Sri Bintang Pamungkas
LahirSri Bintang Pamungkas
25 Juni 1945 (umur 80)
Tulungagung, Jawa Timur, Indonesia
Pekerjaan
  • Tokoh Pergerakan
  • Reformis
  • Aktivis
  • Politikus
Keluarga

Sri Bintang Pamungkas Pandjaitan (lahir 25 Juni 1945) adalah seorang tokoh pergerakan, reformis, aktivis, politikus asal Indonesia. Ia juga merupakan pendiri dari Partai Uni Demokrasi Indonesia serta pernah menjadi narapidana pada era Presiden Soeharto. Ia dibebaskan ketika B. J. Habibie menjabat sebagai presiden.[1][2]

Riwayat Hidup

sunting

Kehidupan awal dan pendidikan

sunting

Sri Bintang Pamungkas Pandjaitan lahir dari sebuah keluarga sederhana di Tulungagung, Jawa Timur pada 25 Juni 1945. Ayahnya Moenadji Soerjohadikoesoemo Pandjaitan, adalah seorang hakim yang wafat pada saat Peristiwa Madiun berdarah Jawa-Batak berhubungan sama Panbers dan ibunya adalah seorang ibu rumah tangga Soekartinah Soerjohadikoesoemo Pandjaitan.

Pada tahun 1964, ia lulus dari SMA Negeri 1 Surakarta, Jawa Tengah dan melanjutkan studi ke Teknik Mesin Institut Teknologi Bandung hingga lulus pada tahun 1971. Tahun 1979, ia melanjutkan studi ke Universitas Southern California dan memperoleh gelar master (MSISE) (Master of Science in Industrial System Engineering). Pada tahun 1984, Bintang tertarik belajar ekonomi, dan atas bantuan Georgia Institute of Technology ia bisa mengikuti program doktor di Iowa State University. ia meraih doktor PhD.[3]

Karier

sunting

Ia kemudian menjadi dosen di Teknik Mesin Universitas Indonesia pada konsentrasi Teknik Industri.[4]

Politik

sunting
Sri Bintang Pamungkas Pandjaitan adalah salah satu Pendiri Partai PUDI

Pada tahun 1993, menjelang pemilu, Ia menjadi kader PPP. Hebatnya, ketika itu nama Bintang langsung populer. Padahal ia bukan kader PPP. “Saya ini bukan kader PPP. Bintang tak mau setengah-setengah dengan pilihannya, masuk PPP bukan tanpa cita-cita. Karena melihat umat Islam kurang maju, kurang daya pukulnya. Bintang bercita-cita agar PPP menjadi partai yang besar. Untuk itu Bintang mengaku sudah mempersiapkan segala sesuatunya. Baik istri maupun keenam anaknya sudah diajaknya bicara. Menjelang akhir pemerintahan Soeharto, pada 29 Mei 1996, ia mendirikan PUDI. Ia pun menjadi ketua umum PUDI.[5][6][7]

Sri Bintang Pamungkas dikenal sebagai tokoh pergerakan, reformis, politikus, aktivis, dan juga orator hebat di masa penggulingan Soeharto. Di rezim Soeharto, dia pernah ditahan dengan tuduhan makar.

Dia dianggap subversif dan melanggar Undang-undang Anti Subversif dengan membentuk Partai Uni Demokrasi Indonesia (PUDI) pada Mei 1996. Partai itu didirikan oleh Sri Bintang sebagai bentuk perlawanan kepada pemerintah. Soeharto tak terima. Sri Bintang mendekam di penjara selama satu tahun 20 hari terhitung sejak Mei 1997. Saat itu usianya 51 tahun.

