📑 Table of Contents
Infotaula de geografia políticaSitus Cibuaya
situs arkeologi Suntingan nilai di Wikidata

Tempat
PetaKoordinat: 6°3′0″S 107°21′0″E / 6.05000°S 107.35000°E / -6.05000; 107.35000 
NegaraIndonesia Suntingan nilai di Wikidata

Situs Cibuaya berada di Dusun Pejaten, Desa Cibuaya, Kecamatan Cibuaya, Kabupaten Karawang, Jawa Barat yang berjarak kurang lebih 6 km dari garis pantai.[1] Situs Cibuaya memiliki dua struktur bangunan, satu yang relatif masih terlihat dipermukaan tanah , terbuat dari bata dinamakan Lemah Duwur Lanang, berupa batur dua teras dan di puncaknya bertegah linggah semu.[2]

Letak dan topografi

sunting

Situs Cibuaya secara astronomis terletak pada garis koordinat 107°21’25” Bujur Timur dan 6°5’56” Lintang Selatan. Daerah Cibuaya merupakan daerah dataran rendah dengan ketinggian rata-rata 3 meter dia atas permukaan laut dan berjarak sekitar 6 kilometer dari garis pantai utara Pulau Jawa. Kondisi geografis Desa Cibuaya yang seluas 438,50 ha secara administratif berbatasan dengan Desa Jayamulya di utara, Desa Kertarahayu di selatan, Desa Gebangjaya di sebelah timur dan Desa Sukasari di sebelah barat. Jumlah penduduk Desa Cibuaya sebanyak 1.641 Kepala Keluarga, jumlah penduduk laki-laki sebanyak 2.595 jiwa dan jumlah penduduk perempuan sebanyak 2.614 jiwa.[1]

Temuan

sunting

Arca Wisnu Cibuaya I ditemukan oleh Bapak alm. Warsinah ketika dilakukan penggalian sumur di wilayah Kecamatan Pedes pada tahun 1951. Arca tersebut berukuran tinggi 63 cm dalam sikap berdiri (samapada-sthanaka) dan bertangan empat. Seni hias arca ini menunjukkan ciri seperti arca-arca dari gaya Pallawa (Mamallapuram) dari abad ke-7 atau 8 Masehi dan diperkirakan Arca Wisnu Cibuaya I berasal dari abad ke-8 atau ke-9 Masehi. Saat ini arca tersebut berada di Museum Nasional Jakarta.[1]

Arca Wisnu Cibuaya II diserahkan oleh Bapak Saryu alm. kepada Dinas Purbakala RI pada tahun 1957.Arca tersebut berukuran tinggi 48 cm dengan sikap berdiri dan bertangan empat. Bahan arca yang berupa batu hitam dipoles menunjukkan ciri-ciri Pala di Bihar dan Bengal (India Utara), diperkirakan arca ini berasal dari abad ke 9 Masehi.Saat ini arca tersebut berada di Museum Nasional Jakarta.[1]

Referensi

sunting
  1. ^ a b c d Banten, BPCB (2016-03-03). "Mengungkap Struktur Bata Pada Lemah Duwur Lanang Situs Cibuaya". Balai Pelestarian Cagar Budaya Banten (dalam bahasa American English). Diakses tanggal 2020-09-26.
  2. ^ Munandar, A.A. "Beberapa Keistimewaan Kawasan Percandian Batujaya di Karawang Utara". ANZDOC: 4.

6°5′56″S 107°21′25″E / 6.09889°S 107.35694°E / -6.09889; 107.35694


📚 Artikel Terkait di Wikipedia

Cibuaya, Karawang

Cemarajaya Cibuaya Gebangjaya Jayamulya Kalidungjaya Kedungjaya Kedungjeruk Kertarahayu Pejaten Sedari Sukasari Situs percandian bernuansa Hindu, yaitu Situs Cibuaya

Sejarah Nusantara pada era kerajaan Hindu-Buddha

dianut oleh kelompok-kelompok masyarakat di Situs Kota Kapur, Bangka, Situs Cibuaya, Situs Karawang dan Situs Muarakaman, Kutai (pada sekitar abad ke- 5-7

Situs Gunung Padang

Batu.[butuh rujukan] Situs Cibuaya Punden berundak Megalitikum di Indonesia Ramadina, Savitri Putri (2013). "Analisis Perupaan Situs Megalitik Gunung Padang

Situs Adan-Adan

Situs Adan-adan atau Candi Adan-adan disebut juga dengan Candi Gempur oleh masyarakat sekitar, merupakan salah satu lokasi situs arkeologi berupa temuan

Percandian Batujaya

jam karena kondisi jalan yang ada. Situs Batujaya terletak di lokasi yang relatif berdekatan dengan Situs Cibuaya (sekitar 15 km di arah timur laut) yang

Situs Tondowongso

Komplek Candi Tondowongso merupakan situs temuan purbakala arkeologi yang ditemukan pada awal tahun 2007 di Dusun Tondowongso, Desa Gayam, Kecamatan Gurah

Situs Gua Gajah

Situs Gua Gajah adalah situs peninggalan Kerajaan Majapahit. Situs ini ditemukan pada tahun 1922, pada waktu L.C Heyting, ia adalah seorang pegawai muda

Situs Mantup

Situs Mantup atau biasa juga disebut Candi Mantup adalah situs purbakala yang berada di Dusun Mantup, Desa Baturetno, Kecamatan Banguntapan, Kabupaten