Sudako di Kota Medan

Sudako adalah kendaraan umum Kota Medan yang masih eksis hingga sekarang. Sebagian masyarakat medan menyebut sudako dengan angkot atau bahkan motor, biasanya warga medan menyebut Mobil hanya untuk kendaraan pribadi. Berbeda dengan angkutan umum lainnya para penumpang sudako naik dari arah belakang, duduk berhadap-hadapkan dikursi panjang dengan muatan yang berkapasitas 10 sampai 20 orang.

Orang medan mempunyai kebiasaan yang mudah akrab dengan orang yang baru ia kenal, tidak heran jika pertukaran informasi sering kali terjadi di dalam sudako atau angkutan umum lainnya. Di dalam sudako terdapat tombol atau bel yang terletak di tengah-tengah atap sudako, gunanya untuk memberitahukan kepada sopir bahwa penumpang sudah sampai di tujuan. Mengapa? Itu dikarenakan adanya kaca penghalang antara penumpang dan sopir. Jika tidak ada, maka untuk berhenti penumpang cukup mengatakan "pinggir bang" untuk memberi tahu kepada sopir bahwa penumpang sudah sampai ditujuan.

Kata Sudako didapat dari merek mobil yang dibentuk menjadi angkutan umum dalam kota untuk pertama kali di Medan di tahun 1960an. Dijaman Bemo populer di Jawa. Penumpang naik dari pintu belakang dan duduk saling menghadap bersisian. Merek ini kemudian digantikan oleh Honda sebelum akhirnya digantikan oleh merek Daihatsu S78 yang dikenal sebagai Daihatsu Unyil bermesin 2 tak 550 cc. Untuk selanjutnya, Daihatsu menguasai pasar kenderaan angkutan dalam kota di Medan dengan type Hijet 55 Wide dab dilanjutkan Hijet 1000. Namun seperti kebiasaan masyarakat Medan, sebutan untuk angkutan dalam kota tetap disebut Sudako [1]

Referensi

sunting
  1. ^ Saleh, Setiadi. "Sejarah singkat sudako angkot". Medan Tempoe.

📚 Artikel Terkait di Wikipedia

Kota Medan

di Perang Dunia II. Sebutan paling khas untuk angkutan umum adalah Sudako. Sudako pada awalnya menggunakan minibus Daihatsu S38 dengan mesin 2 tak kapasitas

Mobil penumpang umum

sebutan "Taksi". Sementara, di Kota Medan, Sumatera Utara dikenal sebutan sudako, di Aceh dikenal sebutan labi-labi, dan di Kota Malang, Jawa Timur dikenal

Kota Binjai

adalah beca mesin roda tiga yang unik dan mobil angkutan umum yang disebut sudako. Untuk transportasi ke luar kota, selain transportasi jalan, ada juga kereta

Stasiun Pancur Batu

transportasi kereta api. Terlebih, bus-bus seperti PMG, Bumi Jaya, dan Sudako mulai bermunculan. Subdit Jalan Rel dan Jembatan (2004). Buku Jarak Antarstasiun

Labi-labi

bi-nasibmu-kini-bagian-1 http://www.medanbisnisdaily.com/news/read/2013/06/29/37535/suzuki_armada_luncurkan_mobil_labi-labi/ Angkot Sudako Becak l b s