Uji t Student adalah uji statistika yang digunakan untuk menentukan apakah perbedaan respons antara dua grup signifikan secara statistika atau tidak. Ini adalah uji hipotesis statistika yang menguji apakah data mengikuti distribusi t Student di bawah hipotesis nol. Pengujian ini biasanya digunakan jika uji statistika atau datanya mengikuti distribusi normal dan jika parameter skalanya diketahui (biasanya parameter skala tidak diketahui dan menjadi parameter pengembang). Ketika parameter skala diperkirakan dari data, pengujian statistika, dalam beberapa kondisi, mengikuti distribusi t Student. Dalam banyak kasus, uji Z akan menghasilkan hasil yang mirip dengan uji t, karena nilai t konvergen pada nilai Z pada jumlah sampel yang besar.

Sejarah

sunting
William Sealy Gosset, yang mengembangkan statistika t dan mempublikasikannya dengan nama samaran "Student".

Istilah "statistika t" merupakan singkatan dari "pengujian statistika hipotesis" (hypothesis test statistic).[1] Di statistika, distribusi t awalnya diturunkan sebagai probabilitas posterior pada 1876 oleh Helmert[2][3][4] dan Lรผroth.[5][6][7] Distribusi t juga muncul pada bentuk lebih umum dari distribusi Pearson tipe IV pada artikel 1895 Karl Pearson.[8] Namun, distribusi t mendapatkan namanya dari William Sealy Gosset, yang pertama mempublikasikannya dalam bahasa Inggris pada 1908 pada jurnal akademis Biometrika menggunakan nama samaran "Student".[9][10] Gosset menggunakan nama samaran karena atasannya di Guinness Brewery lebih suka jika bawahannya menggunakan nama pena ketika mempublikasikan artikel akademis.[11] Gosset merancang uji t sebagai cara ekonomis untuk memantau kualitas stout. Meskipun Gosset yang pertama menggunakan nama "Student", tapi nama Ronald Fisher yang mempopulerkan nama "distribusi t Student"[12] dan "uji t Student" melalui karyanya.

Guinness memiliki kebijakan yang memperbolehkan karyawannya untuk cuti belajar. Hal ini digunakan Gosset untuk belajar pada dua semester pertama pada tahun ajaran 1906โ€“1907 di Laboratorium Biometri milik Karl Pearson di Universitas Kolese London.[13] Identitas Gosset lalu diketahui oleh statistikawan lainnya dan oleh Karl Pearson.[14]

Penggunaan

sunting
Pengujian t satu sampel
Pengujian t dua sampel

Uji t satu sampel

sunting

Uji t satu sampel adalah uji lokasi yang menguji apakah rerata dari populasi memiliki nilai yang telah ditentukan pada hipotesis nol. Dalam menguji hipotesis nol, rerata populasi bernilai sama dengan nilai ฮผ0, yang menggunakan statistika berikut:

dengan x adalah rerata sampel, s adalah simpangan baku sampel, dan n adalah besaran sampel. Nilai derajat kebebasan yang digunakan pada pengujian ini adalah ฮฝ = n - 1. Meskipun distribusi populasi induk tidak perlu terdistribusi secara normal, distribusi rerata sampel diasumsikan sebagai normal.

Dengan teorema limit pusat, jika pengamatan independen dan ada momen kedua, maka t diperkirakan sebagai normal N(0,1).

Uji t dua sampel

sunting
Kesalahan tipe I dari dua sampel yang independen dan berpasangan pada uji t sebagai fungsi terhadap korelasi. Bilangan acak yang disimulasikan berasal dari distribusi normal dua variasi dengan nilai varians 1. Level signifikan berada pada 5% dan jumlah kasus adalah 60.
Kekuatan dari dua sampel yang independen dan berpasangan pada uji t sebagai fungsi terhadap korelasi. Bilangan acak yang disimulasikan berasal dari distribusi normal dua variasi dengan nilai variasi 1 dan deviasi dari nilai harapan adalah 0.4. Level signifikan berada pada 5% dan jumlah kasus adalah 60.

Uji tes dua sampel dari hipotesis nol agar rerata dari dua populasi bernilai sama. Seluruh pengujian tersebut disebut sebagai uji t Student, meskipun nama tersebut harusnya digunakan bila varians dari dua populasi juga diasumsikan sama. Bentuk pengujian ketika asumsi ini tidak digunakan biasanya disebut sebagai Uji t Welch. Pengujian-pengujian tersebut biasanya disebut sebagai pengujian t dari sampel tak berpasangan atau independen, karena mereka biasanya digunakan ketika unit statistika dari sampel yang diuji tidak tumpang tindih.[15]

Pengujian t dua sampel untuk rerata yang berbeda melibatkan sampel independen atau berpasangan. Pengujian t berpasangan adalah bentuk dari pemblokkanย [en] dan memiliki kekuatanย [en] (kemungkinan untuk menghindari kesalahan tipe II, yang juga dikenal sebagai negatif palsi) yang lebih tinggi dari pengujian tak berpasangan (independen). Hal ini terjadi ketika pengujian berpasangan memiliki unit yang mirip dengan pengujian tak berpasangan terhadap "faktor derau" (lihat efek pengacau) yang independen terhadap keanggotaan pada dua grup yang dibandingkan.[16] Pada konteks yang berbeda, pengujian t berpasangan dapat mengurangi efek dari faktor pengacau pada kajian observasional.

