50°40′42″N 4°24′17″E / 50.67833°N 4.40472°E / 50.67833; 4.40472

Monumen tugu singa di atas bukit buatan di bekas lapangan pertempuran Waterloo
Monumen Singa Waterloo dilihat dari dekat.
Patung singa di puncak monumen.

Singa Waterloo (bahasa Belanda: Leeuw van Waterloo; disebut pula Butte du Lion dalam bahasa Prancis, artinya "Bukit Singa") adalah monumen militer berupa patung singa di atas sebuah bukit buatan yang dibuat di medan Pertempuran Waterloo untuk mengenang lokasi tertembaknya bahu Pangeran Willem II dari Belanda hingga ia terjatuh dari kudanya akibat tembakan yang terjadi saat pertempuran berlangsung. Pembangunan monumen tersebut dititahkan oleh ayahnya, Raja Willem I dari Belanda pada tahun 1820, dan selesai pada tahun 1826.

Rancangan

sunting

Monumen tersebut dirancang oleh arsitek kerajaan, Charles Van der Straeten, atas perintah Willem I. Inspirasinya disumbangkan oleh seorang insinyur bernama Jean-Baptiste Vifquain, yang membayangkan suatu monumen sebagai lambang kemenangan persekutuan, daripada monumen atas nama perorangan. Bentuknya terilhami dari tumulus bangsa Belge, yang menurut Julius Caesar merupakan bangsa Galia paling perkasa.

Bukit

sunting

Bukit buatan dibangun dari tanah yang diambil di beberapa bagian di tempat tersebut, termasuk beberapa tanah ladang di La Haye Sainte. Tingginya 43 m (141 kaki) dan kelilingnya sekitar 520 m (1706 kaki), sehingga memiliki volume sekitar 390.000 m³ (514.000 yd³).

Victor Hugo menyebutkan dalam novelnya Les Miserables bahwa ketika mengunjungi situs tersebut dua tahun setelah bukit itu diselesaikan, konon Arthur Wellesley dari Wellington berkata, "Mereka telah mengubah tempat pertempuranku!"[1]

Patung

sunting

Di puncak bukit buatan dibangun suatu patung singa yang beralaskan balok batu. Patung singa tersebut dibuat oleh Jean-François Van Geel (1756-1830). Singa merupakan hewan yang menjadi lambang kerajaan Belanda, dan juga melambangkan keberanian; cakar kanannya bertumpu di atas bola, melambangkan kemenangan global. Berat patungnya 31 tons, dengan tinggi 4,45 m (14,6 kaki) dan panjangnya 4,5 m (14,8 kaki). Patung itu dicetak di tempat penuangan logam milik William Cockerill di Liège, kemudian diangkut lewat kanal dari Liège ke Brussels.

Ada legenda urban bahwa patung singa tersebut dibuat dari lelehan meriam dan senjata yang ditinggalkan pasukan Prancis di medan pertempuran. Kenyataannya, patung tersebut terdiri dari sembilan potongan yang disusun di lokasi monumen tersebut.

Lihat pula

sunting

Referensi

sunting
  1. ^ Victor Hugo. Les Miserables Chapter VII. Napoleon in a Good Humor

📚 Artikel Terkait di Wikipedia

Lapangan Banteng

Lapangan Singa karena di tengahnya terpancang tugu peringatan kemenangan pertempuran di Waterloo, dengan patung singa di atasnya. Pertempuran Waterloo tersebut

Waterloo, Belgia

Waterloo (bahasa Walonia: Waterlôcode: wa is deprecated ) ialah sebuah kota dekat Brussel, Belgia. Dilafalkan [watəʀˈloː], nama kota ini berasal dari bahasa

Britania Raya

simbol singa digambarkan bersama Britannia pada koin lima puluh pence Britania, dan satu lagi memakai mahkota di belakang koin 10 pence. Singa juga digunakan

Prancis

Kekuasaan tersebut berakhir setelah kekalahan telak pada Pertempuran Waterloo. Peristiwa ini mengakibatkan pemulihan monarki, meskipun dengan keterbatasan

Karl Bernhard dari Sachsen-Weimar-Eisenach

sejumlah dinas militer, terlibat dalam dan Pertempuran Quatre Bas dan Waterloo di Brigade II dari Divisi II Belanda. Antara tahun 1849-1851, Karl Bernhard

Empire Earth

Arthur Wellesley menangkap/membunuh Napoleon Bonaparte dalam Pertempuran Waterloo. Kampanye ini menceritakan tentang peran Jerman dalam Perang Dunia Pertama

Gebhard Leberecht von Blucher

Napoleon Bonaparte dalam pertempuran Leipzig pada tahun 1813 dan pertempuran Waterloo pada tahun 1815. Blücher lahir di Rostock, putra seorang kapten tentara

François Vincent Henri Antoine de Stuers

menerima sejumlah tanda jasa. seperti Militaire Willems-Orde, salib besar Orde Singa Belanda, salib besar Orde Mahkota Ek, salib besar Orde Elang Merah, salib