Sanggurdi modern, tergantung di sisi pelana.

Sanggurdi adalah pijakan kaki saat menunggangi hewan, tergantung di pinggiran pelana dengan seutas pita atau tali yang disebut tali sanggurdi. Biasanya sanggurdi dibuat berpasangan (kanan-kiri) dan digunakan untuk membantu seseorang menaiki hewan tunggangannya atau sebagai pijakan selama mengendarai hewan tunggangan (khususnya kuda atau hewan sebangsa kuda lainnya, contohnya bagal).[1] Sanggurdi membantu pengendara mempertahankan kedudukannya di pelana dan mempermudah pengendalian hewan tunggangannya, sehingga meningkatkan faedah hewan tersebut dalam hal komunikasi, transportasi, dan perang.

Pada Era Klasik, para pengendara meletakkan kakinya pada tali pelana atau simpul sederhana sebagai pijakan kaki. Kemudian, sanggurdi tunggal dibuat sebagai alat bantu menaiki hewan tunggangan, dan sanggurdi berpasangan dibuat setelah pelana dimutakhirkan. Penggunaan sanggurdi berpasangan dapat dilacak sejak masa Dinasti Jin di Cina dan menyebar ke Eropa selama Abad Pertengahan.

Catatan kaki

sunting
  1. ^ "Merriam-Webster Online, "Stirrup", definition 1". 2009.

📚 Artikel Terkait di Wikipedia

Marsekal Besar (Britania Raya)

Charles, Pangeran Wales dipromosikan ke pangkat ini, dan pada 2014 Lord Stirrup, yang telah menjabat di CDS dan CAS selama tujuh tahun, juga dipromosikan

Royal Caribbean International

Viking Serenade, serta membeli destinasi privat keduanya, yakni Little Stirrup Cay, sebuah pulau di Bahama, yang kemudian diberi nama CocoCay. Perusahaan

Norwegian Cruise Line

hal di industri kapal pesiar, seperti pulau privat pertama, yakni Great Stirrup Cay di Bahama,[perlu dijelaskan] program kombinasi udara-laut pertama (dipasarkan

Kekaisaran Romawi Suci

their permanent residences (Maximilian I's "true home" was still "the stirrup, the overnight rest and the saddle", although Innsbruck was probably his

Pacuan kuda

Pacuan kuda (juga sering disebut pacuan kuda) adalah salah satu jenis olahraga berkuda yang mengutamakan keterampilan seseorang dalam menunggang, mengendarai

Sir Thomas Munro, Baronet pertama

 359 – 376 and p.342. Gopalakrishnan, ChandraChoodan (23 March 2006), The stirrup-less majesty, Chennai Metblogs.com, diakses tanggal November 2011 Mackenzie

Tabut Perjanjian direbut orang Filistin

ditambahkan bahwa "tikus bermunculan di tengah-tengah negeri mereka". Stirrup menunjukkan bahwa "tingkat keparahan hukuman tambah lama tambah meningkat":

Jean-Baptiste Madou

(diakuisisi oleh Leopold II, raja Belgia), The Arquebusier (1860), dan The Stirrup Cup. Pada usia enam puluh delapan ia mendekorasi aula di rumahnya dengan