Subfosil kerangka dodo

Subfosil (berlawanan dengan fosil) adalah sebuah tulang atau bagian organisme lainnya yang tak sepenuhnya terfosilisasi. Ini karena tak memenuhi waktu yang dibutuhkan sejak hewan tersebut mati, atau karena kondisi di mana jasad tersebut mengalami pengendapan yang tak optimal untuk fosilisasi.[1]

Referensi

sunting
  1. ^ "Subfossils Collections". South Australian Museum. Diarsipkan dari asli tanggal 2011-06-17. Diakses tanggal August 2012. ;

📚 Artikel Terkait di Wikipedia

Homo floresiensis

genus Homo, yang memiliki tubuh dan volume otak kecil, berdasarkan serial subfosil (sisa-sisa tubuh yang belum sepenuhnya membatu) dari sembilan individu

Parkit kelabu mascarene

suku Psittaculini, bersama dengan parkit lainnya dari kepulauan tersebut. Subfosil dari parkit kelabu mascarene yang ditemukan di Mauritius pertama kali diteliti

Bayan berparuh lebar

memecahkan biji-bijian yang keras. Hasil penelitian terhadap tulang-tulang (subfosil) mengindikasikan bahwa spesies ini memiliki perbedaan ukuran yang besar

Babi

Namun, itu dipertahankan di daerah perkotaan. Bukti DNA dari sisa-sisa subfosil gigi dan tulang rahang babi Neolitik menunjukkan bahwa babi domestik pertama

Betu

punah, hanya diketahui dari sisa-sisa subfosil) Kemungkinan ada spesies ketiga yang diketahui dari sisa-sisa subfosil, walau belum diberi nama. Kedua spesies

Harimau kalimantan

manusia purba telah mengumpulkan tulang-tulang itu. Selain itu, kondisi subfosil harimau, berasal dari sekitar 12.000 hingga 9.000 tahun yang lalu, berbeda

Paus kelabu

Daniel Frederik Eschricht. Nama umum paus berasal dari warnanya. Sisa-sisa subfosil dari paus kelabu yang sekarang telah punah dari pantai Atlantik di Inggris

Soang

soang. Selain itu, beberapa burung mirip soang diketahui dari sisa-sisa subfosil yang ditemukan di Kepulauan Hawaii. Soang bersifat monogami, hidup berpasangan