Bede (feminin: Bedeni) atau Bedey, juga disebut Manta, adalah sebuah suku bangsa nomaden Indo-Arya di Bangladesh.[1] Suku Bede biasanya tinggal, bepergian, dan mencari penghidupan di sungai, hingga mereka dijuluki "Gipsi Air" atau "Gipsi Sungai".[2] Suku Bede serupa dengan gipsi di Eropa.[3] Mereka bepergian dalam kelompok dan tidak pernah menetap di suatu tempat untuk lebih dari beberapa bulan. Suku Bede merupakan kelompok termarjinalisasi. Sekitar 98% suku Bede hidup di bawah garis kemiskinan, dan sekitar 95% anak-anak suku Bede tidak bersekolah. Suku Bede tidak dapat memberi suara karena mereka tidak memiliki tanah tempat tinggal, mereka juga tidak bisa mengajukan pinjaman bank atau kredit mikro untuk alasan yang sama.[4] Meskipun, sejak 2008 suku Bede sudah memiliki hak mereka untuk memberi suara.

Referensi

sunting
  1. ^ Shejuty, Nosin Nahian (11 July 2018). "Identity in flux: a comparative study of Manta and Beday". BRAC University.
  2. ^ Maksud, A. K. M.; Imtiaj, R. (3โ€“5 December 2006). "The Nomadic Bede Community and Their Mobile School Program" (PDF). What Works for the Poorest: Knowledge, Policies and Practices. Diarsipkan dari asli (PDF) tanggal 18 November 2017. Diakses tanggal 11 March 2011.
  3. ^ Dalton, Edward (1978). Tribal History of Eastern India. New Delhi: Cosmo Publications.
  4. ^ Maksud, A. K. M.; Imtiaj, R. (3โ€“5 December 2006). "The Nomadic Bede Community and Their Mobile School Program" (PDF). What Works for the Poorest: Knowledge, Policies and Practices. Diarsipkan dari asli (PDF) tanggal 18 November 2017. Diakses tanggal 11 March 2011.

๐Ÿ“š Artikel Terkait di Wikipedia

Anglo-Sakson

sebelum 1066, pertama kali muncul pada masa Bede, meskipun penggunaannya mungkin belum meluas hingga masa modern. Bede sendiri, seperti penulis lain, cenderung

Songkran (Thailand)

Songkran. Songkran terjadi pada waktu yang sama seperti yang diberikan oleh Bede untuk perayaan Eostreโ€”dan minggu Paskah yang bertepatan dengan Songkran (paling

Budaya Bugis

bulatan kecil pada bagian pangkal dan guratan bejajar dibagian matanya. Gecong bedeโ€™ nateyai memiliki motif berbentuk gala pada pangkalnya. Gecong ini dipercaya

Anglia Tengah

Anglo-Saxon Kingdoms, Leicester University Press, ISBNย 978-0-7185-1317-7 Bede (1968) [1955], A History of the English Church and People, translated by

Pulau Bawean

be'na = Saya sayang kamu (di Bawean ada juga yang menyebutnya Ehon) Buk, bede berrus? = Buk, ada sikat? (berrus dari kata brush) Mak, pamelleaken pellem

Nomaden

kelompok Orang Laut di Semenanjung Malaya, Suku Moken di Laut Andaman, Bede (Beday) di Bangladesh, dan Suku Vezo di Madagaskar. Para penggembala memelihara

Orang Yuti

Yuti adalah sebuah suku bangsa Jermanik. Menurut Bede, Yuti adalah salah satu dari tiga suku Jermanik paling berpengaruh pada masa mereka pada Zaman Besi

Hengest dan Horsa

Ecclesiastica Gentis Anglorum yang ditulis pada abad ke-8, Bede mencatat bahwa kepala suku pertama di antara suku Angli, Saxon, dan Yuti di Britania dikatakan sebagai