KRI Bung Hatta di slipway
Sejarah
Indonesia
Nama KRI Bung Hatta
Asal nama Mohammad Hatta
Dipesan 25 Januari 2024
Pembangun PT Karimun Anugrah Sejati, Batam
Pasang lunas 25 Januari 2024
Diluncurkan 27 Februari 2025
Mulai berlayar 17 April 2025
Pelabuhan daftar Surabaya
Identifikasi Nomor lambung: 370
Status Aktif
Ciri-ciri umum
Jenis Korvet kelas Bung Karno
Panjang 80,3ย m (263ย ft 5ย in)
Lebar 12,6ย m (41ย ft 4ย in)
Kecepatan 25 knot (46ย km/h)
Daya tahan 5 days
Awak kapal 82
Senjata
Pesawat yang
diangkut
1 ร— helikopter (AS565 Panther)
Fasilitas penerbangan Dek penerbangan

KRI Bung Hatta (370) adalah kapal kedua dari korvet kelas Bung Karno milik TNI Angkatan Laut. Kapal tersebut dinamai setelah Wakil Presiden Pertama Indonesia Mohammad Hatta.

Riwayat

sunting

Selama acara peresmian KRI Bung Karno pada tanggal 1 Juni 2023, Kepala Staf Angkatan Laut Laksamana Muhammad Ali mengumumkan bahwa kapal saudari Bung Karno yang ditingkatkan akan dibangun. Laksamana Ali juga menyatakan bahwa kapal tersebut kemungkinan akan diberi nama Mohammad Hatta, salah satu pendiri bangsa Indonesia dan wakil presiden pertama Indonesia[1] Kontrak untuk korvet tersebut ditandatangani pada tanggal 25 Januari 2024 di galangan kapal PT Karimun Anugrah Sejati di Batam. Pada hari yang sama, upacara pemotongan baja dan peletakan lunas pertama juga dilaksanakan.[2]

Korvet tersebut diluncurkan pada tanggal 27 Februari 2025 dan secara resmi dinamai sebagai KRI Bung Hatta, disponsori oleh istri dari KSAL Ibu Fera Muhammad Ali.[3] Kapal tersebut direncanakan akan ditempatkan di Satuan Kapal Eskorta Komando Armada II di Surabaya.[4] Bung Hatta kemudian diserahkan kepada TNI Angkatan Laut dan mulai ditugaskan pada tanggal 17 April 2025.[5][6]

Untuk menghargai jasa-jasa perjuangan beliau, TNI AL mengabadikan nama beliau sebagai kapal perang KRI Bung Hatta (370) di bawah jajaran Koarmada II TNI AL yaitu Satkor Koarmada II, dimana kapal jenis Korvet ini dibutuhkan untuk memperkuat jajaran unsur kombatan yang siap beroperasi dalam rangka menjaga kedaulatan di wilayah kerja Koarmada II khususnya dalam mengatasi eskalasi mendesak dari kejahatan di laut.

Spesifikasi dan persenjataan

sunting

Bung Hatta direncanakan sebagai varian yang ditingkatkan dari KRI Bung Karno dengan ukuran yang sedikit lebih besar dan persenjataan yang lebih baik.[7][1] Kapal tersebut sendiri memiliki panjang 80,3ย m (263ย ft) dan lebar 12,6ย m (41ย ft). Korvet tersebut memiliki kecepatan tinggi 25 knot (46ย km/h), kecepatan jelajah 18 knot (33ย km/h), kecepatan ekonomis 14 knot (26ย km/h), dan mampu bertahan hingga 5 hari di laut. Bung Hatta memiliki awak kapal sebanyak 82 personel.[3]

Kapal tersebut direncanakan akan dipersenjatai dengan satu meriam Super Rapid OTO Melara 76 mm Leonardo Super, dua meriam otomatis 20ย mm, torpedo, dua peluncur ganda rudal anti-kapal, dan rudal darat-ke-udara.[8] Seperti yang dibangun, kapal tersebut dipersenjatai dengan satu meriam Bofors 57 mm L/70 Mk 1 di haluan dan dua meriam Yugoimport M71/08 20ย mm di setiap sisi di belakang struktur. Meriam Bofors 57ย mm berfungsi sebagai meriam utama sementara korvet hingga meriam Super Rapid OTO Melara 76ย mm dapat diperoleh dan dipasang.[3]

Korvet tersebut rencananya akan dilengkapi dengan rangkaian peperangan elektronik, seperti radar penanggulangan elektronik (R-ECM) dan tindakan dukungan elektronik radar (R-ESM).[3]

Bung Hatta juga mampu membawa helikopter Eurocopter AS565 Panther[9] dan memiliki sebuah dek penerbangan.[10] Kapal tersebut membawa dua perahu karet berlambung kaku (RHIB) dan memiliki jalur buritan untuk perahu, yang dapat mendukung misi infiltrasi, eksfiltrasi, pencarian dan penyelamatan (SAR), dan kunjungan, naik, pencarian, dan penyitaan (VBSS).[3][8]

Komandan KRI

sunting
  1. Letkol Laut (P). Ramli Arif, S.T., M.Sc., M.Tr.Opsla. (17 April 2025 - Sekarang)

