Orang Aiolia (bahasa Yunani: Αἰολεῖς) merupakan salah satu dari empat puak Yunani utama, yang membentuk orang Yunani kuno (ketiga puak lainnya adalah puak Akhaia, Doria, dan Ionia).

Nama

sunting

Nama Aiolia berasal dari Aiolos, tokoh dalam mitologi Yunani yang dipercaya sebagai leluhur puak ini. Mereka menuturkan dialek bahasa Yunani Kuno yang disebut dialek Aiolia.

Sejarah

sunting

Orang Aiolia berasal dari Thessalia, tepatnya di tempat yang disebut Aiolis. Orang Aiolia muncul dengan jumlah orang yang paling banyak dibanding orang Yunani lainnya pada masa awal. Orang Boiotia, bagian dari orang Aiolia, diusir dari Thessalia oleh orang Thessalia pribumi dan kemudian berpindah ke Boiotia. Orang Aiolia tersebar di banyak tempat lainnya di Yunani, misalnya di Aitolia, Lokris, Korinthos, Elis dan Messenia. Selama invasi oleh Doria, orang Aiolia bermigrasi dari Thesalia, melintasi Laut Aegea lalu menuju ke pulau Lesbos dan suatu daerah lain di Asia Kecil yang mereka kemudian sebut Aiolis.

Catatan awal

sunting

Menurut Herodotos, orang Aiolia merupakan keturunan orang Pelasgos.[1]

Catatan kaki

sunting
  1. ^ Herodotos, Historia, 7.95.

Daftar pustaka

sunting
  • Smith, William (1854). Dictionary of Greek and Roman Geography. Little, Brown and Co. hlm. 50–51. Diakses tanggal 2009-08-23.

📚 Artikel Terkait di Wikipedia

Kyme (Aiolis)

juga: Phrikonis, Nemrut modern) adalah kota Aiolia di Aiolis (Asia Kecil) dekat dengan kerajaan Lydia. Suku Aiolia menganggap Kyme sebagai kota terpenting

Suku Lapith

termasuk dalam suku Aiolia. Seperti halnya suku Mirmidon dan suku-suku lainnya di Thessalia, suku Lapith berasal dari masa pra-Hellen. Suku Lapith mengirim

Perang Yunani–Persia

pemukim itu berasal dari tiga kelompok suku terbesar di Yunani, yaitu suku Aiolia, suku Doria, dan suku Ionia. Suku Ionia bermukim di sekitar pesisir Lydia

Aiolos

sebagai penguasa pulau Aiolia. Dia juga berkuasa atas para Anemoi. Aiolos yang lainnya adalah putra Hellen dan pendiri suku Aiolia. Aiolos yang terakhir

Thessalia kuno

Peradaban Mykenai, Thessalia dikenal sebagai Aiolia, nama yang terus digunakan untuk salah satu suku utama Yunani, Aiolia, dan dialek bahasa Yunani, Aiolik. Pada

Turki

mereka dihancurkan oleh Suku Kimmeri pada abad ke-7 SM. Sekitar tahun 1200 SM, pantai Anatolia dikuasai oleh suku Aiolia dan suku Ionia Yunani. Banyak kota-kota

Orang Ionia

merupakan leluhur orang Yunani, tiga puak lainnya adalah orang Doria, orang Aiolia, dan orang Akhaia. Dialek Ionia sendiri menjadi salah satu dari tiga dialek

Penghembusan

lingkungan fonetiknya. Dialek-dialek Yunani Kuno lainnya, yaitu Ionia, Doria, Aiolia, and Arkadosiprius, kemungkinan besar pernah mempunyai pembedaan tiga-cara