Statuta Roma, sebuah perjanjian untuk pendirian Mahkamah Pidana Internasional
Nama panjang:
  • Statuta Roma untuk Mahkamah Pidana Internasional
Negara anggota dan negara penandatangan Statuta
  Negara anggota
  Negara anggota yang tidak menerapkannya
  Negara penandatangan yang tidak meratifikasi
  Negara penandatangan yang kemudian menarik tanda tangannya
  Negara bukan anggota dan tidak ikut menandatangani
Dirancang17 Juli 1998
Ditandatangani17 Juli 1998[1]
LokasiRoma, Italia[1]
Efektif1 Juli 2002[2]
Syarat60 ratifikasi[3]
Penanda tangan139[2]
Pihak124 negara[2]
PenyimpanSekretaris Jenderal PBB[1]
BahasaArab, Tionghoa, Inggris, Prancis, Rusia dan Spanyol[4]
Rome Statute di Wikisource
Markas besar ICC di Den Haag

Statuta Roma untuk Mahkamah Pidana Internasional (sering kali disebut sebagai Statuta Roma) adalah traktat internasional yang mendirikan Mahkamah Pidana Internasional (bahasa Inggris: International Criminal Court, disingkat ICC).[5] Statuta tersebut diadopsi di sebuah konferensi diplomatik di Roma pada 17 Juli 1998[6][7] dan diterapkan pada 1 Juli 2002.[2] Pada Maret 2016, tercatat ada 124 negara yang menjadi anggota pada Perhimpunan Negara-negara Anggota (Assembly of Parties).[2]

Statuta Roma menentukan empat inti kejahatan internasional: genosida, kejahatan melawan kemanusiaan, kejahatan perang, dan kejahatan agresi. Kejahatan-kejahatan tersebut "tidak menjadi subjek untuk statuta pembatasan".[8] Di bawah Statuta Roma, ICC hanya dapat menyelidiki dan mendakwa empat kejahatan internasional inti tersebut dalam keadaan di mana negara-negara "tak mampu" atau "tak mengkehendaki" untuk melakukannya pada diri mereka sendiri. Pengadilan tersebut memiliki yurisdiksi atas kejahatan yang hanya jika mereka lakukan di teritorial sebuah partai negara atau jika tindakan tersebut dilakukan oleh sebuah partai negara; sebuah pengecualian untuk peraturan tersebut adalah bahwa ICC juga memiliki yurisdiksi atas kejahatan-kejahatan tersebut jika yurisdiksinya diotorisasikan oleh Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa.

Catatan dan referensi

sunting
  1. ^ a b c Article 125 of the Rome Statute. Retrieved on 18 October 2013.
  2. ^ a b c d e Kesalahan pengutipan: Tanda <ref> tidak sah; tidak ditemukan teks untuk ref bernama UN treaty database
  3. ^ Article 126 of the Rome Statute. Retrieved on 18 October 2013.
  4. ^ Article 128 of the Rome Statute. Retrieved on 18 October 2013.
  5. ^ "The Rome Statute" (PDF). Diarsipkan dari asli (PDF) tanggal 2018-03-18. Diakses tanggal 2016-10-30.
  6. ^ Michael P. Scharf (August 1998). Results of the Rome Conference for an International Criminal Court. The American Society of International Law. Retrieved on 31 January 2008.
  7. ^ Each year, to commemorate the adoption of the Rome Statute, human rights activists around the world celebrate 17 July as World Day for International Justice. See Amnesty International USA (2005). International Justice Day 2005 Diarsipkan 2008-05-02 di Wayback Machine.. Retrieved on 31 January 2008.
  8. ^ Article 29, Non-applicability of statute of limitations

Bacaan tambahan

sunting
  • Roy S Lee (ed.), The International Criminal Court: The Making of the Rome Statute. The Hague: Kluwer Law International (1999). ISBN 90-411-1212-X.
  • Roy S Lee & Hakan Friman (eds.), The International Criminal Court: Elements of Crimes and Rules of Procedure and Evidence. Ardsley, NY: Transnational Publishers (2001). ISBN 1-57105-209-7.
  • William A. Schabas, Flavia Lattanzi (eds.), Essays on the Rome Statute of the International Criminal Court Volume I. Fagnano Alto: il Sirente (1999). ISBN 88-87847-00-2
  • Claus Kress, Flavia Lattanzi (eds.), The Rome Statute and Domestic Legal Orders Volume I. Fagnano Alto: il Sirente (2000). ISBN 88-87847-01-0
  • Antonio Cassese, Paola Gaeta & John R.W.D. Jones (eds.), The Rome Statute of the International Criminal Court: A Commentary. Oxford: Oxford University Press (2002). ISBN 978-0-19-829862-5.
  • William A. Schabas, Flavia Lattanzi (eds.), Essays on the Rome Statute of the International Criminal Court Volume II. Fagnano Alto: il Sirente (2004). ISBN 88-87847-02-9
  • William A Schabas, An Introduction to the International Criminal Court (2nd ed.). Cambridge: Cambridge University Press (2004). ISBN 0-521-01149-3.
  • Claus Kress, Flavia Lattanzi (eds.), The Rome Statute and Domestic Legal Orders Volume II. Fagnano Alto: il Sirente (2005). ISBN 978-88-87847-03-1

Pranala luar

sunting

📚 Artikel Terkait di Wikipedia

Yurisdiksi universal

kejahatan perang, dan kejahatan agresi, seperti yang ditetapkan di Statuta Roma Pengadilan Kriminal Internasional yang ditandatangani pada tahun 1998

Perintah petinggi

pengadilan di dunia yang mengakui pembelaan hukum itu. Templat:Selanjutnya Statuta Roma disepakati pada tahun 1998 sebagai dokumen fondasi Mahkamah Pidana Internasional

Perbudakan seksual

ditabulasikan oleh UNESCO dengan kerja sama dari berbagai lembaga internasional. Statuta Roma (1998) mendefinisikan kejahatan yang dapat menjadi yurisdiksi Mahkamah

Sterilisasi paksa

mengendalikan jumlah etnis tertentu—yang merupakan genosida berdasarkan Statuta Roma. Beberapa negara juga memiliki aturan yang memaksa orang transgender

Roma

2004. Roma adalah tempat kedudukan Komite Olimpiade Eropa dan Sekolah Tinggi Pertahanan NATO. Kota ini merupakan tempat perumusan Statuta Roma tentang

Kejahatan kemanusiaan

terjadi di Rwanda dan Yugoslavia. Kejahatan kemanusiaan ini diatur dalam Statuta Roma dan diadopsi dalam Undang-Undang No. 26 tahun 2000 tentang Pengadilan

Kejahatan agresi

negara. Definisi dan ruang lingkup kejahatan ini masih kontroversial. Statuta Roma memuat daftar lengkap tindakan agresi yang dapat menimbulkan tanggung

Definisi penyiksaan

kriminal. Statuta Roma adalah perjanjian yang membentuk Mahkamah Pidana Internasional (ICC). Statuta tersebut diadopsi pada konferensi diplomatik di Roma pada