Artikel ini memiliki beberapa masalah. Tolong bantu memperbaikinya atau diskusikan masalah-masalah ini di halaman pembicaraannya. (Pelajari bagaimana dan kapan saat yang tepat untuk menghapus templat pesan ini)
|
Srindrawarman atau Sri Indrawarman yang memerintah Kerajaan Sriwijaya dari tahun 702 hingga 728 M, dikenal sebagai salah satu penguasa pertama di Nusantara yang menunjukkan minat terhadap agama Islam. Sri Indrawarman adalah raja kedua dari Kerajaan Sriwijaya setelah Dapunta Hyang Sri Jayanasa. Selama masa pemerintahannya, Sri Indrawarman dikenal sebagai sosok yang berwawasan luas dan memiliki visi yang tajam dalam menentukan arah kerajaan. Ia memimpin ekspansi wilayah Sriwijaya dan memperkuat posisinya sebagai kekuatan maritim di Asia Tenggara. Kebijakan-kebijakan yang diambilnya berkontribusi pada kejayaan dan pengaruh Sriwijaya di kawasan tersebut.[1]

Hal ini dibuktikan dengan surat yang dikirimkannya kepada Khalifah Umar bin Abdul Aziz pada sekitar tahun 718 M, yang berisi permintaan untuk dikirimkan seorang utusan yang dapat menjelaskan ajaran Islam kepadanya. Surat ini menunjukkan adanya interaksi antara Kerajaan Sriwijaya dengan kekhalifahan Islam pada masa itu. Sri Indrawarman, dikenal sebagai salah satu penguasa pertama di Nusantara yang menunjukkan minat terhadap agama Islam. Hal ini dibuktikan dengan surat yang dikirimkannya kepada Khalifah Umar bin Abdul Aziz pada sekitar tahun 718 M, yang berisi permintaan untuk dikirimkan seorang utusan yang dapat menjelaskan ajaran Islam kepadanya. Surat ini menunjukkan adanya interaksi antara Kerajaan Sriwijaya dengan kekhalifahan Islam pada masa itu.[2]
Isi surat Srindrawarman
suntingRaja Srindrawarman, sebelumnya, juga telah mengirimkan surat kepada Muawiyyah bin Abu Sufyan, Khalifah pertama dari dinasti Umayyah. Berikut ini adalah isi surat kedua yang ditujukan oleh Maharaja Sriwijaya, Sri Indrawarman, kepada Khalifah Umar bin Abdul Aziz dengan isi sebagai berikut:
โDari Raja yang memerintah segala raja, yang merupakan keturunan dari ribuan penguasa, yang istrinya adalah cucu dari ribuan penguasa, yang kebun binatangnya dihuni oleh ribuan ekor gajah, yang wilayah kekuasaannya terbentang di sepanjang dua sungai yang mengairi tanaman lidah buaya, rempah-rempah wangi, pala, dan jeruk nipis, yang harum aromanya dapat tercium hingga jarak 12 mil. Kepada Raja Arab yang hanya menyembah Allah dan tidak mengakui adanya tuhan selain-Nya. Aku telah mengirimkan hadiah sebagai tanda persahabatan, meskipun nilainya tidak seberapa. Aku berharap engkau bersedia mengirimkan seorang utusan untuk menyampaikan ajaran Islam beserta seluruh hukum-hukumnya kepadaku.โ[3]
Setelah menerima surat dari Sri Indrawarman, Khalifah Umar bin Abdul Aziz mengutus seorang utusan untuk memperkenalkan ajaran Islam kepada raja tersebut. Proses ini menunjukkan adanya dialog antaragama dan budaya antara Sriwijaya dan dunia Islam. Meskipun tidak ada catatan pasti mengenai apakah Sri Indrawarman akhirnya memeluk Islam, surat yang dikirimkannya mencerminkan sikap terbuka dan rasa ingin tahu terhadap ajaran Islam.
Meskipun masa pemerintahannya relatif singkat, Sri Indrawarman meninggalkan warisan yang signifikan dalam sejarah Nusantara. Interaksinya dengan dunia Islam membuka jalan bagi hubungan lebih lanjut antara kerajaan-kerajaan di Nusantara dengan dunia Islam. Selain itu, kebijakan-kebijakan yang diambilnya dalam bidang politik dan ekonomi turut membentuk arah perkembangan Kerajaan Sriwijaya dan pengaruhnya di Asia Tenggara.[4]
Referensi
sunting- ^ "Raja Sri Indrawarman, Penguasa Nusantara Pertama yang Memeluk Islam". SINDOnews Daerah. Diakses tanggal 2025-06-14.
- ^ "Bunyi Surat dari Raja Sriwijaya kepada Khalifah Umar bin Abdul Aziz". goodnewsfromindonesia.id. 2022-04-04. Diakses tanggal 2025-06-15.
- ^ "Siapa Maharaja Sriwijaya yang Bersurat kepada Umar bin Abdul Aziz? | maktabu". maktabu.republika.co.id. Diakses tanggal 2025-06-15.
- ^ "Bappeda Provinsi Jambi". bappeda.jambiprov.go.id. Diakses tanggal 2025-06-15.