St. Sofronius
St. Sofronius dari Yerusalem
Patriark Yerusalem
Lahirs. 560
Damaskus
Meninggal11 Maret 638
Yerusalem
Dihormati diGereja Ortodoks Timur, Gereja Katolik Roma
Pesta11 Maret [K.J.: 24 Maret (saat kalender Julian dipakai)]
AtributBusana uskup, dengan tangan kanan memberikan pemberkatan, memegang Injil atau gulungan

Sophronius (sekitar tahun 560 โ€“ 11 Maret 638; bahasa Yunani: ฮฃฯ‰ฯ†ฯฯŒฮฝฮนฮฟฯ‚) adalah Patriarkh Yerusalem dari tahun 634 hingga kematiannya. Ia dihormati sebagai orang kudus dalam Gereja Ortodoks Timur dan Gereja Katolik. Ia terkenal karena perannya dalam mempertahankan ajaran Kristen ortodoks selama kontroversi monotelitisme dan karena memimpin Gereja Yerusalem selama penyerahan kota tersebut kepada Kekhalifahan Islam.

Kehidupan awal

sunting

Sophronius lahir sekitar tahun 560 di Damaskus, wilayah Kekaisaran Bizantium. Ia mendapatkan pendidikan klasik yang kuat dalam filsafat dan retorika, sehingga dijuluki Sophronius the Sophist (โ€œSophronius yang Bijakโ€).[1]

Kehidupan monastik

sunting

Ia kemudian bergabung dalam kehidupan monastik di Biara Santo Teodosius di dekat Betlehem. Di sana ia bertemu dengan Yohanes Moschos, sahabat dan kolega spiritualnya. Keduanya melakukan perjalanan ke banyak tempat suci dan komunitas biara di wilayah Timur Kristen. Bersama Moschos, Sophronius turut menyusun Leimonarion atau *Padang Rumput Spiritual*, sebuah karya hagiografi yang menjadi dokumen penting tentang kehidupan biara.[2]

Perjuangan melawan monotelitisme

sunting

Pada awal abad ke-7, ajaran monotelitisme mulai menyebar sebagai kompromi teologis antara pihak Ortodoks dan Monofisit. Ajaran ini menyatakan bahwa Yesus Kristus hanya memiliki satu kehendak. Sophronius menentang ajaran ini dengan gigih dan mempertahankan ajaran Konsili Kalsedon (451), yang menyatakan bahwa Kristus memiliki dua kehendak, ilahi dan manusiawi.[3]

Ia mengirim surat-surat kepada para pemimpin Gereja, termasuk Paus Honorius I dan Patriarkh Sergius dari Konstantinopel, serta menulis karya teologis untuk mempertahankan ajaran Dyothelitisme. Usahanya berkontribusi dalam penolakan resmi terhadap monotelitisme dalam Konsili Konstantinopel III (680โ€“681).[4]

Patriarkh Yerusalem

sunting

Sophronius diangkat menjadi Patriarkh Yerusalem pada tahun 634. Dalam masa jabatannya yang singkat, ia memperjuangkan pembaruan rohani, mempertahankan ajaran ortodoks, serta menulis homili dan himne liturgis yang masih digunakan hingga kini dalam liturgi Ortodoks.[5]

Penyerahan Yerusalem

sunting

Pada tahun 636โ€“637, pasukan Muslim di bawah pimpinan Umar bin Khattab mengepung Yerusalem. Sophronius memimpin umat Kristen dalam bertahan dan akhirnya menyerahkan kota secara damai. Ia diyakini secara pribadi menyerahkan kunci kota kepada Umar dan menerima Perjanjian Umar, yang menjamin perlindungan dan kebebasan ibadah bagi umat Kristen Yerusalem.[3]

Kematian dan kanonisasi

sunting

Sophronius wafat pada 11 Maret 638. Ia dihormati sebagai orang kudus oleh Gereja Ortodoks dan Katolik, dengan hari peringatannya jatuh pada tanggal 11 Maret. Ia dikenang atas keteguhan imannya dan kontribusinya terhadap ajaran ortodoks dan liturgi Kristen.[2]

Warisan

sunting

Sophronius meninggalkan warisan penting dalam bentuk:

  • Homili dan khotbah liturgis
  • Surat-surat melawan ajaran sesat
  • Kontribusi dalam penyusunan liturgi Ortodoks Timur
  • Peran sejarah dalam transisi kekuasaan Yerusalem dari Bizantium ke Muslim

Lihat pula

sunting

Referensi

sunting
  1. ^ Oxford Dictionary of the Christian Church. Oxford University Press, 2005.
  2. ^ a b Butler, Alban. Lives of the Saints, 11 Maret.
  3. ^ a b Meyendorff, John. Imperial Unity and Christian Divisions: The Church 450โ€“680 A.D. St. Vladimirโ€™s Seminary Press, 1989.
  4. ^ Price, Richard. The Acts of the Lateran Synod of 649. Liverpool University Press, 2014.
  5. ^ The Catholic Encyclopedia. "St. Sophronius".

Pranala luar

sunting

Referensi

sunting
  • Public Domainย Artikel iniย menyertakan teks dari suatu terbitan yang sekarang berada pada ranah publik:ย Chisholm, Hugh, ed. (1911). "perlu nama artikel ". Encyclopรฆdia Britannica (Edisi 11). Cambridge University Press. ;

Bacaan tambahan

sunting
  • D. Woods, 'The 60 Martyrs of Gaza and the Martyrdom of Bishop Sophronius of Jerusalemโ€™, ARAM Periodical 15 (2003), 129-50. Reprinted in M. Bonner (ed.), Arab-Byzantine Relations in Early Islamic Times (Aldershot, 2005), 429-50.

Pranala luar

sunting

๐Ÿ“š Artikel Terkait di Wikipedia

Pengepungan Yerusalem (636โ€“637)

bin al-Jarrah, mengepung Yerusalem mulai bulan November 636 setelah Pertempuran Yarmuk. Setelah enam bulan, Patriark Sofronius setuju untuk menyerah, dengan

Yerusalem

Kristen Yerusalem Sofronius, yang mana sang khalifah memberikan jaminan kepadanya bahwa penduduk dan tempat-tempat suci kaum Kristen di Yerusalem akan dilindungi

Modestus dari Yerusalem

Modestus dari Yerusalem (wafat pada 17 Desember 630) adalah seorang Patriark Ortodoks Yunani Yerusalem. Ia diperingati sebagai orang kudus oleh Gereja

Yerusalem dalam Kekristenan

Gnosis kai epignosis ton patriarkhon tronon). Pada tahun 638, Sofronius, Batrik Yerusalem, menyerahterimakan kunci-kunci kota itu kepada angkatan perang

Umar bin Khattab

wilayah Syam (Levant). Penyerahan Palestina pun diminta secara damai oleh Sofronius dengan syarat penyerahan kunci kota langsung kepada Khalifah Umar. Awalnya

Khalid bin Walid

salah satu dari saksi Surat jaminan oleh Umar kepada Patriark Sofronius dari Yerusalem yang menjamin keselamatan penduduk dan properti kota. Menurut Saif

Bunga Karang Kudus

dihormati di Tanah Suci, di Ruang Atas Basilika Konstantinus, di mana Sofronius dari Yerusalem berbicara tentang hal itu caโ€‰600 AD: Dan biarlah aku pergi dengan

Umat Kristen Arab

akibat Perang Saudara Suriah. Portal Kristen Agama Kristen di Timur Tengah Sofronius Yuhanna Ad Dimasyqi Chapman, Colin (2012). "Christians in the Middle East