Operasi

sunting

Pada tanggal 25 November 2025, KRI Bung Hatta menangkap dua kapal pengangkut biji nikel ilegal di Laut Konawe Utara, Sulawesi Utara.[11] Dua kapal milik PT Prima Mulia Jaya itu tidak membawa dokumen kapal dan muatan yang sah, dan selanjutnya dikawal menuju Lanal Kendari untuk diperiksa lebih lanjut.[12]

Referensi

sunting
  1. ^ a b "KSAL Berencana Produksi Sister Ship KRI Bung Karno-369". okezone.com. 2 June 2023. Diakses tanggal 31 January 2024.
  2. ^ "Dukung Produk Dalam Negeri, TNI AL Laksanakan First Steel Cutting Dan Keel Laying Kapal Korvet Di Batam". tni.mil.id. 27 January 2024. Diakses tanggal 31 January 2024.
  3. ^ a b c d e "KAPAL KORVET KRI BUNG HATTA-370 SIAP PERKUAT ARMADA TNI AL". peloporwiratama.co.id. 27 February 2025. Diakses tanggal 28 February 2025.
  4. ^ "Ksal Resmikan Kapal Korvet KRI Bung Hatta 370 Buatan Dalam Negeri di Batam, Dilengkapi Meriam". koranbatam.com. 27 February 2025. Diakses tanggal 27 February 2025.
  5. ^ Malufti, Fauzan (19 April 2025). "Indonesian Navy Commissions New Indigenous Corvette". navalnews.com (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 19 April 2025.
  6. ^ Yunizar, Syahrul (18 April 2025). "Masuk Jajaran Satkor Koarmada II, KRI Bung Hatta Akan Bermarkas di Surabaya". jawapos.com. Diakses tanggal 19 April 2025.
  7. ^ Achmad, Nirmala Maulana; Prabowo, Dani (27 January 2024). "TNI AL Mulai Bangun Kapal Korvet Sekelas KRI Bung Karno-369". kompas.com. Diakses tanggal 27 February 2025.
  8. ^ a b "Beredar Foto Korvet KRI Bung Hatta 370, Serupa 'Tapi Tidak Sama' dengan KRI Bung Karno 369". indomiliter.com. 25 February 2025. Diakses tanggal 27 February 2025.
  9. ^ "PT KAS Dipercaya Buat Kapal KRH VVIP dan Kepresidenan". detaknews.co.id. 9 June 2022. Diarsipkan dari asli tanggal 26 December 2022. Diakses tanggal 26 December 2022.
  10. ^ "Bangun KRI Bung Karno-369 untuk Gantikan KRI Barakuda-633". JawaPos.com. 21 June 2022. Diakses tanggal 26 December 2022.
  11. ^ Al Farisi, Baharudin (27 November 2025). "Dua Kapal Pengangkut Nikel Ditangkap TNI AL, Tujuannya ke Pertambangan di Morowali". Kompas. Diakses tanggal 30 November 2025.
  12. ^ "TNI AL Amankan Dua Kapal Pengangkut Nikel Tujuan PT IMIP Morowali". CNN Indonesia. 26 Nov 2025. Diakses tanggal 30 November 2025.

Pranala luar

sunting

Media terkait KRI Bung Hatta (370) di Wikimedia Commons

๐Ÿ“š Artikel Terkait di Wikipedia

KRI Pulau Fani (731)

dari tiga buah terluar di Provinsi Papua Barat. KRI Pulau Fani memiliki sister ship/kapal saudari yang bernama KRI Pulau Fanildo. Letkol Laut (P) Mufianto

Carnival Victory

website Cruise Critic review Carnival Victory ship location[pranala nonaktif permanen] in Google Maps Ship Tour Diarsipkan 2009-04-27 di Wayback Machine

Korvet kelas Bung Karno

2 June 2023. Diakses tanggal 2 June 2023. "KSAL Berencana Produksi Sister Ship KRI Bung Karno-369". okezone.com. 2 June 2023. Diakses tanggal 31 January

KRI Lukas Rumkorem (392)

negeri PT. Daya Radar Utama di Lampung. Kapal ini memiliki kapal saudari (sister ship) yakni KRI Raja Haji Fisabilillah (391). Kontrak kapal tersebut diberikan

Daftar kapal TNI Angkatan Laut yang aktif

corvettes". Janes.com. Diakses tanggal 2024-04-18. "KSAL Berencana Produksi Sister Ship KRI Bung Karno-369". okezone.com. 2 June 2023. Diakses tanggal 2 June

His Majesty's Ship

tanggal 2013-12-29. HMQS Gayundah (Aboriginal for 'lightning') and her sister ship HMQS Paluma ('thunder')(National Library of Australia) Diarsipkan 2008-02-13

JKT48

anggota Special Girls A yang menyanyikan lagu New Ship dalam singel AKB48, Give Me Five!. Lagu New Ship adalah lagu ketiga pada singel Tipe A. Singel tersebut

KRI Dorang (874)

ditempatkan di Lantamal IX, Ambon. Kapal ini memiliki kapal saudari (sister ship) bernama KRI Bawal (875). Nomor yang diresmikan pada KRI Dorang saat