📑 Table of Contents

Subsidi (juga disebut subvensi) adalah bentuk bantuan keuangan yang dibayarkan kepada suatu bisnis atau sektor ekonomi. Sebagian subsidi diberikan dari pemerintah kepada produsen atau distributor dalam suatu industri untuk mencegah kejatuhan industri tersebut (misalnya karena operasi merugikan yang terus dijalankan) atau peningkatan harga produknya atau hanya untuk mendorongnya mempekerjakan lebih banyak buruh (seperti dalam subsidi upah). Contohnya adalah subsidi untuk mendorong penjualan ekspor; subsidi di beberapa bahan pangan untuk mempertahankan biaya hidup, khususnya di wilayah perkotaan; dan subsidi untuk mendorong perluasan produksi pertanian dan mencapai swasembada produksi pangan.[1]

Subsidi dapat dianggap sebagai suatu bentuk proteksionisme atau penghalang perdagangan dengan memproduksi barang dan jasa domestik yang kompetitif terhadap barang dan jasa impor. Subsidi dapat mengganggu pasar dan memakan biaya ekonomi yang besar.[2] Bantuan keuangan dalam bentuk subsidi bisa datang dari suatu pemerintahan, tetapi istilah subsidi juga bisa mengarah pada bantuan yang diberikan oleh pihak lain, seperti perorangan atau lembaga non-pemerintah.

Lihat pula

sunting

Referensi

sunting
  1. ^ Todaro, Michael P.; Smith, Stephen C. (2009). Economic Development (Edisi 10th). Addison Wesley. hlm.ย 839. ISBNย 978-0-321-48573-1.
  2. ^ "Economics A-Z โ€“ Economist.com". The Economist.

Pranala luar

sunting

๐Ÿ“š Artikel Terkait di Wikipedia

Subsidi energi

harga pasar atau lebih tinggi dari harga pasar untuk subsidi harga di tingkat produsen. Subsidi energi juga dapat berarti mengurangi biaya yang digunakan

Tiongkok

diyakini banyak produsen ekspor Tiongkok menerima banyak subsidi lainnya. Bentuk subsidi ekspor lainnya termasuk energi, bahan material atau penyediaan

Subsidi ekspor

menghapusnya segera. Subsidi ekspor dapat mengakibatkan inflasi: pemerintah menyubsidi industri berdasarkan biaya, tetapi peningkatan subsidi akan dihabiskan

Subsidi pertanian

Subsidi pertanian adalah subsidi dari pemerintah yang dibayarkan kepada petani dan pelaku agribisnis untuk melengkapi sumber pendapatan mereka, mengelola

Kereta api Batara Kresna

Kereta api Batara Kresna adalah layanan kereta api komuter dengan subsidi perintis (sebelumnya menggunakan sarana bus rel) milik PT Kereta Api Indonesia

Pengaruh pajak dan subsidi terhadap harga

Pajak dan subsidi mengubah harga barang dan, akibatnya, jumlah yang dikonsumsi. Ada perbedaan antara pajak ad valorem dan pajak atau subsidi tertentu dalam

Satryo Brodjonegoro

Satryo mengklaim bahwa pemotongan subsidi tersebut disebabkan oleh pengurangan anggaran pemerintah. Pemotongan subsidi tersebut, bersama dengan program

Organisasi Perdagangan Dunia

beberapa jenis subsidi, yaitu subsidi ekspor dan substitusi impor. Sebagian besar dari jenis subsidi lainnya tidak dilarang, tetapi subsidi-subsidi tersebut