Awan sirostratus merupakan awan yang berbentuk serabut dengan jalur-jalur yang tipis yang berbentuk seperti cadar atau kerudung. Warna awan sirostratus adalah keputih-putihan dengan tekstur yang halus dan mampu menutup sebagian atau seluruh langit. Awan sirostratus dapat menimbulkan halo jika cukup tebal dengan besaran sudut 22 derajat. Keberadaan awan sirostratus sulit dideteksi. Namun, keberadaan awan sirostratus biasanya menandakan datangnya front panas dengan kemungkinan terjadi hujan atau jatuhnya presipitasi. Awam sirostratus terbentuk oleh kristal-kristal es atau butir-butir es.

Jenis

sunting

Awan sirostratuss dibedakan menjadi tiga jenis yaitu awan sirostratus nobulosus, awan sirostratus filosius dan awan sirostratus fibratus. Bentuk awan sirostratus nobulosus menyerupai cadar yang halus atau kerudung. Bentuk awan sirostratus filosius merupakan perubahan bentuk dari awan sirus densus yang melebar atau menipis. Sedangkan awan sirostratus fibratus umumnya menutupi seluruh langit dan sering menimbulkan halo.

Pranala luar

sunting

📚 Artikel Terkait di Wikipedia

Awan

menebal menjadi sirostratus, yang pada gilirannya dapat menebal dan turun menjadi altostratus, stratus, dan bahkan nimbostratus. Awan sirostratus berbentuk

Awan sirokumulus

terlihat di antara sepuluh jenis utama awan. Tidak seperti awan sirus dan sirostratus, awan sirokumulus biasanya tidak menghasilkan lingkaran cahaya matahari

Hujan

di atmosfer Bumi sehingga membentuk dek awan seperti altostratus atau sirostratus. Stratus adalah dek awan stabil yang terbentuk ketika udara dingin dan