstruksi geometri atau pemodelan grafik komputer.
  3. Koordinat Kartesius Dalam sistem koordinat kartesius, sinar garis sering digunakan untuk menentukan arah suatu vektor dari titik asal ke titik tertentu di bidang.[1]

Representasi

sunting

Dalam geometri analitik, sinar garis yang dimulai dari titik dan melewati titik dapat dinyatakan dalam bentuk parametrik:

Parameter t adalah bilangan real non-negatif yang menunjukkan posisi suatu titik di sepanjang sinar garis tersebut.[2]

Referensi

sunting
  1. ^ a b Elements - Buku I, Konsep Dasar Geometri. Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  2. ^ Stewart, James (2008). Calculus: Concepts and Contexts. Cengage Learning. Pemeliharaan CS1: Status URL (link)

๐Ÿ“š Artikel Terkait di Wikipedia

Garis besar geometri

tertua. Geometri aljabar Geometri analitik Geometri diferensial Geometri Euklides Geometri non-Euklides Geometri projektif Geometri Riemann Geometri afin

Geometri

Geometri adalah cabang matematika yang bersangkutan dengan pertanyaan bentuk. Seorang ahli matematika yang bekerja di bidang geometri disebut ahli geometri

Geometri hiperbolik

Dalam matematika, Geometri hiperbolik atau disebut juga Geometri Lobachevskian atau Geometri Bolyai-Lobachevskian) adalah geometri non-Euklides. Postulat

Puncak (geometri)

Dalam geometri, verteks sudut atau puncak adalah titik pertemuan dua sinar garis atau lebih yang membentuk sudut. Titik ini menjadi pusat dari sudut yang

Sudut (geometri)

Dalam geometri Euklides, sebuah sudut adalah gambar yang dibentuk oleh dua sinar garis, yang disebut juga sisi dari sudut, berbagi titik akhir yang sama

Geometri mutlak

Geometri mutlak adalah geometri yang didasarkan pada sistem aksioma geometri Euklides tanpa menggunakan postulat paralel maupun alternatifnya. Secara sederhana

Titik sudut

Dalam geometri, titik sudut (bahasa Inggris: vertexcode: en is deprecated ) adalah titik pertemuan dari dua (atau lebih) kurva, garis, atau sisi yang

Tabung sinar-X

kristalografi sinar-X (difraksi sinar-X) analisis kimia unsur dengan spektrometri fluoresensi sinar-X. Apapun jenis tabungnya, pembangkitan sinar-X dilakukan