📑 Table of Contents
Lion sebagai jambul ketopong.
Lion sebagai hiasan utama dalam lambang Finlandia.

Singa adalah sebuah hiasan utama dalam heraldik. Ini secara tradisional melambangkan keberanian, kebangsawanan, keningratan, kekuatan, dan kenegaraan, karena dulunya dianggap sebagai "raja hewan".[1] Singa juga merujuk kepada simbolisme Yudeo-Kristen. Singa Yehuda tercantum dalam lambang Yerusalem. Singa berpenampilan serupa ditemukan dalam lambang Wangsa Bjelbo dari Swedia, yang menurunkan lambang Finlandia, yang sebelumnya masuk wilayah Swedia, dan beberapa contoh lain untuk alasan sejarah yang sama.

Contoh

sunting
Tiga singa perak yang menjadi penjaga dan bagian dari Kursi Tahta Denmark.
Karya Joseph-Dรฉsirรฉ Court (1841)

Singa hadir dalam lambang beberapa negara:

Selain itu, mereka digambarkan dalam Kursi Tahta Denmark dan Kursi Tahta Norwegia.

Catatan

sunting
  1. ^ Garai, Jana (1973). The Book of Symbols. New York: Simon & Schuster. ISBNย 0-671-21773-9.

Referensi

sunting

๐Ÿ“š Artikel Terkait di Wikipedia

Singa Belanda

Singa Belanda (bahasa Belanda: Nederlandse leeuwcode: nl is deprecated ) adalah singa heraldik yang berdiri tegak dengan mahkota, memegang pedang di kaki

Penopang (heraldik)

Penopang dalam heraldik adalah gambar makhluk atau benda yang lazimnya ditampilkan pada kedua sisi perisai sehingga tampak seakan-akan sedang menopang

Kanan dan kiri (heraldik)

Kanan dan kiri dalam heraldik digunakan sebagai penunjuk letak tanda-tanda pengenal pada perisai, dan letak unsur-unsur lain dari kelengkapan lambang kebesaran

Daftar binatang kebangsaan

subdivisi negara tingkat pertama Daftar burung nasional Hewan sebagai muatan heraldik Daftar bunga nasional Personifikasi nasional Official symbols of Canada

Heraldik

lumrah bagi para sastrawan heraldik untuk mengetengahkan contoh-contoh semacam itu, dan lambang-lambang kiasan semisal "Singa Yehuda" atau "Rajawali Kaisar"

Singa dan Unicorn

Singa dan Unicorn (bahasa Inggris: The Lion and the Unicorncode: en is deprecated ) adalah simbol Britania Raya. Mereka adalah pendukung heraldik yang

Lambang Kesultanan Ngayogyakarta Hadiningrat

dipegang sepasang singa, tombak dengan panji-panji Kerajaan Belanda, serta gambar senapan dan meriam. Lambang yang diatur berdasarkan heraldik Eropa ini masih

Bulang hulu (heraldik)

sebagai hiasan pada satwa heraldik, yakni dipasang melingkari dahi atau lehernya. Gambar Orang Moro dan orang Sarasen dalam heraldik juga lazim ditampilkan