Sampel tak berpasangan

sunting

Pengujian t untuk sampel tak berpasangan atau independen digunakan ketika dua sampel yang independen dan terdistribusi secara acakย [en] didapatkan, dan satu variabel dari masing-masing populasi dibandingkan. Contoh, misalnya kita mengevaluasi efek dari pelayanan kesehatan, dan kita mengambil 100ย subjek untuk kajian kita, lalu menetapkan secara acak 50ย subjek untuk grup yang dilayani dan 50ย subjek sebagai grup kontrol. Pada kasus ini, kita memiliki dua sampel independen dan akan menggunakan bentuk tak berpasangan dari pengujian t.

Sampel berpasangan

sunting

Pengujian t untuk sampel berpasangan biasanya berisi sampel berpasangan dengan unit yang mirip atau satu grup unit yang telah diuji dua kali (sebuah uji t untuk "pengukuran berulang").

Contoh biasa dari pengujian t untuk pengukuran berulang adalah ketika subjek diuji sebelum suatu perlakuan dan setelah perlakuan. Misalnya, dilakukan pengujian tekanan darah pada subjek. Tekanan darah subjek diuji sebelum dilakukan perlakuan seperti pengobatan untuk mengurangi tekanan darah. Dengan membandingkan tekanan darah pasien sebelum dan setelah pengobatan menggunakan keadaan pasien sebagai kontrol mereka sendiri. Dengan cara itu, penolakan hipotesis nol (di sini, dengan tidak ada perbedaan pada perlakuan) dapat menjadi lebih mungkin benar, dengan kekuatan statistika meningkat karena variasi acak antar pasien telah dieliminasi. Namun, peningkatan kekuatan statistika juga dapat memerlukan jumlah pengujian yang lebih tinggi, dengan setiap subjek diuji coba dua kali. Karena setengah dari sampel bergantung pada setengah yang lainnya, versi berpasangan dari uji t Student hanya memiliki n2 - 1 derajat kebebasan (dengan n adalah jumlah observasi). Pasangan menjadi unit pengujian individual dan jumlah sampel harus menjadi dua kali lipat untuk mencapai jumlah derajat kebebasan yang sama. Normalnya, terdapat n - 1 derajat kebebasan (dengan n adalah jumlah observasi).[17]

Pengujian t sampel berpasangan didasarkan pada hasil "sampel pasangan yang cocok" dari sampel tak berpasangan yang selanjutnya digunakan untuk membentuk sampel berpasangan, dengan tambahan variable yang diukur bersama variabel yang diminati.[18] Pasangan tersebut dibawa dengan mengidentidikasikan pasangan nilai yang berisi satu observasi dari setiap dua pasangan, dengan pasangan mirip berdasarkan variabel terukur lainnya. Pendekatan ini kadang digunakan pada kajian observasional untuk mengurangi atau mengeliminasi efek dari efek pengacak.

Pengujian t sampel berpasangan biasanya disebut sebagai "pengujian t sampel terikat" atau "pengujian t sampel dependen".

