Sumala
SutradaraRizal Mantovani
ProduserRocky Soraya
SkenarioRiheam Junianti
Berdasarkan
Sumala
oleh Bang Betz Illustration
Pemeran
Perusahaan
produksi
Tanggal rilis
  • 26 September 2024ย (2024-09-26) (Indonesia)
  • 7 November 2024ย (2024-11-07) (Malaysia)
Durasi113 menit
NegaraIndonesia
BahasaIndonesia

Sumala adalah sebuah film horor supranatural thriller Indonesia tahun 2024 yang diproduksi oleh Hitmaker Studios dan disutradarai oleh Rizal Mantovani. Film tersebut dibintangi oleh Luna Maya, Darius Sinathrya dan Makayla Rose. Cerita film tersebut berdasarkan sebuah legenda yang diklaim sebagai kisah nyata yang terjadi di salah satu desa terpencil di Kabupaten Semarang pada tahun 1940an yang dinarasikan oleh BANG BETZ illustration melalui kanal YouTube dan utas X miliknya. Film tersebut dirilis pada 26 September 2024.[1]

Sinopsis

sunting

Film yang disutradarai Rizal Mantovani ini dibuka dengan kisah sepasang suami istri bernama Soedjiman (Darius Sinathrya) dan Sulastri (Luna Maya) yang mendambakan buah hati setelah bertahun-tahun menikah. Tekanan dari berbagai pihak pun dirasakan keduanya. Hampir putus asa, Sulastri kemudian mengupayakan berbagai cara untuk mendapatkan anak. Mulai dari meminum jamu hingga melakukan pijat tradisional. Sayangnya, semua usaha itu tidak membuahkan hasil Sementara itu, Soedjiman sudah begitu mendambakan seorang anak untuk meneruskan usaha dan harta warisannya. 11 tahun pernikahan tanpa kehadiran buah hati, Soedjiman menekan Sulastri untuk segera mengandung. Jika Sulastri tak kunjung hamil, Soedjiman mengancam akan menikah lagi demi mendapatkan keturunan. Takut dengan ancaman Soedjiman, diam-diam Sulastri mendatangi seorang dukun dan melakukan perjanjian dengan iblis untuk mendapatkan buah hati. Ritual akhirnya dijalankan. Sulastri meminum berbagai sesajen untuk menjadi perantara proses perjanjian. Hasil perjanjian tersebut membuat Sulastri hamil. Perasaan bahagia menghampiri Sulastri dan Soedjiman. Namun hal itu hanyalah semu belaka.

Mereka mempunyai anak kembar yang terlahir cantik, dimana salah satunya berasal dari bangsa manusia dan satunya lagi dari keturunan iblis. Anak yang berasal dari keturunan iblis diberi nama Sumala, yang langsung dibunuh oleh Soedjiman setelah ia melihat wujud Sumala yang menyeramkan. Sementara anak yang satu lagi hidup sebagai putri yang mempunyai keterbelakangan, ia adalah Kumala. Tindakan Soemadji ternyata melanggar syarat perjanjian dengan iblis yang akhirnya membawa malapetaka. Akibatnya, anak yang selamat, Kumala tumbuh dengan kondisi cacat.[2]

Semasa hidup, Kumala harus menghadapi cemoohan orang-orang di sekitar karena tubuhnya yang cacat. Ia terus diperlakukan dengan kejam dan dianggap pembawa sial oleh keluarga maupun penduduk. Saat Kumala beranjak remaja, ia kedapatan melakukan tingkah aneh.[3] Kejadian misterius datang satu persatu ketika Kumala beranjak besar. Kumala melakukan tingkah aneh yang membuat satu kampung geger. Setiap hari terjadi kematian seorang anak dengan cara tragis. Sosok Sumala muncul dengan wujud mengerikan, menghantui mereka yang terlibat dalam penderitaan saudaranya.[4] Penduduk desa mulai ketakutan dan memercayai Kumala sebagai sosok yang membawa petaka. Soedjiman disalahkan atas kekacauan yang diakibatkan oleh Kumala. Namun Kumala membela diri dengan mengatakan bahwa teror kematian yang terjadi dilakukan oleh kakaknya, Sumala. Kumala dirasuki Sumala. Pembalasan dendam pun tiba. Satu persatu, mereka yang menyakiti Kumala dibunuh dengan cara yang keji, termasuk ibu dan ayahnya sendiri.[5]

Pemeran

sunting

Referensi

sunting
  1. ^ "Sinopsis Film Sumala yang Tayang 26 September, Diangkat dari Kisah Nyata". Detik.com.
  2. ^ Zuhriyah, Umi (2024-09-25). "Sinopsis Sumala, Film Horor Indonesia yang Dibintangi Luna Maya". tirto.id. Diakses tanggal 2025-02-23.
  3. ^ "Sinopsis Film Sumala: Teror Anak Iblis yang Jadi Urban Legend di Semarang". Narasi Tv. Diakses tanggal 2025-02-23.
  4. ^ "Sinopsis Film Sumala, Horor dari Kisah Nyata yang Diperankan oleh Luna Maya!". www.orami.co.id. 2024-09-26. Diakses tanggal 2025-02-23.
  5. ^ Alinea. "Sumala: Dendam si anak iblis dan kekejaman orang tua". https://www.alinea.id. Diakses tanggal 2025-02-23.

[1]

Pranala luar

sunting
  1. ^ "Sinopsis Film Sumala". fmteknologi.com.

๐Ÿ“š Artikel Terkait di Wikipedia

Soedjiman

Indonesia, Soedjiman mendaftar di Akademi Militer Yogya di Yogyakarta. Saat itu, akademi tersebut baru berdiri pada 31 Oktober 1945. Soedjiman, bersama

Universitas Darma Persada

pendidikan tersebut antara lain: Hasan Rahaya MA (1965 โ€“ 1966). Moh. Soedjiman LLM, MCL (1966 โ€“ 1967). Drs. Julianto MA (1967 โ€“ 1968). Drs. Wahjosumidjo

Brigade Infanteri 1

Diponegoro (1965-1967) Letkol Inf Subhan Djajaatmadja (1967-1969)โญ Letkol Inf Soedjiman (1969-1970)โญโญ Kolonel Inf Subhan Djajaatmadja (1970-1973) Letkol Inf A

Sentral Organisasi Karyawan Swadiri Indonesia

Golkar Sharif Cicip Sutarjo, Menteri Kelautan dan Perikanan RI (2011-2014) Soedjiman, Gubernur Kalimantan Barat (1977-1988) Soleh Solahuddin, Menteri Pertanian

Komando Distrik Militer 0501

Inf. M. Naya Iskandar (1962) Mayor Inf. Diponegoro (1962) Letkol Inf. Soedjiman (1962โ€”1967)โญโญ Letkol Inf. A. Fatah (1967โ€”1971) Letkol Inf. Moch. Syoekoer

Mustafa Sjarief Soepardjo

Brigjen Amir Machmud pada siang hari. Berita itu dilaporkan Letnan Kolonel Soedjiman ketika Brigjen Amir Machmud selesai sholat Ied di lapangan Banteng. Pada

Toto Rinanto

Soedjiman. Toto lahir di Garut pada tanggal 12 Januari 1960 dari pasangan Soedjiman dan Sri Sunarsih yang keduanya berasal dari Yogyakarta. Soedjiman

Perang Dayak Desa

Pangkopkamtibda) Kalimantan Barat Untung Sridadi bersama Gubernur Kalimantan Barat Soedjiman melakukan serah terima dari ahli waris APMD seperti YAM Linggi dan Agustinus