Subtropika atau daerah subtropis adalah wilayah Bumi yang secara astronomis berada di bagian utara dan selatan setelah wilayah tropis yang dibatasi oleh garis balik utara dan garis balik selatan pada lintang 23,5° utara dan selatan dari garis ekuator.[1] Kondisi iklim subtropis diwarnai dengan gangguan dan rintangan dari alam seperti badai, hujan salju, atau tornado. Daerah beriklim subtropis memiliki 4 musim yaitu musim semi, musim panas, musim gugur, dan musim dingin. Keempat musim di atas memiliki karakteristik tersendiri, dengan suhu maksimal, suhu minimal, kelembapan, maupun kondisi mahluk hidup yang berbeda.
Menurut karakteristiknya, iklim subtropis memiliki perbedaan cuaca yang ekstrem ketika pada musim panas dan musim hujan. Pada saat musim panas terjadi kekeringan dan kemarau, sedangkan pada musim dingin terjadi intensitas curah hujan yang cukup tinggi sehingga menyebabkan udara menjadi dingin dan lembap. Bahkan, suhu ketika musim dingin dapat mencapai lebih dari -3 derajat Celcius.[1]
terhadap matahari membuat perbedaan cuaca sepanjang tahun untuk daerah sub tropis hingga kutub. Di permukaan bumi suhu biasanya berkisar ± 40 °C. Selama
mencapai 20 kg/sarang. Spesies ini berkembang hanya di kawasan sub-tropis dan tropis Asia, seperti Indonesia, Filipina, India, Nepal, dan tidak tersebar
Tenggara. Burung ini hidup di hutan-hutan terutama di daerah tropis dan sedikit di daerah sub tropis dan biasanya hidup berpasangan. Di pulau Jawa dan Bali
sedang dan sub tropis, dan merupakan masa peralihan dari musim panas ke musim dingin. Dalam zona beriklim sedang dan beriklim sub tropis di bumi, musim
Scolopendra gigantea dapat ditemukan di hutan hujan tropis atau sub-tropis dan hutan kering tropis. Lipan ini secara alami ditemukan di utara Amerika Selatan
di alam. Taman bisa mencirikan sebuah ekosistem, seperti taman tropis, taman sub tropis, pegunungan, pantai dan padang pasir. Menyangkut aspek yang berhubungan