Lihat juga

sunting

Referensi

sunting
  1. ^ The Microbiome in Health and Disease. Academic Press. 2020-05-29. hlm.ย 397. ISBNย 978-0-12-820001-8.
  2. ^ Szabรณ, Istvรกn (2003). "Systeme aus einer endlichen Anzahl starrer Kรถrper". Einfรผhrung in die Technische Mechanik (dalam bahasa Jerman). Springer Berlin Heidelberg. hlm.ย 196โ€“199. doi:10.1007/978-3-642-61925-0_16 (tidak aktif 1 November 2024). ISBNย 978-3-540-13293-6. Pemeliharaan CS1: DOI nonaktif per November 2024 (link)
  3. ^ Schlyvitch, B. (October 1937). "Untersuchungen รผber den anastomotischen Kanal zwischen der Arteria coeliaca und mesenterica superior und damit in Zusammenhang stehende Fragen". Zeitschrift fรผr Anatomie und Entwicklungsgeschichte (dalam bahasa Jerman). 107 (6): 709โ€“737. doi:10.1007/bf02118337. ISSNย 0340-2061. S2CIDย 27311567.
  4. ^ Helmert (1876). "Die Genauigkeit der Formel von Peters zur Berechnung des wahrscheinlichen Beobachtungsfehlers directer Beobachtungen gleicher Genauigkeit". Astronomische Nachrichten (dalam bahasa Jerman). 88 (8โ€“9): 113โ€“131. Bibcode:1876AN.....88..113H. doi:10.1002/asna.18760880802.
  5. ^ Lรผroth, J. (1876). "Vergleichung von zwei Werthen des wahrscheinlichen Fehlers". Astronomische Nachrichten (dalam bahasa Jerman). 87 (14): 209โ€“220. Bibcode:1876AN.....87..209L. doi:10.1002/asna.18760871402.
  6. ^ Pfanzagl, J. (1996). "Studies in the history of probability and statistics XLIV. A forerunner of the t-distribution". Biometrika. 83 (4): 891โ€“898. doi:10.1093/biomet/83.4.891. MRย 1766040.
  7. ^ Sheynin, Oscar (1995). "Helmert's work in the theory of errors". Archive for History of Exact Sciences. 49 (1): 73โ€“104. doi:10.1007/BF00374700. ISSNย 0003-9519. S2CIDย 121241599.
  8. ^ Pearson, Karl (1895). "X. Contributions to the mathematical theory of evolution.โ€”II. Skew variation in homogeneous material". Philosophical Transactions of the Royal Society of London A. 186: 343โ€“414. Bibcode:1895RSPTA.186..343P. doi:10.1098/rsta.1895.0010.
  9. ^ Student (1908). "The Probable Error of a Mean" (PDF). Biometrika. 6 (1): 1โ€“25. doi:10.1093/biomet/6.1.1. hdl:10338.dmlcz/143545. Diakses tanggal 24 July 2016.
  10. ^ "T Table".
  11. ^ Wendl, Michael C. (2016). "Pseudonymous fame". Science. 351 (6280): 1406. doi:10.1126/science.351.6280.1406. PMIDย 27013722.
  12. ^ Walpole, Ronald E. (2006). Probability & statistics for engineers & scientists. Myers, H. Raymond (Edisi 7th). New Delhi: Pearson. ISBNย 81-7758-404-9. OCLCย 818811849.
  13. ^ Raju, T. N. (2005). "William Sealy Gosset and William A. Silverman: Two 'Students' of Science". Pediatrics. 116 (3): 732โ€“735. doi:10.1542/peds.2005-1134. PMIDย 16140715. S2CIDย 32745754.
  14. ^ Dodge, Yadolah (2008). The Concise Encyclopedia of Statistics. Springer Science & Business Media. hlm.ย 234โ€“235. ISBNย 978-0-387-31742-7.
  15. ^ Fadem, Barbara (2008). High-Yield Behavioral Science. High-Yield Series. Hagerstown, MD: Lippincott Williams & Wilkins. ISBNย 9781451130300.
  16. ^ Rice, John A. (2006). Mathematical Statistics and Data Analysis (Edisi 3rd). Duxbury Advanced. ISBNย 0534399428.
  17. ^ Weisstein, Eric. "Student's t-Distribution". mathworld.wolfram.com.
  18. ^ David, H.ย A.; Gunnink, Jason L. (1997). "The Paired t Test Under Artificial Pairing". The American Statistician. 51 (1): 9โ€“12. doi:10.2307/2684684. JSTORย 2684684.

Daftar pustaka

sunting

Bacaan lebih lanjut

sunting
  • Boneau, C. Alan (1960). "The effects of violations of assumptions underlying the t test". Psychological Bulletin. 57 (1): 49โ€“64. doi:10.1037/h0041412. PMIDย 13802482.
  • Edgell, Stephen E.; Noon, Sheila M. (1984). "Effect of violation of normality on the t test of the correlation coefficient". Psychological Bulletin. 95 (3): 576โ€“583. doi:10.1037/0033-2909.95.3.576.


๐Ÿ“š Artikel Terkait di Wikipedia

Distribusi t Student

memiliki ekor yang "tipis". Distribusi t Students memainkan peran penting pada banyak analisis statistika, termasuk uji t Student untuk menguji signifikansi

Duolingo English Test

March 2022). "Duolingo trying to get government to okay its test for international students". News.com.au. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 27 March

Kecanduan permainan video

kecanduan permainan video menurut DSM-5 yaitu, Internet Gaming Disorder Test-10 Item (IGDT-10). IGDT-10 versi Indonesia telah terbukti valid dalam menilai

Tes keperawanan

"Virginity test for high school girls". World. The Age. Diakses tanggal 21 August 2013. Hodal, Kate (21 August 2013). "Female students in Indonesia

Nootropika

Constantin (February 25, 2013). "Cognitive Test Anxiety and Cognitive Enhancement: The Influence of Students' Worries on Their Use of Performance-Enhancing

Maslach Burnout Inventory

untuk pekerja di berbagai bidang umum, dan MBI-GS (S) (General Survey for Students) untuk pelajar dan mahasiswa. Perkembangan versi ini memungkinkan MBI digunakan

Teori psikoanalitik

Michael T. Schmitt, and H. R. Outten. "Perceived Discrimination, Group Identification, and Life Satisfaction among Multiracial People: A Test of the

Natan Sharansky

much help from the Free World". The Wall Street Journal. 6 January 2009. "Students and Housewives vs. Evil Empire. My KGB interrogators scoffed at it, but