Sebelumnya, Bintang memang sudah bersikap kritis kepada Soeharto saat masih menjadi anggota DPR-RI dari Partai Persatuan Pembangunan. Ia berani berkata dengan lugas. Di zaman ketika parlemen benar-benar hanya menjadi palu yang mengetuk keputusan Soeharto, polah Bintang tentu dianggap subversif. Ia pun dipecat dari anggota DPR-RI, di-recall kalau memakai istilah pada zaman itu. PPP me-recall Bintang pada 27 Februari 1995.[8]

Dalam ceramah yang digelar organisasi pro-khilafah Hizbut Tahrir Indonesia pada 24 Februari 2016, Bintang menuduh bahwa orang Tionghoa-Indonesia ("China") ingin mengusir pribumi dan orang Islam. Ia juga menyebut Presiden Joko Widodo sebagai "China" yang pura-pura Islam dan menyebut orang-orang "China" harus diusir.[8] Selain itu, Ia pernah berkomentar bahwa Amien Rais itu hanya pintar berbicara.[4]

Karya tulis

sunting

Referensi

sunting
  1. ^ "Universitas Indonesia, diakses 12 Feb 2015". Diarsipkan dari asli tanggal 2014-07-01. Diakses tanggal 2015-02-12.
  2. ^ "Politik-Kompasiana, diakses 12 Feb 2015". Diarsipkan dari asli tanggal 2015-02-12. Diakses tanggal 2015-02-12.
  3. ^ Solopos, diakses 12 Feb 2015
  4. ^ a b Triyono, Heru. "Sri Bintang Pamungkas: Amien Rais itu pintar bicara". Lokadata.ID. Diakses tanggal 2022-11-21.[pranala nonaktif permanen]
  5. ^ Republika, diakses 12 Feb 2015
  6. ^ "Tempo.co, diakses 12 Feb 2015". Diarsipkan dari asli tanggal 2015-06-11. Diakses tanggal 2015-02-12.
  7. ^ Tribun News, diakses 12 Feb 2015
  8. ^ a b Siapa Sri Bintang Pamungkas, Sosok Yang Mekar Karena Makar?

📚 Artikel Terkait di Wikipedia

Sri

Sri (/ʃriː/; Sanskerta: श्री, romanized: Śrīcode: sa is deprecated , diucapkan [ɕriː]) adalah sebuah istilah Sansakerta yang yang menunjukkan kemewahan

Sri Mulyani

Sri Mulyani Indrawati (lahir 26 Agustus 1962) adalah seorang ekonom Indonesia. Ia menjabat sebagai Menteri Keuangan pada tahun 2016 hingga 2025. Ia juga

Sri Lanka

Sri Lanka, dengan nama resmi Republik Sosialis Demokratik Sri Lanka (Sinhala: ශ්‍රී ලංකා ප්‍රජාතාන්ත්‍රික සමාජවාදී ජනරජය, Srī Laṁkā Prajātāntrika Samājavādī

Sri Baduga Maharaja

Sri Baduga Maharaja (bahasa Sunda: ᮞᮢᮤ ᮘᮓᮥᮌ ᮙᮠᮛᮏcode: su is deprecated , translit. Sri Baduga Maharaja), juga dikenal sebagai Ratu Jayadewata adalah raja

Daerah Istimewa Yogyakarta

kedudukan Sri Sultan Hamengku Buwono IX dan Sri Paku Alam VIII tertanggal 19 Agustus 1945 dari Presiden RI. Amanat Sri Sultan Hamengku Buwono IX dan Sri Paku

Dewi Sri

Dewi Sri adalah dewi padi di Pulau Jawa, Bali, Lombok dan Sulawesi. Pemujaan terhadapnya berawal dari perkembangan dan penyebaran penanaman padi di Asia

Hamengkubuwana X

Sri Sultan Hamengkubuwana X (bahasa Jawa: ꦲꦩꦼꦁꦑꦸꦨꦮꦟ꧇꧑꧐꧇code: jv is deprecated , translit. Hamengkubawana ka-10; lahir 2 April 1946 dengan nama Bendara

Gempa bumi dan tsunami Samudra Hindia 2004

dan tsunami ini menewaskan sekitar 227.898 jiwa pada 14 negara; Indonesia, Sri Lanka, India, Thailand, Somalia, dan Maladewa adalah negara yang paling parah